Oct 08, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Prabowo Dorong BUMN Akuisisi Perusahaan Dunia demi Teknologi

Presiden Prabowo Subianto membuka peta baru strategi ekonomi nasional dengan dua agenda besar: akuisisi perusahaan asing oleh badan usaha milik negara dan percepatan proyek hilirisasi. Kedua agenda it...

Prabowo Dorong BUMN Akuisisi Perusahaan Dunia demi Teknologi

Presiden Prabowo Subianto membuka peta baru strategi ekonomi nasional dengan dua agenda besar: akuisisi perusahaan asing oleh badan usaha milik negara dan percepatan proyek hilirisasi. Kedua agenda itu disampaikan dalam satu kesempatan, menegaskan bahwa penguasaan teknologi kini menjadi prioritas utama pemerintahan.

Rencana pembelian perusahaan-perusahaan global disebut sebagai salah satu jalur agar Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar bagi produk teknologi asing. Dengan memiliki entitas di luar negeri, BUMN diharapkan memperoleh akses langsung terhadap riset, paten, rantai pasok, hingga jaringan distribusi global. Pendekatan ini berbeda dari pola konvensional yang selama ini lebih mengandalkan lisensi atau kemitraan asing.

Bersamaan dengan itu, kepala negara mengungkapkan bahwa Danantara akan menggenjot 26 proyek hilirisasi. Angka tersebut menunjukkan perluasan signifikan dari agenda pengolahan sumber daya alam yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional.

Jalur Akuisisi Global dan Pertanyaan Kecepatan

Berdasarkan verifikasi terhadap model serupa di sejumlah negara, akuisisi menawarkan keunggulan kecepatan. Membangun riset dan teknologi dari nol membutuhkan waktu bertahun-tahun serta investasi yang besar. Membeli perusahaan yang sudah memiliki teknologi matang memungkinkan transfer keahlian berlangsung jauh lebih cepat.

Namun, model ini membawa risiko yang tidak kecil. Kebutuhan pendanaan yang besar dapat membebani neraca keuangan BUMN, terutama jika akuisisi dibiayai lewat utang. Integrasi budaya perusahaan antara induk dan anak usaha asing juga kerap menjadi titik kegagalan. Selain itu, regulasi di negara tujuan dapat membatasi transfer teknologi tertentu, sehingga pembelian aset tidak otomatis berarti penguasaan pengetahuan.

Bukti dari pengalaman internasional menunjukkan bahwa akuisisi tanpa skema transfer teknologi yang jelas sering berakhir pada kepemilikan aset tanpa penguasaan kemampuan inti. Karena itu, keberhasilan rencana ini sangat bergantung pada desain mekanisme pasca-akuisisi, termasuk program pelatihan tenaga kerja dalam negeri dan penempatan insinyur Indonesia di pusat riset perusahaan yang dibeli.

26 Proyek Hilirisasi dan Peran Danantara

Di sisi hilirisasi, 26 proyek yang akan digenjot Danantara menandakan komitmen memperkuat pengolahan komoditas di dalam negeri. Hilirisasi bertujuan menghentikan ketergantungan pada ekspor bahan mentah yang nilai tambahnya rendah, sekaligus membangun industri pengolahan yang menyerap tenaga kerja.

Danantara berperan sebagai kendaraan investasi negara yang mengalokasikan modal untuk proyek-proyek bernilai tambah tinggi. Dengan 26 proyek yang berjalan, lembaga ini diharapkan mampu menghubungkan kebutuhan pembiayaan industri hilir dengan sumber dana jangka panjang.

Data menunjukkan hilirisasi berpotensi menggandakan nilai ekspor komoditas karena produk olahan memiliki harga jual jauh lebih tinggi dibanding bahan mentah. Namun, capaian tersebut hanya terwujud jika infrastruktur energi, logistik, dan pasar tujuan turut disiapkan secara paralel.

Konsistensi Strategi dan Tantangan Eksekusi

Kedua agenda ini saling melengkapi. Akuisisi perusahaan dunia dapat memasok teknologi bagi industri hilir, sementara proyek hilirisasi menyediakan basis permintaan domestik yang membuat investasi teknologi menjadi layak secara ekonomi. Kombinasi keduanya membentuk siklus yang diharapkan mempercepat transformasi industri nasional.

Kendati demikian, eksekusi tetap menjadi variabel penentu. Sejarah menunjukkan banyak kebijakan strategis gagal bukan karena arahnya keliru, melainkan karena lemahnya implementasi di lapangan. Koordinasi antarlembaga, transparansi pengelolaan dana, dan tata kelola BUMN yang bersih menjadi syarat mutlak agar dua agenda besar ini berjalan sesuai rencana.

Dengan rencana 26 proyek hilirisasi dan strategi akuisisi global, pemerintah menaruh harapan besar pada BUMN sebagai agen pembangunan. Keberhasilan akhirnya akan diukur dari kemampuan mengelola risiko, menjaga disiplin fiskal, dan memastikan setiap langkah benar-benar membawa teknologi ke dalam negeri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User