Muktamar PBNU di Jombang Akhir Agustus, Keputusan Rapat Gabungan

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah memutuskan untuk menggelar Muktamar ke-34 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus tahun ini. Keputusan penting ini dihasilkan...

Jul 11, 2026 - 16:25
0 0
Muktamar PBNU di Jombang Akhir Agustus, Keputusan Rapat Gabungan

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah memutuskan untuk menggelar Muktamar ke-34 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus tahun ini. Keputusan penting ini dihasilkan setelah melalui rapat gabungan antara jajaran Syuriah dan Tanfidziyah yang berlangsung tertutup di gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada pekan lalu. Forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia itu menyepakati bahwa Jombang sebagai tempat kelahiran pendiri NU, KH. Hasyim Asy'ari, menjadi lokasi yang sarat makna historis dan spiritual untuk menyelenggarakan muktamar lima tahunan tersebut.

Menurut keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Sekretaris Jenderal PBNU, rapat gabungan berlangsung selama dua hari dengan agenda utama membahas kesiapan organisasi menghadapi regenerasi kepemimpinan dan penyusunan program kerja untuk masa khidmah 2026-2031. Sejumlah nama calon ketua umum mulai disebut-sebut, namun PBNU menegaskan bahwa segala proses pemilihan akan mengikuti mekanisme muktamar dan sama sekali tidak akan diintervensi oleh pihak luar. Rapat Syuriah yang dipimpin oleh KH. Miftachul Akhyar turut memberikan arahan agar muktamar berlangsung dengan semangat ukhuwah islamiyah dan menjauhi polarisasi yang dapat memecah belah jamaah.

Pemilihan Jombang sebagai tuan rumah bukan hanya simbolis, tetapi juga strategis. Infrastruktur pendukung seperti akses tol Trans-Jawa dan Bandara Internasional Juanda di Surabaya memudahkan para muktamirin dari seluruh Indonesia dan perwakilan cabang luar negeri untuk hadir. PBNU juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jombang dan Polda Jawa Timur untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama acara, yang diperkirakan akan dihadiri oleh lebih dari 20.000 peserta dan tamu undangan, termasuk Presiden dan Wakil Presiden RI.

Selain memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masa bakti baru, Muktamar juga akan membahas isu-isu strategis keumatan, seperti penguatan ekonomi umat melalui koperasi pesantren, digitalisasi layanan pendidikan ma'arif, serta strategi dakwah inklusif di tengah tantangan era disrupsi informasi. PBNU juga berencana menggelar sidang komisi yang akan merumuskan rekomendasi untuk pemerintah mengenai kebijakan publik yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat, khususnya di bidang agraria, ketenagakerjaan, dan perlindungan pekerja migran.

Keputusan rapat gabungan tersebut juga menetapkan bahwa panitia lokal akan dipimpin oleh kader NU setempat dengan dukungan penuh dari PBNU pusat. Ketua panitia pengarah yang akan segera diumumkan dijadwalkan untuk melakukan konsolidasi awal bulan depan dengan mengundang seluruh pengurus wilayah dan cabang se-Indonesia agar muktamar dapat terlaksana secara tertib dan demokratis. Seluruh dokumen tata tertib muktamar, termasuk rancangan AD/ART yang akan dibahas, telah disiapkan oleh tim formatur dan akan disebarluaskan kepada pemilik suara pada satu bulan sebelum acara dimulai.

Tanggal pastinya masih menunggu penyesuaian dengan agenda kenegaraan, namun diperkirakan muktamar akan berlangsung selama empat hari, dimulai pada akhir Agustus. Rangkaian acara akan meliputi pembukaan, sidang pleno, pemilihan ketua, dan penutupan dengan istighosah akbar yang akan diikuti oleh warga NU dari berbagai daerah. PBNU mengimbau agar seluruh kader menjaga ketertiban dan menghindari kampanye di luar jalur yang telah ditentukan demi menjaga marwah organisasi.

Muktamar kali ini juga akan menjadi momen evaluasi atas capaian program PBNU lima tahun terakhir, termasuk pengelolaan dana haji, pengembangan rumah sakit NU, dan revitalisasi Universitas Nahdlatul Ulama. Publik dan media massa akan diberikan akses terbatas sesuai protokol yang telah disusun, dengan tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. PBNU berharap muktamar di Jombang ini tidak hanya menghasilkan pemimpin baru yang amanah, tetapi juga mencerminkan kekuatan dan persatuan NU sebagai pilar peradaban Islam Nusantara.

[TAGS]: PBNU, muktamar, Jombang, Tebuireng, Nahdlatul Ulama [SOCIAL_TWEET]: PBNU tetapkan Muktamar ke-34 di Jombang akhir Agustus. Keputusan diambil setelah rapat gabungan Syuriah dan Tanfidziyah. #PBNU #MuktamarNU [SOCIAL_FB]: 🕌 Muktamar PBNU ke-34 akan digelar di Tebuireng, Jombang, akhir Agustus! Let's go back to the roots. Hasil rapat gabungan menyepakati lokasi bersejarah ini sambil membahas isu strategis umat. Simak liputan lengkapnya di sini. [SOCIAL_TG]: 📿 Keputusan resmi: Muktamar PBNU ke-34 di Jombang akhir Agustus. Rapat Syuriah-Tanfidziyah di PBNU Pusat menyetujui Tebuireng sebagai tuan rumah. Akan bahas kepemimpinan, ekonomi umat, dan digitalisasi pesantren. [SOCIAL_THREADS]: PBNU resmi menggelar Muktamar di Jombang, akhir Agustus. Tempatnya di Tebuireng, tanah kelahiran KH Hasyim Asy'ari. Setelah rapat gabungan Syuriah-Tanfidziyah, semua setuju: saatnya NU kembali ke akar sejarah sambil menyongsong masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User