Penjualan Ponsel di ITC Roxy Mas Kembali Normal Pascapandemi

Aroma khas pusat perdagangan elektronik masih menyelimuti lantai demi lantai ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat. Pada Senin (20/7/2020), deretan etalase ponsel ke

Jul 08, 2026 - 16:05
0 0
Penjualan Ponsel di ITC Roxy Mas Kembali Normal Pascapandemi

Aroma khas pusat perdagangan elektronik masih menyelimuti lantai demi lantai ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat. Pada Senin (20/7/2020), deretan etalase ponsel kembali dipadati calon pembeli. Aktivitas jual beli yang sempat lesu akibat pandemi COVID-19 perlahan menunjukkan geliat pemulihan. Para pelaku usaha di sentra penjualan ponsel terbesar di Jakarta itu mengonfirmasi bahwa tren penurunan transaksi yang terjadi sejak Maret 2020 mulai berbalik arah.

Tekanan Pandemi dan Kontraksi Pasar Ponsel

Pandemi COVID-19 memberikan pukulan telak terhadap industri perangkat seluler di Indonesia. Data dari firma riset International Data Corporation (IDC) mencatat, pengapalan ponsel pintar di Tanah Air pada kuartal II-2020 mengalami kontraksi 20,3 persen secara tahunan, menjadi hanya 6,9 juta unit. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di DKI Jakarta dan sejumlah wilayah lain memaksa toko fisik tutup atau membatasi jam operasional, sementara daya beli konsumen melemah akibat ketidakpastian ekonomi.

ITC Roxy Mas sebagai pusat grosir dan eceran ponsel paling sibuk di Jakarta turut merasakan dampaknya. Volume pengunjung anjlok hingga 60 persen pada puncak pembatasan April-Mei 2020. Beberapa kios terpaksa merumahkan pegawai atau mengurangi stok barang secara drastis untuk menekan biaya operasional.

Sinyal Pemulihan di Lapangan

Pantauan di lokasi pada 20 Juli 2020 menunjukkan situasi yang berbeda. Para penjual kembali sibuk melayani pembeli yang mencari ponsel baru maupun bekas. Protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan pembatasan jumlah orang di dalam kios tetap diterapkan, tetapi intensitas transaksi terpantau meningkat signifikan dibandingkan dua bulan sebelumnya.

Pemulihan ini sejalan dengan pelonggaran PSBB transisi yang mulai diberlakukan pada Juni 2020. Pusat perbelanjaan diizinkan beroperasi dengan kapasitas terbatas, memberi ruang bagi pedagang untuk kembali membuka lapak mereka secara penuh.

“Penjualan sudah mulai normal kembali. Setelah beberapa bulan sepi akibat pandemi, sekarang pembeli sudah berani datang lagi ke sini,” ujar Rahmat (45), seorang pedagang ponsel di lantai dasar ITC Roxy Mas. Ia menambahkan bahwa transaksi hariannya kini mendekati level sebelum pandemi, meskipun belum sepenuhnya pulih seperti periode normal.

Pedagang lain, Siti (38), menuturkan bahwa segmen ponsel kelas menengah menjadi yang paling cepat pulih. “Pembeli banyak mencari ponsel untuk kebutuhan belajar daring dan bekerja dari rumah. Itu yang mendorong permintaan naik lagi,” jelasnya. Data IDC juga menunjukkan bahwa segmen ponsel dengan harga di bawah Rp3 juta justru mengalami peningkatan pangsa pasar selama pandemi, mengonfirmasi tren yang diamati para pedagang di Roxy Mas.

Adaptasi Pedagang dan Prospek Pasar

Untuk bertahan selama periode penurunan, sejumlah pedagang di ITC Roxy Mas mengadopsi strategi penjualan daring melalui platform lokapasar dan media sosial. Strategi hybrid ini, yang menggabungkan transaksi daring dengan pengiriman atau pengambilan langsung di toko, menjadi katup penyelamat saat PSBB melarang operasi toko fisik. Beberapa pedagang besar bahkan melaporkan bahwa penjualan daring menyumbang hingga 40 persen dari total omzet selama masa pembatasan.

Meski pemulihan ini memberi sinyal positif, ketidakpastian masih membayangi. Pedagang mengaku waspada terhadap potensi gelombang kedua pandemi yang dapat kembali menekan kunjungan ke pusat perbelanjaan. Stok barang elektronik yang sebagian besar bergantung pada impor juga menghadapi risiko gangguan rantai pasok global.

Terlepas dari risiko tersebut, data di lapangan menunjukkan bahwa titik nadir penjualan ponsel di sentra Roxy Mas telah terlampaui. Pemulihan bertahap kini berlangsung, didorong kebutuhan perangkat komunikasi yang semakin esensial di era digital dan mobilitas terbatas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User