Sep 07, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

QRIS — Transaksi Tembus 15 Miliar hingga Juli 2026

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengungkapkan bahwa secara kumulatif volume transaksi QRIS telah menembus 15 miliar transaksi hin

QRIS — Transaksi Tembus 15 Miliar hingga Juli 2026

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengungkapkan bahwa secara kumulatif volume transaksi QRIS telah menembus 15 miliar transaksi hingga Juli 2026. Pencapaian ini menempatkan QRIS sebagai salah satu tulang punggung sistem pembayaran digital nasional, sekaligus menandai perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi sehari-hari. Data tersebut juga menunjukkan bahwa jumlah pengguna QRIS telah menembus 67 juta orang, angka yang mencerminkan penetrasi cepat dari layanan pembayaran berbasis kode QR di berbagai segmen ekonomi.

Bagi BI, capaian tersebut bukan sekadar statistik. Angka 15 miliar transaksi menunjukkan bahwa QRIS telah melewati fase adopsi awal dan memasuki tahap penggunaan massal. Dari warung kecil, pasar tradisional, transportasi publik, hingga layanan digital, kode QR kini menjadi pintu masuk pembayaran yang relatif mudah diakses. Sementara itu, 67 juta pengguna memperlihatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap transaksi nontunai terus menguat, terutama di tengah kebutuhan akan pembayaran yang cepat, murah, dan terdokumentasi.

Kronologi Pertumbuhan QRIS

  1. QRIS dikembangkan sebagai standar pembayaran digital nasional untuk menyederhanakan berbagai metode pembayaran berbasis kode QR. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem yang lebih inklusif, efisien, dan mudah digunakan oleh merchant maupun konsumen.
  2. Pada tahap awal, adopsi QRIS didorong oleh kebutuhan pelaku usaha untuk menerima pembayaran nontunai tanpa harus mengelola banyak aplikasi atau perangkat yang berbeda. Satu kode QR dapat melayani berbagai sumber dana, sehingga biaya dan kompleksitas operasional dapat ditekan.
  3. Percepatan penggunaan QRIS terjadi ketika masyarakat semakin terbiasa dengan transaksi digital. Perubahan perilaku konsumen, pertumbuhan ekonomi digital, serta perluasan jaringan merchant membuat QRIS menjadi bagian dari rutinitas pembayaran harian.
  4. Hingga Juli 2026, volume transaksi kumulatif menembus 15 miliar transaksi dan pengguna mencapai 67 juta. Data ini menegaskan bahwa QRIS telah menjadi instrumen pembayaran yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, dari kota besar hingga daerah.

Makna di Balik 15 Miliar Transaksi

Volume 15 miliar transaksi secara kumulatif menunjukkan skala penggunaan yang sangat besar. Dalam konteks sistem pembayaran, angka tersebut mencerminkan frekuensi transaksi harian yang tinggi dan kepercayaan berulang dari pengguna. QRIS tidak lagi dipandang sebagai alternatif pembayaran, melainkan sebagai kanal utama yang melengkapi uang tunai, transfer bank, kartu, dan dompet digital.

“Secara kumulatif volume transaksi QRIS telah menembus 15 miliar transaksi hingga Juli 2026,” kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta.

Dampak bagi UMKM dan Konsumen

Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, QRIS membuka akses ke ekosistem pembayaran digital dengan biaya yang relatif lebih ringan. Merchant tidak perlu menyediakan banyak mesin atau aplikasi terpisah untuk menerima pembayaran dari berbagai penyedia jasa. Satu kode QR dapat menjadi titik masuk bagi konsumen yang menggunakan bank, dompet digital, atau layanan pembayaran lain yang terhubung dengan QRIS.

Bagi konsumen, kemudahan ini terasa dalam aktivitas harian. Pembayaran menjadi lebih cepat karena tidak perlu menyiapkan uang tunai atau menghitung kembalian. Transaksi juga lebih terdokumentasi, sehingga pengguna dapat memantau pengeluaran melalui riwayat pembayaran. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mendorong literasi keuangan digital dan perencanaan belanja yang lebih disiplin.

  • 67 juta pengguna menunjukkan penetrasi QRIS yang luas di masyarakat.
  • 15 miliar transaksi mencerminkan kepercayaan dan frekuensi penggunaan yang tinggi.
  • QRIS membantu UMKM menerima pembayaran digital dengan cara yang lebih sederhana.
  • Transaksi nontunai mendukung efisiensi, pencatatan, dan inklusi keuangan.

Tantangan ke Depan

Seiring pertumbuhan pengguna dan volume transaksi, tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks. Keamanan siber menjadi isu utama karena transaksi digital melibatkan data pribadi, saldo, dan riwayat pembayaran. Edukasi konsumen perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami cara bertransaksi yang aman, mengenali penipuan, serta menjaga kerahasiaan informasi akun.

Aspek keandalan sistem juga tidak kalah penting. Ketika puluhan juta pengguna mengandalkan QRIS, gangguan teknis dapat berdampak luas pada aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, penyedia jasa pembayaran, bank, dan penyelenggara infrastruktur perlu menjaga stabilitas sistem, kecepatan pemrosesan, serta mekanisme penyelesaian transaksi yang jelas.

Proyeksi dan Arah Kebijakan

Capaian hingga Juli 2026 menjadi pijakan untuk memperluas manfaat QRIS ke depan. Penguatan ekosistem dapat dilakukan melalui perluasan merchant, peningkatan kualitas layanan, serta integrasi dengan berbagai kanal pembayaran. Jika pertumbuhan ini terjaga, QRIS berpotensi menjadi infrastruktur pembayaran digital yang semakin inklusif dan efisien bagi ekonomi nasional.

Ke depan, keberhasilan QRIS tidak hanya diukur dari jumlah transaksi, tetapi juga dari kualitas pengalaman pengguna, keamanan, dan manfaat ekonomi yang dihasilkan. Dengan basis 67 juta pengguna dan volume kumulatif 15 miliar transaksi, QRIS telah membuktikan diri sebagai bagian penting dari transformasi digital Indonesia. Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum tersebut agar tetap inklusif, aman, dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User