Sep 13, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Riset Ungkap Bau Bawang Membandel Akibat Senyawa Masuk Aliran Darah

Banyak orang kerap mengeluhkan aroma menyengat yang tertinggal di rongga mulut usai menyantap hidangan berbahan dasar bawang putih maupun bawang bombai. Ke

Riset Ungkap Bau Bawang Membandel Akibat Senyawa Masuk Aliran Darah

Banyak orang kerap mengeluhkan aroma menyengat yang tertinggal di rongga mulut usai menyantap hidangan berbahan dasar bawang putih maupun bawang bombai. Kendati telah menyikat gigi berkali-kali, berkumur dengan cairan pembersih mulut antiseptik, hingga mengunyah permen mentol, aroma khas tersebut seolah menolak sirna dan bertahan hingga berjam-jam bahkan keesokan harinya.

Investigasi biokimia mengungkap bahwa fenomena ini bukanlah sekadar masalah kebersihan gigi yang buruk. Masalah napas bawang berakar dari mekanisme metabolisme tubuh yang jauh lebih kompleks dan sistemik dari yang diperkirakan kebanyakan orang.

Jejak Senyawa Sulfur yang Mengelabui Pembersih Mulut

Saat bawang dicincang, digeprek, atau dikunyah, reaksi enzimatis langsung memicu terbentuknya senyawa sulfur volatil, terutama allicin. Senyawa ini kemudian terurai menjadi beberapa turunan kimiawi lainnya, seperti diallyl disulfide, allyl methyl sulfide (AMS), dan allyl mercaptan. Zat-zat inilah yang bertanggung jawab memicu aroma tajam khas keluarga tanaman Allium.

Sebagian senyawa sulfur tersebut memang tertinggal langsung di sela-sela gigi dan permukaan lidah. Namun, pembersihan mekanis seperti sikat gigi hanya mampu menyingkirkan partikel di permukaan luar mulut tanpa menyentuh sumber utama yang telah diserap tubuh.

"Masalah utamanya bukan semata sisa makanan yang menempel di lidah atau gigi. Senyawa volatil seperti allyl methyl sulfide diserap oleh saluran pencernaan, masuk ke sirkulasi darah, lalu dibuang melalui organ ekskresi termasuk paru-paru," ungkap laporan analisis biokimia pangan.

Ketika Paru-Paru Mengembuskan Aroma Aliran Darah

Proses biologis inilah yang membuat bau bawang begitu persisten. Setelah makanan dicerna di lambung dan usus halus, molekul-molekul sulfur berukuran renik diserap langsung menuju pembuluh darah. Melalui aliran darah sistemik, senyawa tersebut diedarkan ke seluruh tubuh, termasuk menuju organ hati untuk dimetabolisme dan ginjal untuk disaring.

Namun, senyawa allyl methyl sulfide (AMS) memiliki sifat metabolik yang lambat terurai. Saat darah yang mengandung AMS melintasi kapiler alveolus di paru-paru, terjadi pertukaran gas di mana senyawa volatil tersebut menguap dan bercampur dengan udara pernapasan. Akibatnya, setiap kali seseorang mengembuskan napas, aroma bawang akan terus terdorong keluar langsung dari dalam rongga dada, bukan sekadar dari rongga mulut.

Senyawa ini bahkan dapat diekskresikan melalui pori-pori kulit lewat keringat, menjelaskan mengapa mengonsumsi bawang dalam jumlah besar dapat memengaruhi aroma tubuh secara keseluruhan selama 24 hingga 48 jam.

Strategi Ilmiah Menetralkan Napas Bawang

Karena sumber bau berada di dalam aliran darah dan udara paru-paru, penanganan yang efektif membutuhkan pendekatan kimiawi yang mampu mengikat senyawa sulfur sebelum sempat terserap secara maksimal ke dalam sirkulasi darah. Sejumlah studi merekomendasikan langkah-langkah berbasis pangan:

  • Mengonsumsi Apel Segar: Kandungan enzim polifenol oksidase dalam apel mentah terbukti efektif mengoksidasi senyawa sulfur dan menetralkan aromanya.
  • Daun Selada Mentah: Senyawa fenolik di dalam selada bekerja aktif mengikat gas volatil di saluran cerna atas.
  • Daun Mint Segar: Memiliki konsentrasi polifenol tinggi yang mampu memecah ikatan kimia senyawa penyebab bau tak sedap.
  • Susu Berlemak: Kandungan lemak dan air dalam susu terbukti secara signifikan menurunkan konsentrasi senyawa volatil di rongga mulut dan lambung jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan berbahan bawang.

Dengan memahami bahwa aroma membandel ini berasal dari dalam sirkulasi tubuh, masyarakat disarankan untuk tidak hanya mengandalkan sikat gigi, melainkan juga memanfaatkan asupan makanan penetral yang kaya enzim dan polifenol alami.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User