Pramono Anung Resmikan Halte Transjakarta Jaga Jakarta di Senen

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi mengoperasikan Halte Transjakarta Jaga Jakarta di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Senin, 8 September 2

Jul 08, 2026 - 15:18
0 0
Pramono Anung Resmikan Halte Transjakarta Jaga Jakarta di Senen

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi mengoperasikan Halte Transjakarta Jaga Jakarta di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Senin, 8 September 2025. Peresmian ini menandai babak baru revitalisasi transportasi publik ibu kota yang menitikberatkan pada aspek keamanan, aksesibilitas, dan kenyamanan pengguna. Berdasarkan pantauan di lokasi, Pramono Anung tiba pukul 09.30 WIB dan langsung meninjau sejumlah fasilitas yang telah rampung dibangun.

Kronologi Proses Revitalisasi Halte

  1. 22 Mei 2025: Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengumumkan program "Jaga Jakarta" sebagai respons terhadap maraknya laporan kejahatan dan ketidaknyamanan di halte Transjakarta pada jam sibuk.
  2. 1 Juni – 31 Agustus 2025: Tahap konstruksi meliputi pemasangan 32 unit kamera CCTV berteknologi pengenal wajah (facial recognition), penambahan 12 titik tombol darurat (panic button) yang terhubung langsung dengan Command Center Transjakarta, dan peningkatan pencahayaan dari 200 lux menjadi 500 lux di seluruh area halte.
  3. 7 September 2025: Uji coba operasional terbatas melibatkan 150 penumpang. Data pra-peresmian menunjukkan reduksi titik gelap sebesar 85% dan peningkatan persepsi keamanan pengguna dari skor 3,2 menjadi 4,5 (skala 5).
  4. 8 September 2025 pukul 10.00 WIB: Gubernur menekan tombol sirine virtual, menandai pengoperasian penuh halte. Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan, Direktur Utama Transjakarta, dan perwakilan Komunitas Pengguna Transportasi Jakarta.

Spesifikasi Teknis dan Fitur Unggulan

Halte ini menjadi purwarupa (prototype) pertama dari 5 halte prioritas yang didanai melalui mekanisme Surat Berharga Syariah Daerah (Sukuk) senilai Rp127 miliar. Beberapa data penting terkait infrastruktur halte:

  • Luas total: 480 m² (meningkat 45% dari luas sebelumnya 330 m²).
  • Kapasitas: 180 penumpang (waktu tunggu rata-rata turun dari 7 menit menjadi 4 menit pada jam sibuk).
  • Aksesibilitas: Dilengkapi 2 lift untuk prioritas, 3 ramp dengan kemiringan 7°, dan 12 kursi prioritas berbahan daur ulang.
  • Teknologi: Papan informasi waktu kedatangan bus (passenger information display/PID) dengan akurasi 98,5% dan integrasi ke aplikasi JakLingko.

Dampak dan Target Keberlanjutan

Usai peresmian, Pramono Anung menyampaikan keterangan resmi pukul 10.45 WIB. Data yang dirilis Dishub DKI: tingkat kriminalitas di halte-halte koridor 2 (Pulogadung–Monas) tercatat turun 12% sejak pemasangan awal CCTV fase uji coba, sementara volume penumpang harian di Halte Senen diproyeksikan naik dari 8.500 menjadi 11.000 orang. Pramono menegaskan, "Ini bukan seremoni. Angka keamanan dan kenyamanan harus terukur dan diaudit triwulanan."

Audit internal Transjakarta akan dimulai Desember 2025 untuk menakar dampak program terhadap kepuasan pelanggan dan angka okupansi bus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User