Sep 16, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

PONTIANAK — Tongkang Jadi Tumpuan Warga Dapatkan Pasokan Air Tawar

Suasana di sekitar Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nipah Kuning Dalam, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mendadak dipenuhi kesibukan tak biasa. Deretan jeri

PONTIANAK — Tongkang Jadi Tumpuan Warga Dapatkan Pasokan Air Tawar

Suasana di sekitar Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nipah Kuning Dalam, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mendadak dipenuhi kesibukan tak biasa. Deretan jeriken kosong dan drum plastik berjejer di atas geladak sebuah tongkang kayu sederhana. Ratusan warga bergantung pada sarana penyeberangan ini demi mengamankan komoditas paling mendasar bagi kelangsungan hidup mereka: air tawar bersih. Di tengah kepungan perairan sungai yang luas, ironi keterbatasan air bersih justru menghantam kawasan ibu kota provinsi tersebut.

Tim penelusuran Lurusin.com mencatat bahwa penggunaan armada tongkang ini bukan sekadar aktivitas transportasi harian biasa, melainkan cermin nyata dari rentannya ketahanan krisis air di wilayah pesisir. Fenomena tahunan berupa intrusi air laut yang melanda Sungai Kapuas saat musim kemarau telah merusak kualitas air baku tanah dan sungai, memaksa jaringan distribusi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) melumpuh atau mengalami penurunan kapasitas produksi secara drastis.

Dampak Intrusi Air Laut dan Salinitas Tinggi

Krisis ini berakar dari masuknya air asin dari wilayah muara menuju ke hulu Sungai Kapuas. Ketika debit air tawar dari hulu menyusut tajam akibat curah hujan yang minim, kadar garam (salinitas) pada titik penyerapan air baku milik PDAM melambung tinggi hingga jauh melewati batas aman untuk dikonsumsi masyarakat.

IPA Nipah Kuning Dalam menjadi salah satu benteng pertahanan terakhir yang masih mampu mengolah dan menyediakan air tawar dengan kadar garam yang relatif aman. Dampaknya, jaringan pipa darat ke pemukiman warga terganggu atau hanya mengalirkan air berasa payau yang tidak layak untuk diminum maupun memasak. Tongkang pun akhirnya disiagakan sebagai moda mobilitas darurat untuk menjembatani warga dari seberang sungai menuju ke sumber air bersih tersebut.

Jeritan Warga di Atas Geladak Tongkang

Raut lelah memancar jelas dari wajah para warga yang harus mengantre berjam-jam di bawah terik matahari. Mengangkut puluhan liter air menggunakan jeriken dari atas geladak kapal menuju pemukiman bukanlah pekerjaan yang ringan, terutama bagi kaum lansia dan kaum perempuan.

"Sudah hampir dua minggu air PDAM di rumah rasanya asin sekali dan sering mati total. Kami tidak ada pilihan lain selain naik tongkang ke Nipah Kuning ini untuk ambil air tawar. Kalau harus beli air galon terus-menerus, uang belanja dapur kami bisa habis," ungkap Hasanah (48), salah satu warga Kecamatan Pontianak Barat yang ditemui di lokasi penyeberangan.

Evaluasi Infrastruktur dan Solusi Jangka Panjang

Hasil analisis di lapangan menunjukkan bahwa ketergantungan pada solusi sementara seperti perahu atau tongkang mengindikasikan perlunya pembenahan mendasar pada sistem manajemen tata kelola air baku di Kota Pontianak. Solusi struktural jangka panjang tidak bisa lagi ditunda mengingat fenomena cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Berikut adalah poin-poin kunci terkait krisis air bersih di Pontianak:

  • Intrusi Air Laut: Peningkatan kadar salinitas air Sungai Kapuas melebihi ambang batas konsumsi akibat kemarau panjang.
  • Kelumpuhan Distribusi: Ribuan rumah tangga mengalami krisis air tawar karena pasokan pipa PDAM berubah menjadi rasa payau/asin.
  • Mobilisasi Darurat: Penggunaan tongkang kayu menjadi jalur nadi utama warga untuk mengambil air langsung dari IPA Nipah Kuning Dalam.
  • Desakan Infrastruktur: Pentingnya percepatan pembangunan reservoar penampungan air tawar skala besar serta teknologi desalinasi yang efisien.

Pemerintah Daerah dan manajemen penyedia air bersih dituntut tidak hanya sigap memberikan respons darurat saat krisis terjadi, tetapi juga harus transparan mengenai peta jalan mitigasi bencana kekeringan di masa depan. Tanpa langkah konkret dan ketegasan penataan sumber daya air, bayang-bayang kesulitan air tawar akan terus menyelimuti warga Pontianak setiap kali musim kemarau tiba.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User