Sep 14, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

SEOUL — Korea Selatan Bidik Kerja Sama AI dan Sains Asia Tengah

Di tengah ketegangan geopolitik global dan sengitnya persaingan penguasaan teknologi masa depan, Korea Selatan mengambil langkah strategis di papan catur d

SEOUL — Korea Selatan Bidik Kerja Sama AI dan Sains Asia Tengah

Di tengah ketegangan geopolitik global dan sengitnya persaingan penguasaan teknologi masa depan, Korea Selatan mengambil langkah strategis di papan catur diplomasi sains. Menteri Sains dan ICT Korea Selatan, Bae Kyung-hoon, secara resmi mengumumkan ambisi Seoul untuk memperluas jangkauan kolaborasi kecerdasan buatan (AI) dan ilmu pengetahuan ke kawasan Asia Tengah. Langkah ini dipandang bukan sekadar diplomasi formal, melainkan kalkulasi matang untuk mengamankan posisi Negeri Ginseng dalam peta teknologi dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan tingkat menteri di Seoul yang dihadiri oleh para delegasi dan perwakilan diplomatik negara-negara Asia Tengah. Langkah ini menandai pergeseran fokus diplomasi teknologi Korea Selatan yang kini mulai melirik potensi besar di kawasan Eurasia yang berkembang pesat.

Poros Baru Diplomasi Teknologi Seoul

Korea Selatan kini memandang negara-negara Asia Tengah—seperti Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Tajikistan, hingga Kyrgyzstan—sebagai mitra yang sangat krusial. Dalam paparannya, Bae Kyung-hoon menekankan pentingnya membangun ekosistem penelitian bersama yang berfokus pada pengembangan AI, pemrosesan data skala besar, serta penguatan infrastruktur digital kawasan.

"Asia Tengah memiliki potensi sumber daya yang sangat besar dan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi. Kolaborasi ini akan menjadi fondasi kuat bagi kedua pihak untuk menciptakan lompatan besar di era transformasi digital," ujar Menteri Bae Kyung-hoon dalam forum tersebut.

Sinergi ini dirancang untuk saling melengkapi. Korea Selatan membawa keunggulan dalam infrastruktur komputasi cerdas, teknologi semikonduktor, dan modal investasi. Sementara itu, Asia Tengah menawarkan pasar digital yang terus tumbuh pesat serta akses vital terhadap sumber daya alam pendukung.

Mengapa Asia Tengah Jadi Target Strategis?

Hasil analisis terhadap manuver diplomasi ini mengindikasikan dua alasan utama di balik dorongan Seoul: pengamanan rantai pasok bahan mentah teknologi dan ekspansi pasar AI. Negara-negara Asia Tengah dikenal kaya akan deposit mineral kritis seperti lithium, nikel, dan logam tanah jarang (rare earth elements)—bahan baku utama pembuat microchip AI dan baterai masa depan.

Sektor Kerja Sama Kontribusi Korea Selatan Potensi Asia Tengah
Kecerdasan Buatan (AI) Transfer teknologi, riset LLM, & pendanaan Talenta muda & lokalisasi data kawasan
Rantai Pasok Industri Teknologi pengolahan & manufaktur canggih Cadangan mineral kritis & tanah jarang
Infrastruktur Digital Pembangunan pusat data & jaringan cloud Lahan luas & kebutuhan modernisasi publik

"Strategi ini merupakan gabungan antara langkah taktis dan defensif. Seoul ingin melepaskan diri dari ketergantungan tunggal pada rantai pasok tradisional yang rentan terhadap gesekan geopolitik," ungkap seorang peneliti senior kebijakan teknologi internasional.

Ambisi Menembus Tiga Besar Kekuatan AI Dunia

Inisiatif perluasan kerja sama ini selaras dengan target nasional pemerintah Korea Selatan untuk menembus posisi tiga besar kekuatan AI dunia pada tahun 2030. Guna mencapai target tersebut, Seoul tidak hanya menggelontorkan dana riset internal, tetapi juga aktif membangun koridor riset lintas negara.

Rencana aksi mendatang mencakup pendirian laboratorium AI bersama di beberapa pusat akademik di Asia Tengah, program pertukaran talenta muda, hingga komitmen transfer pengetahuan. Langkah agresif ini berpotensi membuka jalan bagi raksasa teknologi Korea Selatan untuk memperluas jangkauan layanan komputasi awan dan solusi AI mereka ke pasar Eurasia yang belum tergarap optimal.

Dengan bergulirnya kemitraan strategis ini, pertempuran supremasi AI tidak lagi terbatas di Silicon Valley atau Beijing. Seoul telah resmi membentangkan jalur sutra digitalnya sendiri, menegaskan bahwa masa depan inovasi global akan sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas kawasan yang inklusif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User