Setahun Bandung Zoo Tutup, Nasib Satwa dan Pegawai Masih Tanda Tanya
Genap satu tahun Kebun Binatang Bandung berhenti menerima pengunjung, kepastian mengenai kapan tempat wisata legendaris di Kota Kembang itu akan beroperasi kembali masih menjadi tanda tanya besar. Pen...
Genap satu tahun Kebun Binatang Bandung berhenti menerima pengunjung, kepastian mengenai kapan tempat wisata legendaris di Kota Kembang itu akan beroperasi kembali masih menjadi tanda tanya besar. Pengelola mengakui belum mengetahui secara rinci jadwal pembukaan, sementara keberlangsungan hidup ratusan satwa dan nasib para pekerja terus menjadi sorotan publik.
Rohman, perwakilan pengelola, menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya belum memiliki informasi pasti mengenai waktu pembukaan kembali Bandung Zoo. Ia menyebut masih ada sejumlah proses yang harus dilalui sebelum jadwal operasional bisa diumumkan kepada masyarakat.
Penutupan Berawal dari Persoalan Keuangan
Kebun binatang yang berlokasi di kawasan Coblong, Kota Bandung, itu diketahui menghadapi tekanan finansial berat dalam beberapa tahun terakhir. Pandemi Covid-19 menjadi pukulan awal yang membuat jumlah kunjungan anjlok drastis, sementara biaya perawatan satwa dan kebutuhan operasional harian tetap harus dikeluarkan dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut terus berlanjut hingga akhirnya kebun binatang yang telah berdiri sejak era kolonial itu memutuskan menutup layanan kepada publik. Satu tahun berlalu, belum ada titik terang mengenai kapan gerbang Bandung Zoo akan kembali dibuka untuk wisatawan.
Wacana keterlibatan pemerintah daerah dalam penyelamatan kebun binatang sempat mengemuka, termasuk kemungkinan penataan ulang skema pengelolaan. Namun hingga saat ini belum ada keputusan resmi yang diumumkan terkait hal tersebut. Sejumlah kalangan menilai persoalan ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh pengelola, melainkan membutuhkan dukungan banyak pihak.
Kehidupan Satwa di Balik Pintu yang Tertutup
Meski tidak lagi menerima pengunjung, kebutuhan satwa penghuni Bandung Zoo tidak ikut berhenti. Ratusan hewan dari berbagai jenis, mulai dari mamalia, primata, burung, hingga reptil, tetap memerlukan pakan, perawatan kesehatan, dan kebersihan kandang setiap hari. Biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan itu tidak sedikit.
Komunitas pencinta satwa dan pengamat konservasi terus memantau kondisi hewan-hewan di dalam kawasan. Mereka menekankan bahwa kesejahteraan satwa harus menjadi prioritas utama, apa pun keputusan yang nantinya diambil mengenai masa depan kebun binatang tersebut.
Pengelola menyatakan para penjaga satwa masih menjalankan tugasnya merawat dan memberi makan hewan-hewan di sana. Namun tanpa pemasukan dari penjualan tiket, beban biaya perawatan menjadi persoalan serius yang hingga kini belum menemukan solusi tuntas.
Pekerja Bertahan di Tengah Ketidakpastian
Penutupan selama satu tahun juga berdampak langsung pada kehidupan para pegawai. Sebagian pekerja, terutama perawat satwa, masih bertahan menjalankan kewajibannya meski penghasilan mereka tidak lagi menentu. Sebagian lainnya terpaksa mencari penghidupan di tempat lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Bagi pekerja yang memilih bertahan, dedikasi terhadap satwa menjadi alasan utama. Mereka berharap ada keputusan yang jelas dari para pemangku kepentingan agar kebun binatang bisa hidup kembali dan mereka dapat bekerja dengan kepastian penghasilan.
Perhatian terhadap nasib para pekerja juga datang dari berbagai kalangan. Banyak yang berharap segala upaya penyelamatan kebun binatang turut memperhitungkan keberlangsungan hidup sumber daya manusia yang selama ini merawat satwa di dalamnya.
Menanti Langkah Konkret Para Pihak
Publik kini menanti langkah nyata dari pengelola maupun pemerintah daerah. Bandung Zoo dipandang bukan sekadar tempat rekreasi keluarga, melainkan juga bagian dari sejarah kota serta lembaga pendidikan konservasi yang telah mengenalkan satwa kepada banyak generasi.
Sejumlah pihak berharap ada terobosan dalam waktu dekat, baik berupa skema pendanaan baru, kemitraan dengan lembaga konservasi lain, maupun dukungan kebijakan dari pemerintah. Dengan adanya langkah konkret, kebun binatang tertua di Kota Bandung itu diharapkan dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai sarana edukasi, penelitian, dan rekreasi masyarakat.
Rohman sendiri belum dapat memastikan kapan kejelasan itu akan datang. Ia hanya menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mencari jalan keluar terbaik bagi keberlangsungan kebun binatang. Sampai ada kepastian resmi, masa depan Bandung Zoo beserta seluruh satwa dan pekerjanya masih menyisakan pertanyaan besar.
Comments (0)