Riset UCLA Ungkap Potensi Kreatin Bantu Lawan Kanker

Penelitian terbaru dari University of California, Los Angeles (UCLA) membuka wawasan baru tentang manfaat suplemen kreatin yang selama ini identik dengan dunia kebugaran. Hasil studi praklinis menunju...

Jul 11, 2026 - 17:45
0 0

Penelitian terbaru dari University of California, Los Angeles (UCLA) membuka wawasan baru tentang manfaat suplemen kreatin yang selama ini identik dengan dunia kebugaran. Hasil studi praklinis menunjukkan bahwa kreatin memiliki potensi untuk memperkuat respons sistem imun terhadap sel kanker. Temuan ini menjadi titik terang dalam pengembangan terapi adjuvant berbasis nutrisi, meskipun para peneliti menegaskan bahwa kreatin bukanlah obat ajaib penyembuh kanker.

Riset yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terkemuka itu berfokus pada peran sel dendritik, yakni “tentara pengintai” dalam sistem kekebalan tubuh. Sel dendritik bertugas menangkap antigen dari sel abnormal, termasuk sel kanker, lalu mempresentasikannya kepada sel T agar terjadi respons imun adaptif. Namun, sel dendritik sering kelelahan, terutama di lingkungan tumor yang miskin nutrisi dan oksigen. Di sinilah kreatin mengambil peran penting. Tim UCLA menemukan bahwa kreatin membantu menjaga cadangan energi intraseluler sel dendritik melalui sistem fosfokreatin, sehingga sel-sel itu tetap aktif dan mampu merangsang sel T meskipun dalam kondisi hipoksik.

Eksperimen pada model hewan menunjukkan bahwa tikus yang diberi tambahan kreatin dalam air minumnya memiliki pertumbuhan tumor yang lebih lambat dibandingkan kelompok kontrol. Analisis lebih dalam mengungkap peningkatan infiltrasi sel T sitotoksik ke dalam jaringan tumor, yang merupakan indikator penguatan imunitas antitumor. Meski demikian, para peneliti belum berani menyimpulkan bahwa efek yang sama akan otomatis terjadi pada manusia. Perbedaan metabolisme, dosis optimal, serta potensi efek samping pada organ seperti ginjal menjadi pertimbangan yang masih perlu dikaji melalui uji klinis bertahap.

Hal yang menjadikan studi ini menarik adalah eksplorasi mekanisme di luar dogma bahwa kreatin hanya bermanfaat untuk kontraksi otot rangka. Kreatin ternyata berperan dalam redoks dan bioenergetika sel imun. Apabila hasil observasi ini kelak dikonfirmasi pada manusia, maka suplementasi kreatin dapat menjadi pendamping terapi kanker konvensional seperti kemoterapi atau imunoterapi, dengan tujuan menjaga kebugaran sel imun pasien. Pendekatan ini sejalan dengan tren onkologi presisi yang memanfaatkan metabolisme seluler sebagai target intervensi.

Para pakar onkologi yang tidak terlibat dalam penelitian menyambut baik temuan tersebut namun menekankan perlunya kehati-hatian. Konsumsi kreatin tanpa pengawasan medis bisa berbahaya bagi penderita gangguan ginjal atau pasien yang tengah menjalani pengobatan tertentu. Selain itu, mekanisme yang diusulkan masih memerlukan validasi dalam konteks tumor yang lebih heterogen, mengingat setiap jenis kanker memiliki karakteristik mikro dan imun yang berbeda. UCLA telah mendorong dimulainya uji klinis fase awal untuk menilai keamanan serta dosis kreatin pada pasien kanker tertentu, dan hasilnya diperkirakan baru tersedia dalam beberapa tahun ke depan.

[TAGS]: kreatin, kanker, riset UCLA, sel dendritik, imunoterapi [SOCIAL_TWEET]: Penelitian UCLA menunjukkan suplemen kreatin dapat memperkuat sel imun melawan kanker. Simak ulasan lengkapnya sebelum Anda memutuskan mengonsumsinya. [SOCIAL_FB]: Sebuah studi terbaru UCLA mengungkap manfaat mengejutkan suplemen kreatin: kemampuannya menjaga energi sel dendritik agar sistem imun tetap agresif terhadap sel kanker. Sekalipun hasil pada hewan uji cukup menggembirakan, para ilmuwan memperingatkan agar publik tidak sembarangan mengonsumsi kreatin sebagai 'obat kanker'. Uji klinis pada manusia masih sangat dibutuhkan. Klik artikel selengkapnya. [SOCIAL_TG]: Riset UCLA: Suplemen kreatin tingkatkan daya tempur sel imun melawan kanker pada model hewan. Namun, belum ada cukup bukti efektif untuk manusia. Pelajari lebih lanjut di sini. [SOCIAL_THREADS]: Mampukah kreatin membantu perang melawan kanker? Riset UCLA memberi secercah harapan, tapi jangan buru-buru membeli suplemen di toko. Simak pemaparannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User