Sep 10, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

SELAT SUNDA — Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Bertugas Liputan Lapangan

Dua puluh empat jam berlalu tanpa kepastian, layar telepon genggam milik Yanti tak pernah lepas dari genggamannya. Wanita itu terus memandangi aplikasi pes

SELAT SUNDA — Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Bertugas Liputan Lapangan

Dua puluh empat jam berlalu tanpa kepastian, layar telepon genggam milik Yanti tak pernah lepas dari genggamannya. Wanita itu terus memandangi aplikasi pesan singkat yang kini tak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan dari sang suami, Arie Basuki. Jurnalis foto senior dari media Merdeka.com tersebut merupakan satu dari lima jurnalis yang dinyatakan hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di perairan Selat Sunda yang dikenal rawan dan ganas.

Kepanikan bermula ketika rombongan wartawan yang menumpangi kapal kecil untuk melakukan pemantauan kondisi perairan dan aktivitas maritim mendadak memutus komunikasi pada sore hari. Ket ketidakpastian cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang melanda kawasan perairan antar-pulau tersebut memperburuk kekhawatiran keluarga serta rekan sejawat yang menanti kabar di daratan.

Jejak Terakhir di Tengah Gelombang Selat Sunda

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim investigasi Lurusin.com, rombongan jurnalis tersebut bertolak menuju titik pemantauan sejak pagi hari. Namun, sekitar pukul 15.30 WIB, sinyal GPS dan komunikasi seluler seluruh anggota tim terputus secara bersamaan. Laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya anomali cuaca berupa peningkatan kecepatan angin hingga 25 knot dan tinggi gelombang mencapai 3,5 meter di sekitar lokasi lintasan kapal mereka.

"Kami hanya berharap ada keajaiban. Suami saya pamit berangkat kerja seperti biasa, tetapi sampai malam sinyalnya benar-benar hilang. Kami memohon kepada pihak berwenang untuk mengedepankan seluruh sumber daya dalam pencarian ini," ungkap Yanti dengan suara bergetar menahan tangis saat ditemui di kediamannya.

Proses pencarian kini menjadi balapan melawan waktu. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, dan TNI Angkatan Laut telah mengerahkan armada perahu karet dan kapal patroli untuk menyisir koordinat terakhir keberadaan para jurnalis. Kendati demikian, pandangan terbatas dan cuaca buruk malam hari menjadi kendala utama operasi penyelamatan.

Data dan Tantangan Operasi Pencarian

Kawasan Selat Sunda memiliki karakteristik arus bawah laut yang sangat kuat, kerap menyulitkan navigasi kapal-kapal berukuran kecil. Berikut adalah rincian fakta lapangan terkait insiden hilangnya lima jurnalis tersebut:

Indikator Field Detail Kondisi Lapangan
Jumlah Korban Hilang 5 Orang Jurnalis (termasuk Arie Basuki)
Lokasi Terakhir Sinyal Perairan Selat Sunda (Koordinat Kunci Disisir SAR)
Kondisi Gelombang Laut 2.5 hingga 3.5 Meter (Kategori Berbahaya)
Armada Pencarian 3 Kapal Patroli & 2 Helikopter SAR

Desakan Evaluasi Standar Keselamatan Industri Media

Tragedi hilangnya lima pekerja pers ini kembali membuka tabir kelam mengenai mitigasi risiko keselamatan jurnalis saat bertugas di area ekstrem. Pengamat keselamatan kerja maritim menegaskan bahwa setiap penugasan media di wilayah rawan wajib dilengkapi dengan alat pelacak darurat otomatis seperti EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon) serta jaket keselamatan berstandar internasional.

Ikatan Jurnalis Indonesia bersama organisasi pers nasional mendesak perusahaan media untuk bertanggung jawab penuh atas keselamatan para pekerjanya di lapangan. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama di atas kejaran kecepatan berita. Hingga berita ini diturunkan, posko darurat SAR masih terus beroperasi 24 jam untuk menemukan keberadaan Arie Basuki dan empat rekan wartawan lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User