Proyek PSEL Denpasar Raya Danantara Dimulai, Target Rampung 2027

Pemerintah melalui kerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah memulai groundbreaking proyek Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Bali. Pr...

Jul 11, 2026 - 16:25
0 0
Proyek PSEL Denpasar Raya Danantara Dimulai, Target Rampung 2027

Pemerintah melalui kerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah memulai groundbreaking proyek Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Bali. Proyek ambisius ini mengantongi nilai investasi mencapai Rp3 triliun dan diperkirakan akan menjadi salah satu fasilitas pengolahan sampah menjadi energi terbesar di Indonesia bagian timur. Target penyelesaian ditetapkan pada tahun 2027, dengan harapan dapat mengatasi permasalahan sampah yang semakin mendesak di kawasan metropolitan Denpasar dan sekitarnya, sekaligus menghasilkan listrik yang dapat dialirkan ke jaringan PLN.

Berdasarkan dokumen perencanaan yang dipublikasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, PSEL Denpasar Raya akan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 12 hektare di kawasan Suwung, yang selama ini menjadi lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) regional. Teknologi yang digunakan adalah thermal treatment dengan metode gasifikasi dan pembakaran bersuhu tinggi, yang mampu mereduksi volume sampah hingga 90 persen dan mengonversinya menjadi energi listrik berkapasitas 20 megawatt. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi energi bersih dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Investasi sebesar Rp3 triliun tersebut bersumber dari skema pembiayaan campuran antara dana Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia dan pinjaman dari lembaga keuangan internasional yang mendukung proyek hijau. Kehadiran Danantara sebagai motor pendanaan menandai babak baru dalam pengelolaan proyek-proyek strategis nasional, di mana badan ini tidak hanya berperan sebagai investor tetapi juga sebagai pengawas pelaksanaan agar sesuai dengan standar tata kelola yang baik. Proyek ini diharapkan memberikan tingkat pengembalian investasi yang menarik melalui penjualan listrik kepada PLN dan penerimaan tipping fee dari pemerintah daerah.

Selain aspek teknis dan keuangan, dampak sosial dari proyek ini juga signifikan. Selama masa konstruksi yang berlangsung hingga 2027, diperkirakan akan tercipta sekitar 1.200 lapangan kerja hijau, meliputi tenaga ahli lingkungan, insinyur, operator alat berat, serta tenaga kerja lokal yang akan dilibatkan melalui program pemberdayaan masyarakat. Setelah beroperasi, fasilitas ini akan menyerap tenaga kerja tetap sebanyak 250 orang untuk operasional dan pemeliharaan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi sektor informal seperti pemulung dan pengepul sampah yang akan terintegrasi dalam rantai pasok sampah kota.

Gubernur Bali dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama mengungkapkan bahwa proyek PSEL Denpasar Raya merupakan jawaban atas darurat sampah yang telah mengancam citra pariwisata Pulau Dewata. Setiap hari, kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) menghasilkan sekitar 1.200 ton sampah, dan sebagian besar berakhir di TPA Suwung yang kini nyaris overload. Dengan adanya fasilitas ini, pemerintah optimistis mampu mengurangi ketergantungan pada TPA konvensional dan secara bertahap menutup praktik open dumping yang tidak ramah lingkungan.

Proyek ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang menilai bahwa teknologi PSEL sejalan dengan target pengurangan emisi gas rumah kaca nasional dan pencapaian Nationally Determined Contributions (NDC) pada tahun 2030. Audit lingkungan hidup telah dilakukan, dan hasilnya menyatakan bahwa proyek ini layak secara ekologis dengan kewajiban menerapkan sistem pemantauan emisi secara real-time. Masyarakat di sekitar lokasi proyek juga akan dilibatkan dalam pengawasan melalui komite pemantau yang akan dibentuk sebelum fase konstruksi dimulai.

Keberhasilan proyek PSEL Denpasar Raya akan menjadi model bagi kota-kota besar lain di Indonesia yang menghadapi masalah serupa, seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan. Dengan rampungnya fasilitas ini pada 2027, Indonesia tidak hanya mendapatkan tambahan pasokan listrik dari sumber terbarukan, tetapi juga memperoleh solusi konkret terhadap krisis sampah yang kian kompleks. Semua pihak berharap agar tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal dan tidak mengalami kendala birokrasi maupun pendanaan yang berarti.

[TAGS]: PSEL Denpasar, Danantara, investasi hijau, lapangan kerja, pengelolaan sampah [SOCIAL_TWEET]: Proyek PSEL Denpasar Raya dengan investasi Rp3 triliun resmi dimulai, target rampung 2027 dan ciptakan 1.200 lapangan kerja hijau! #PSEL #Bali [SOCIAL_FB]: ♻️ Kabar baik untuk Bali! Proyek PSEL Denpasar Raya digarap Danantara telah dimulai. Nilai investasi Rp3 triliun, target selesai 2027, dan akan serap 1.200 tenaga kerja. Sampah jadi listrik, lingkungan pun lestari. Simak detailnya! [SOCIAL_TG]: 🌱 Proyek PSEL Denpasar Raya resmi groundbreaking. Investasi Rp3 triliun, target operasi 2027. Sampah Sarbagita akan diubah jadi listrik 20 MW. 1.200 lapangan kerja hijau siap tercipta. [SOCIAL_THREADS]: Proyek PSEL Denpasar Raya dimulai. Danantara jadi motor investasi Rp3 triliun. Target rampung 2027. Ini bukan sekadar solusi sampah, tapi juga penyediaan energi bersih dan ribuan lapangan kerja. Bali makin hijau. 🌍

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User