Petrokimia Gresik Perkuat Transformasi dan Keberlanjutan di HUT ke-54
PT Petrokimia Gresik, anggota holding BUMN pupuk terintegrasi PT Pupuk Indonesia (Persero), memasuki babak baru dalam perjalanan korporasinya seiring perin
PT Petrokimia Gresik, anggota holding BUMN pupuk terintegrasi PT Pupuk Indonesia (Persero), memasuki babak baru dalam perjalanan korporasinya seiring peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 pada awal tahun ini. Dengan mengusung tema transformasi dan keberlanjutan, perseroan yang berbasis di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu tidak sekadar merayakan pencapaian historis, melainkan menegaskan komitmen terhadap pembaruan fundamental di lini bisnis dan operasional.
Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, dalam pernyataan resminya menekankan bahwa transformasi yang tengah dijalankan bersifat menyeluruh — mulai dari digitalisasi proses produksi, optimalisasi rantai pasok, hingga penguatan tata kelola berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). "Transformasi digital dan penerapan prinsip ESG bukan lagi sekadar tren, melainkan syarat mutlak bagi industri pupuk untuk tetap relevan dan kompetitif di tengah disrupsi global," ujar Dwi Satriyo. Ia menambahkan bahwa perseroan tengah mengakselerasi integrasi teknologi informasi di seluruh pabrik dan sistem distribusi guna meningkatkan efisiensi sekaligus menjawab tuntutan pasar yang semakin dinamis.
Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan menjadi sorotan utama. Petrokimia Gresik telah menerapkan sistem manajemen energi dan pengelolaan limbah terpadu di kompleks pabriknya. Pemanfaatan gas buang sebagai bahan baku, penurunan intensitas emisi karbon, serta pengembangan pupuk hayati dan organik menunjukkan arah strategis perseroan menuju industri yang lebih hijau. Hal ini sejalan dengan peta jalan dekarbonisasi Pupuk Indonesia yang menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 30% pada tahun 2030.
Di sisi bisnis, Petrokimia Gresik mencatatkan kinerja operasional yang solid. Sepanjang tahun 2025, perseroan memproduksi sekitar 5,8 juta ton pupuk, meningkat 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan bersih konsolidasian tercatat tumbuh menjadi Rp32,4 triliun, dengan kontribusi laba bersih mencapai Rp2,3 triliun. Penguatan tersebut tidak lepas dari optimalisasi pabrik, efisiensi bahan baku, dan diversifikasi produk non-subsidi yang menyasar segmen komersial dan ekspor.
Transformasi Operasional dan Digital
Digitalisasi menjadi tulang punggung transformasi Petrokimia Gresik. Perseroan telah mengimplementasikan sistem enterprise resource planning (ERP) generasi terbaru yang mengintegrasikan fungsi keuangan, produksi, logistik, dan pemasaran. Pabrik-pabrik dilengkapi sensor Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kondisi mesin secara real-time, sehingga mampu memprediksi kebutuhan pemeliharaan dan mencegah downtime. Hasilnya, overall equipment effectiveness (OEE) pabrik naik dari 72% pada 2023 menjadi 85% di 2025.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam rantai pasok memungkinkan perseroan meramalkan permintaan pupuk berdasarkan data historis, pola tanam, dan cuaca. Selain itu, aplikasi mobile untuk mitra distribusi dan kios pupuk memangkas birokrasi penyaluran subsidi, menjadikan distribusi lebih transparan dan tepat sasaran.
Fokus Keberlanjutan Lingkungan
Petrokimia Gresik mempercepat transisi menuju ekonomi sirkular. Pabrik asam fosfat dan asam sulfat kini memanfaatkan kembali lebih dari 90% air limbah yang diolah, mengurangi beban pencemaran ke Kali Lamong. Penggunaan bahan bakar alternatif dari biomassa juga mulai diujicobakan di unit produksi tertentu, menggantikan sebagian ketergantungan pada gas alam. Selain itu, perseroan menginisiasi program penanaman 100.000 pohon bakau di pesisir Gresik sebagai bagian dari komitmen offset karbon.
