Port dan Starboard: Sistem Navigasi yang Menghindari Kebingungan

Dalam dunia maritim, istilah "kiri" dan "kanan" nyaris tidak pernah digunakan untuk menyebut sisi kapal. Sebagai gantinya, pelaut menggunakan kata port dan starboard. Berdasarkan verifikasi terhadap s...

Port dan Starboard: Sistem Navigasi yang Menghindari Kebingungan

Dalam dunia maritim, istilah "kiri" dan "kanan" nyaris tidak pernah digunakan untuk menyebut sisi kapal. Sebagai gantinya, pelaut menggunakan kata port dan starboard. Berdasarkan verifikasi terhadap sejarah navigasi dan praktik pelayaran modern, klaim bahwa istilah ini lahir dari sejarah kemudi dan dipertahankan demi mencegah salah tafsir adalah fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Asal Usul Historis: Dari Kemudi ke Sisi Kapal

Faktanya adalah, istilah starboard berasal dari bahasa Inggris kuno steorbord, yang berarti sisi kapal tempat kemudi berada. Pada masa kapal kayu dengan dayung kemudi di sisi kanan, pelaut menyebut sisi tersebut sebagai steorbord. Kata ini kemudian berevolusi menjadi starboard dalam bahasa Inggris modern. Sementara itu, sisi kiri disebut larboard, yang berasal dari kata ladebord atau sisi tempat muatan dimuat. Namun, karena kata larboard terdengar mirip dengan starboard saat diteriakkan di tengah badai, maka pada abad ke-19 istilah port menggantikannya. Data menunjukkan bahwa perubahan ini diresmikan oleh Angkatan Laut Inggris pada tahun 1844, dan kemudian diadopsi secara internasional melalui konvensi maritim.

Klaim bahwa istilah ini dipertahankan demi mencegah salah tafsir dalam navigasi modern memiliki dasar kuat. Dalam sistem komunikasi kapal, perintah seperti "belok ke port" atau "jaga jarak dari starboard" bersifat absolut, tidak bergantung pada arah hadap awak kapal. Berbeda dengan kata "kiri" dan "kanan" yang berubah makna tergantung posisi orang yang berbicara, port dan starboard selalu merujuk pada sisi kapal itu sendiri. Hal ini penting dalam situasi darurat ketika perintah harus dipahami tanpa ambiguitas oleh seluruh kru, terlepas dari posisi mereka di kapal.

Verifikasi Praktik Modern: Standar Internasional

Sumber resmi seperti International Maritime Organization (IMO) dan publikasi dari International Association of Lighthouse Authorities (IALA) menegaskan bahwa penggunaan port dan starboard adalah standar wajib dalam semua komunikasi navigasi. Misalnya, dalam aturan lalu lintas laut (COLREGs), istilah ini digunakan untuk menentukan hak jalan antar kapal. Jika dua kapal saling mendekat, aturan menyebutkan bahwa kapal yang melihat sisi starboard kapal lain harus memberi jalan. Tidak ada satu pun aturan yang menggunakan kata "kiri" atau "kanan" karena berisiko menimbulkan kesalahan interpretasi.

Data menunjukkan bahwa sistem ini juga diterapkan pada lampu navigasi. Kapal memiliki lampu merah di sisi port dan lampu hijau di sisi starboard. Pelaut yang melatih ingatan visual menggunakan frasa seperti "ada anggur merah di kiri" untuk mengingat bahwa lampu merah berada di sisi port. Namun, dalam komunikasi resmi, istilah kiri dan kanan tetap dihindari. Berdasarkan verifikasi terhadap manual pelatihan pelaut dari berbagai negara, termasuk Indonesia, penggunaan port dan starboard adalah bagian dari kurikulum wajib sejak pendidikan dasar kepelautan.

Kesimpulan: Bukan Sekadar Tradisi, Melainkan Kebutuhan Operasional

Bertentangan dengan anggapan bahwa istilah ini hanyalah peninggalan kuno, faktanya adalah bahwa port dan starboard tetap relevan karena alasan fungsional. Dalam kapal modern dengan sistem kemudi otomatis dan komunikasi digital, kejelasan perintah tetap menjadi prioritas. Klaim bahwa istilah ini dipertahankan demi mencegah salah tafsir adalah benar dan tidak menyesatkan. Meskipun beberapa kapal rekreasi mungkin menggunakan kata "kiri" dan "kanan" dalam percakapan informal, semua prosedur resmi, dokumen pelayaran, dan komunikasi radio wajib menggunakan istilah port dan starboard.

Kesimpulannya, berdasarkan verifikasi dari sumber sejarah dan standar internasional, penggunaan port dan starboard bukan sekadar tradisi, melainkan sistem yang dirancang untuk menghilangkan ambiguitas dalam navigasi. Data menunjukkan bahwa sistem ini telah terbukti efektif selama lebih dari satu abad dan tetap menjadi bagian integral dari keselamatan pelayaran. Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan mengapa pelaut tidak menggunakan kata kiri dan kanan adalah karena istilah tersebut tidak memberikan referensi yang tetap, sedangkan port dan starboard memberikan kepastian mutlak yang dibutuhkan dalam operasi kapal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User