Pramono Dorong Kuota Khitanan Massal DKI Berlipat Pada 2027

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendorong penambahan sasaran khitanan massal secara signifikan pada tahun anggaran 2027. Dalam acara pelepasan peserta Khitanan Massal di Balai Kota DKI Jakarta, K...

Jul 11, 2026 - 16:26
0 0
Pramono Dorong Kuota Khitanan Massal DKI Berlipat Pada 2027

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendorong penambahan sasaran khitanan massal secara signifikan pada tahun anggaran 2027. Dalam acara pelepasan peserta Khitanan Massal di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/6/2025), Pramono meminta agar kuota tahun depan dilipatgandakan dari 5.000 menjadi 12.000 anak. Program tahunan yang digagas PAM Jaya bersama Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta ini dinilai sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan kebersihan reproduksi anak usia sekolah.

Kolaborasi PAM Jaya – PKK
Khitanan massal gratis ini telah berlangsung sejak 2018, namun skala besar baru dimulai pasca pandemi. Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang diintegrasikan dengan program pemberdayaan masyarakat. “Tahun ini total 5.000 anak dari lima wilayah kota dan satu kabupaten administratif terlayani. Kami menyediakan tenaga medis, obat-obatan, dan transportasi antar-jemput, sementara PKK melakukan pendataan dan pendampingan keluarga,” ujarnya. Total anggaran pada 2025 mencapai Rp7,8 miliar, bersumber dari dana CSR PAM Jaya dan donasi sejumlah BUMD.

Alasan Dorongan Peningkatan
Gubernur Pramono mengungkapkan beberapa alasan permintaannya. Pertama, data Dinas Kesehatan DKI mencatat setiap tahun terdapat sekitar 78.000 anak laki-laki usia 5–12 tahun yang membutuhkan khitan, namun baru sekitar 6 persen yang terlayani program gratis pemerintah dan CSR. Sisanya bergantung pada biaya mandiri yang tidak terjangkau oleh keluarga miskin. “Masih banyak anak di pemukiman padat, rumah susun, dan pulau-pulau di Kepulauan Seribu yang belum mendapatkan akses khitan yang aman dan higienis,” kata Pramono. Kedua, peningkatan ini sejalan dengan visi Jakarta menuju kota global yang sehat; khitan terbukti menurunkan risiko infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual di kemudian hari. Ketiga, momentum 500 tahun Jakarta pada 2027 bisa menjadi tonggak akselerasi layanan kesehatan preventif.

Respons dan Koordinasi
Ketua TP PKK DKI, Fery Farhati, menyambut baik permintaan tersebut dan menyatakan bahwa PKK siap menambah jumlah kader di lapangan untuk pendataan dan pengawalan. PAM Jaya juga menyatakan optimis dapat melipatgandakan cakupan dengan menggandeng rumah sakit swasta dan organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jakarta. Rencana konkret akan dimasukkan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah (Rakorbang) 2026.

Dengan peningkatan kuota, khitanan massal di Jakarta diharapkan bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan bagian integral dari jaminan kesehatan masyarakat yang inklusif.

\n\n[TAGS]: khitanan massal Jakarta, Pramono Anung, PAM Jaya, PKK DKI, kuota khitan 2027, kesehatan anak, CSR Jakarta\n[SOCIAL_TWEET]: Gubernur Pramono minta kuota khitanan massal DKI naik ke 12.000 anak di 2027. Akses kesehatan preventif jadi prioritas. Simak kolaborasi PAM Jaya – PKK. #JakartaSehat #KhitananMassal\n[SOCIAL_FB]: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong target khitanan massal tahun 2027 naik lebih dari dua kali lipat—dari 5.000 menjadi 12.000 anak. Program yang digagas PAM Jaya dan PKK ini menyasar warga kurang mampu di seluruh Jakarta. Apa latar belakangnya dan bagaimana kesiapan tim? Simak laporan kami.\n[SOCIAL_TG]: Khitanan massal Jakarta bakal ditingkatkan besar-besaran. Target 12.000 anak di 2027. Baca penjelasan lengkap dari Pramono dan PAM Jaya.\n[SOCIAL_THREADS]: Pramono minta kuota khitanan massal DKI dobel di 2027! Sekarang baru 5.000 anak, targetnya 12.000. Kenapa? Simak di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User