Dari portofolio produk, inovasi pupuk hayati seperti PetroBio dan pupuk organik granul semakin digenjot. Produk-produk ini mendukung pertanian regeneratif yang mampu memperbaiki struktur tanah dan mengurangi emisi nitrat oksida dari lahan sawah. "Keberlanjutan adalah tentang bagaimana kami memproduksi pupuk, bukan hanya untuk satu musim tanam, melainkan untuk generasi petani berikutnya," kata Dwi Satriyo.
Dampak bagi Ketahanan Pangan Nasional
Sebagai pemasok utama pupuk bersubsidi yang menguasai sekitar 40% pangsa pasar nasional, kinerja Petrokimia Gresik sangat vital bagi stabilitas pasokan pangan. Transformasi yang dilakukan diyakini mampu mempertajam keandalan pasokan, khususnya di wilayah sentra produksi beras seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lampung. Dalam dua tahun terakhir, perseroan berhasil memangkas waktu tunggu distribusi pupuk dari rata-rata 14 hari menjadi 7 hari, sehingga petani dapat menerima pupuk tepat waktu pada musim tanam.
Kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan lembaga penelitian juga diperkuat melalui program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat), yang membimbing petani menggunakan pupuk berimbang dan teknologi budidaya. Hingga akhir 2025, program ini telah menjangkau 75.000 hektare lahan sawah dan meningkatkan produktivitas rata-rata hingga 20%.
| Indikator | 2023 | 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Produksi Pupuk (juta ton) | 5,2 | 5,8 | +12% |
| Emisi Karbon (ton CO₂eq/juta ton pupuk) | 1,8 | 1,5 | -17% |
| Efisiensi Energi (GJ/ton produk) | 8,7 | 7,9 | -9,2% |
| OEE Pabrik (%) | 72 | 85 | +13 poin |
| Laba Bersih (triliun Rp) | 1,9 | 2,3 | +21% |
Perjalanan Petrokimia Gresik di usia ke-54 menunjukkan bahwa korporasi BUMN strategis ini tidak hanya menjaga amanah produksi pupuk nasional, tetapi juga menyiapkan fondasi untuk bersaing di era industri yang semakin hijau dan berbasis data. Sinergi antara inovasi, keberlanjutan, dan ketahanan pangan akan terus menjadi kompas strategi perseroan ke depan.
[SOCIAL_TWEET]: Petrokimia Gresik genap 54 tahun dan terus pacu transformasi digital serta keberlanjutan. Produksi naik 12%, emisi turun 17% — bukti nyata industri pupuk makin efisien dan hijau. #PetrokimiaGresik54 #TransformasiBisnis #Keberlanjutan #KetahananPangan [SOCIAL_TG]: HUT ke-54 Petrokimia Gresik: Transformasi dan Keberlanjutan Jadi Sorotan Produksi pupuk naik ke 5,8 juta ton, emisi karbon turun 17%, efisiensi energi membaik. Digitalisasi dan ESG bukan sekadar jargon — ini strategi nyata untuk pertanian Indonesia yang lebih hijau dan produktif. #PetrokimiaGresik #HUT54 #TransformasiIndustri #PupukIndonesia Aksinya? Pabrik makin cerdas dengan IoT, rantai pasok pakai AI, dan emisi karbon turun 17%. Hasilnya: petani terima pupuk lebih cepat, biaya lebih efisien, dan lingkungan tetap terjaga. 🌱 Di balik angka, ada komitmen serius. ESG bukan tempelan, tapi cara baru berbisnis. Petrokimia Gresik buktikan industri berat bisa makin hijau sambil tetap untung. 💚 Baca kisah selengkapnya dari pabrik pupuk terbesar di Indonesia ini. Link di bio. 🧵
Comments (0)