Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Purbaya Tegaskan Sekolah Boleh Tolak MBG, Begini Prosedur dan Dampaknya

Jakarta – Di tengah implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintah dalam menekan angka stunting, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan ...

Purbaya Tegaskan Sekolah Boleh Tolak MBG, Begini Prosedur dan Dampaknya

Jakarta – Di tengah implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintah dalam menekan angka stunting, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa setiap sekolah memiliki hak penuh untuk menolak program tersebut. Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi mekanisme penolakan yang kerap menjadi pertanyaan publik. Purbaya dengan tegas menyatakan bahwa aspek teknis penolakan berada di bawah kendali BGN, dan ia mengakui bahwa penolakan dapat berkontribusi pada penghematan anggaran negara.

Dalam pertemuan dengan awak media, Purbaya menyampaikan bahwa tidak ada unsur paksaan dalam pelaksanaan MBG. “Sekolah boleh menolak. Kami tidak memaksa. Ketika penolakan itu resmi, BGN yang akan memproses teknisnya,” katanya. Hal ini untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai kebutuhan dan tidak memberatkan pihak sekolah.

Hak Sekolah dan Faktor Penolakan

Program MBG didesain untuk meningkatkan asupan gizi siswa, khususnya di daerah dengan prevalensi kurang gizi yang tinggi. Namun, di lapangan, beberapa sekolah memilih untuk tidak ikut serta. Menurut Purbaya, alasan yang dikemukakan sangat beragam. Beberapa sekolah merasa menu yang ditawarkan kurang sesuai dengan selera lokal, sementara yang lain khawatir akan menimbulkan alergi pada sejumlah siswa. Ada pula institusi pendidikan yang telah memiliki program kantin sehat secara mandiri, sehingga merasa tidak memerlukan intervensi tambahan dari pemerintah.

“Kami menghormati setiap keputusan. Jika sebuah sekolah merasa MBG tidak cocok dengan kondisi mereka, silakan menyampaikan penolakan resmi. Kami tidak akan mempertanyakan alasan, selama prosedurnya ditempuh,” tambah Purbaya. Ia menegaskan bahwa hak untuk menolak merupakan bagian dari fleksibilitas program agar benar-benar tepat sasaran.

Mekanisme Teknis di Bawah BGN

Purbaya menjelaskan secara terperinci prosedur yang harus dilalui jika sebuah sekolah menolak MBG. Langkah pertama adalah menyampaikan surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh kepala sekolah dan komite sekolah. Surat tersebut menjadi dasar bagi BGN untuk memulai proses verifikasi. Tim BGN akan memeriksa kebenaran pengajuan, termasuk memastikan bahwa penolakan bukan disebabkan oleh kendala distribusi atau masalah teknis lainnya dari pihak penyedia.

Setelah verifikasi selesai, BGN akan menghapus nama sekolah dari basis data penerima manfaat. Seluruh rantai distribusi langsung dihentikan. Purbaya menekankan bahwa prosedur ini sepenuhnya dikelola oleh BGN, sehingga sekolah tidak perlu mengurus aspek logistik atau administratif lainnya. “Kami yang atur semua. Sekolah cukup memberikan surat penolakan, setelah itu BGN yang bertindak,” tegasnya.

Lebih lanjut, BGN juga menyiapkan mekanisme bagi sekolah yang di kemudian hari ingin kembali menerima MBG. Sekolah cukup mengirimkan permohonan reintegrasi, dan BGN akan memprosesnya dengan cepat. “Sifatnya dinamis. Jika sewaktu-waktu sekolah merasa butuh, pintu kami selalu terbuka,” ucap Purbaya.

Penghematan Anggaran dan Akuntabilitas

Salah satu dampak yang tidak bisa diabaikan dari penolakan MBG adalah efisiensi anggaran. Purbaya mengakui bahwa dana yang seharusnya dialokasikan untuk sekolah yang menolak dapat dialihkan untuk keperluan lain yang lebih mendesak. “Memang ada penghematan. Anggaran yang tidak terserap akan kami kelola secara akuntabel, bisa untuk memperkuat program di sekolah lain atau dikembalikan ke negara,” jelasnya.

Meski tidak menyebut angka pasti, Purbaya mengisyaratkan bahwa potensi penghematan sangat bergantung pada jumlah sekolah yang menolak. BGN, katanya, menerapkan prinsip kehati-hatian dengan mencatat setiap transaksi dan penyaluran secara digital. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah uang rakyat dipertanggungjawabkan dengan baik,” tambahnya. Penolakan, menurutnya, justru membantu BGN menghindari pemborosan sumber daya pada sekolah yang tidak membutuhkan.

Tanggapan dan Langkah ke Depan

Pernyataan Purbaya ini mendapat apresiasi dari sejumlah pengamat pendidikan. Mereka menilai bahwa fleksibilitas penolakan penting untuk menjaga otonomi sekolah dan menghindari resistensi yang tidak perlu. Di sisi lain, mereka mengingatkan agar pemerintah tetap gencar melakukan sosialisasi mengenai manfaat MBG, agar penolakan terjadi bukan karena kurangnya informasi, melainkan karena pertimbangan objektif.

Purbaya berjanji BGN akan terus mengevaluasi pelaksanaan MBG dan meningkatkan kualitas menu serta distribusi. “Kami ingin program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh yang membutuhkan. Fleksibilitas ini adalah bentuk penghormatan kami kepada sekolah, sekaligus menjaga efisiensi dan akuntabilitas,” tutupnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User