Peredaran Uang Tumbuh Dua Digit, Likuiditas RI Sentuh Rp 10.415 Triliun

Lurusin.com — Otoritas moneter mencatat lonjakan signifikan pada likuiditas perekonomian tanah air. Jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2026 dilaporkan menembus angka Rp 10.415,9 tril

Jul 08, 2026 - 06:15
0 0
Peredaran Uang Tumbuh Dua Digit, Likuiditas RI Sentuh Rp 10.415 Triliun

Lurusin.com — Otoritas moneter mencatat lonjakan signifikan pada likuiditas perekonomian tanah air. Jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2026 dilaporkan menembus angka Rp 10.415,9 triliun. Angka ini merefleksikan pertumbuhan tahunan sebesar 10,8% (year-on-year/yoy), akselerasi yang cukup solid setelah bulan sebelumnya hanya mencatatkan kenaikan 9,2% (yoy).

Pendorong Utama Ekspansi Likuiditas

Berdasarkan laporan yang diterima media kami, akselerasi laju M2 tersebut ditopang oleh dua komponen utama. Pertama, uang beredar dalam arti sempit (M1) yang melejit hingga 15,3% (yoy). Kedua, segmen uang kuasi yang tumbuh stabil di level 6% (yoy).

“Perkembangan M2 pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih,” ujar Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).

Analisis Lebih Dalam

Dari pernyataan tersebut, terlihat bahwa ekspansi moneter yang terjadi tidak hanya bersumber dari peredaran uang kartal masyarakat, melainkan lebih didorong oleh intermediasi perbankan. Penyaluran kredit yang meningkat tajam menunjukkan bahwa sektor riil dan rumah tangga masih memiliki appetite pembiayaan yang besar, sejalan dengan momentum pemulihan dan ekspansi dunia usaha. Sementara itu, aktiva luar negeri bersih turut menyumbang likuiditas, mengindikasikan adanya surplus transaksi perdagangan atau arus masuk modal asing yang berhasil memperkuat pasokan uang di dalam negeri.

Di sisi lain, porsi uang kuasi yang tumbuh 6% menandakan tabungan berjangka dan deposito masyarakat masih mencatat perbaikan. Fenomena ini kian menggarisbawahi tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap stabilitas sistem keuangan nasional. Dengan total nominal yang kini mencapai lebih dari Rp 10.400 triliun, perputaran roda ekonomi diyakini bakal terus bergerak agresif pada kuartal-kuartal berikutnya. Otoritas moneter pun menegaskan akan tetap menjaga bauran kebijakan agar ekspansi ini berjalan seimbang tanpa memicu lonjakan inflasi yang tidak terkendali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User