Oct 08, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Rupiah Menguat ke Rp17.837, Analis Sebut Dua Faktor Pendorong

Nilai tukar rupiah tercatat bergerak menguat pada perdagangan terbaru, menyentuh level Rp17.837 per dolar Amerika Serikat. Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar mengingat tekanan terhadap mata...

Rupiah Menguat ke Rp17.837, Analis Sebut Dua Faktor Pendorong

Nilai tukar rupiah tercatat bergerak menguat pada perdagangan terbaru, menyentuh level Rp17.837 per dolar Amerika Serikat. Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar mengingat tekanan terhadap mata uang Garuda sempat berlangsung cukup panjang dalam beberapa pekan terakhir. Penguatan ini terjadi di tengah arus modal asing yang mulai kembali masuk ke pasar keuangan domestik serta membaiknya sentimen investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Para analis menilai penguatan rupiah kali ini tidak hanya didorong oleh faktor eksternal seperti pelemahan dolar di pasar global, tetapi juga oleh dinamika domestik yang menopang kepercayaan pasar. Setidaknya dua peristiwa disebut menjadi pemicu utama yang mengubah arah pergerakan mata uang nasional, yakni kabar pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia serta pidato yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pencalonan Destry Damayanti dan Sinyal Stabilitas BI

Kabar mengenai pencalonan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia menjadi salah satu faktor yang disorot pelaku pasar. Destry dikenal sebagai sosok dengan pengalaman panjang di sektor moneter dan keuangan, termasuk pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Latar belakangnya yang kuat di bidang kebijakan moneter dinilai mampu menjaga kredibilitas bank sentral di mata investor.

Sejumlah pengamat pasar menyebut kabar ini memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter ke depan akan tetap berada di jalur yang konsisten dan dapat diprediksi. Ketika pasar melihat adanya kontinuitas kepemimpinan di bank sentral, ekspektasi terhadap stabilitas nilai tukar cenderung membaik. Hal ini pada akhirnya mendorong aliran modal asing masuk, yang turut menopang penguatan rupiah.

Pengamat menilai bahwa pengalaman Destry dalam mengelola kebijakan suku bunga dan intervensi pasar valuta asing menjadi nilai tambah yang dihargai pelaku pasar. Meski belum ada kepastian resmi, sentimen positif dari kabar ini sudah terlihat dalam pergerakan pasar keuangan domestik.

Pidato Prabowo dan Kepercayaan Investor

Faktor kedua yang disebut mendorong penguatan rupiah adalah pidato Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidatonya, sejumlah isyarat kebijakan ekonomi disampaikan, yang oleh pelaku pasar ditafsirkan sebagai komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi makro. Pernyataan yang berkaitan dengan pengelolaan fiskal dan iklim investasi dinilai memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor asing.

Para analis melihat pidato tersebut sebagai penegasan arah kebijakan pemerintah ke depan. Ketika investor mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai prioritas ekonomi, tingkat ketidakpastian di pasar menurun dan minat untuk menempatkan dana di aset berdenominasi rupiah meningkat. Hal ini sejalan dengan penguatan yang terjadi pada nilai tukar serta pergerakan positif di pasar obligasi.

Kombinasi antara kabar pencalonan Gubernur BI dan pidato presiden dinilai menciptakan efek kepercayaan ganda. Dari sisi moneter, pasar mendapatkan sinyal stabilitas; dari sisi fiskal, pasar mendapatkan sinyal komitmen. Kedua sinyal ini bekerja bersamaan dan memperkuat posisi rupiah di hadapan dolar Amerika Serikat.

Prospek Pergerakan Rupiah ke Depan

Meski penguatan ini disambut positif, para pengamat tetap mengingatkan bahwa pergerakan nilai tukar masih sangat rentan terhadap perubahan kondisi global. Kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan dinamika geopolitik dunia tetap menjadi variabel yang perlu dicermati. Penguatan rupiah ke level Rp17.837 belum tentu bertahan lama apabila tekanan eksternal kembali meningkat.

Di sisi lain, dukungan dari fundamental domestik dinilai cukup solid. Cadangan devisa yang memadai, inflasi yang terkendali, serta pertumbuhan ekonomi yang stabil menjadi penyangga utama nilai tukar. Jika sinyal positif dari kebijakan moneter dan fiskal terus terjaga, peluang rupiah untuk menguat lebih lanjut tetap terbuka.

Pelaku pasar disarankan tetap mencermati perkembangan kebijakan bank sentral dan pemerintah dalam beberapa pekan ke depan. Kepastian mengenai calon Gubernur BI akan menjadi titik perhatian berikutnya, sementara arah kebijakan fiskal akan terus diuji oleh realisasi anggaran dan data ekonomi yang dirilis secara berkala.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User