Pengalihan Tujuh Rute Transjakarta Koridor 13 Imbas Sky Fun Run 2026
Ribuan penumpang Transjakarta yang biasa mengandalkan Koridor 13 (Ciledug–Blok M) harus bersiap menghadapi perubahan operasional pada Minggu, 12 Juli 2026. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) men...
Ribuan penumpang Transjakarta yang biasa mengandalkan Koridor 13 (Ciledug–Blok M) harus bersiap menghadapi perubahan operasional pada Minggu, 12 Juli 2026. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengumumkan penyesuaian pada tujuh rute yang melintasi koridor tersebut akibat penyelenggaraan Sky Fun Run 2026 yang akan menutup sejumlah ruas jalan utama di pusat kota.
Latar Belakang Acara dan Dampaknya
Sky Fun Run 2026 merupakan ajang lari tahunan yang diikuti oleh puluhan ribu peserta, dengan rute melintasi kawasan strategis seperti Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin, dan Gatot Subroto. Untuk mengakomodasi acara tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup total beberapa segmen jalan sejak pukul 05.00 hingga 10.00 WIB. Akibatnya, armada Transjakarta di Koridor 13—yang memiliki rute utama menyusuri jalan protokol tersebut—terpaksa mengalihkan perjalanannya.
Koridor 13 yang beroperasi dari Terminal Ciledug hingga Blok M melayani rata-rata 80.000 penumpang per hari. Selain rute utama, koridor ini juga memiliki banyak rute pengumpan (feeder) yang menjangkau permukiman padat penduduk di sekitarnya. Penyesuaian ini menjadi tantangan besar karena momen Sky Fun Run bertepatan dengan akhir pekan, ketika mobilitas warga justru meningkat.
Tujuh Rute yang Terdampak
Berdasarkan informasi dari akun media sosial resmi Transjakarta, tujuh rute yang mengalami modifikasi meliputi:
- Koridor 13 (Ciledug–Blok M): dialihkan melalui jalur alternatif melewati Jalan Pakubuwono dan Jalan Hang Lekir, melewati Pasar Rumput sebelum kembali ke Blok M. Halte layang seperti CSW dan Tendean akan dilalui tanpa berhenti.
- Rute 13A (Ciledug–Puri Beta): dipotong hingga Stasiun Kebayoran, tidak melanjutkan ke Puri Beta.
- Rute 13B (Ciledug–Stasiun Tanah Abang): diarahkan melalui Jalan Pejompongan dan Jalan Penjernihan, alih-alih melalui Jalan Gatot Subroto.
- Rute 13C (Puri Beta–Dukuh Atas): berhenti berlaku sementara. Penumpang dialihkan ke rute bus Transjakarta lainnya yang beroperasi normal di simpul transportasi Blok M dan Dukuh Atas.
- Rute 13D (Ciledug–Ragunan): dialihkan melalui lingkar luar via Jalan TB Simatupang, tidak melalui Jalan Tendean.
- Rute 13E (Puri Beta–Stasiun Sudirman): memotong rute dari halte CSW langsung menuju Stasiun Sudirman lewat jalan tikus, sementara pemberhentian di sepanjang Jalan Sudirman tidak dilayani.
- Rute 13F (Ciledug–Pasar Minggu): diperpanjang hingga ke Blok M untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang terdampak penghentian rute 13C.
Seluruh perubahan bersifat temporer dan dijadwalkan kembali normal setelah pukul 11.00 WIB, atau lebih cepat bila kegiatan selesai lebih awal.
Antisipasi dan Imbauan Transjakarta
Direktur Operasional Transjakarta mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyiagakan petugas di setiap halte yang masih beroperasi untuk membantu penumpang mencari rute alternatif. "Kami juga menambah frekuensi pada rute yang tidak terdampak langsung, seperti rute 6B (Ragunan–Blok M) dan rute 5D (Cipulir–Ancol), yang bisa menjadi pelarian penumpang Koridor 13," ujarnya.
Transjakarta juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk menempatkan rambu pengalihan dan mengoptimalkan layanan mikrotrans di kawasan yang ditinggalkan sementara oleh bus besar. Penumpang disarankan menggunakan aplikasi Tije atau kanal informasi resmi guna memantau perubahan rute secara real-time.
Respons Penumpang dan Antisipasi Lonjakan Alternatif
Sejumlah pengguna Transjakarta mengeluhkan minimnya sosialisasi yang rinci. Kania, seorang karyawan swasta yang biasa menggunakan rute 13B, berkata, "Saya baru tahu pagi ini lewat grup WA. Semoga petugas di halte jelas memberikan arahan, soalnya saya harus sampai ke Tanah Abang tepat waktu." Hal serupa diungkapkan oleh beberapa warga Ciledug yang mengandalkan bus untuk berbelanja ke Pasar Blok M. Mereka berharap Transjakarta tidak hanya mengandalkan media sosial, tetapi juga informasi audio di dalam bus dan di halte.
Sementara itu, pelaku usaha di sekitar halte Blok M dan Tendean memprediksi akan ada penurunan pengunjung. "Biasanya hari Minggu ramai, tapi kalau bus nggak lewat sini, ya orang mungkin memilih ke mall lain," ujar pemilik toko kelontong di dekat Halte Tendean.
Di sisi lain, pengamat transportasi publik, Budiyanto Soemarmo, menilai bahwa modifikasi rute ini merupakan langkah terukur. "Koridor 13 itu paling krusial karena menyusuri jalur utama. Penutupan jalan lari tidak mungkin dihindari, jadi yang penting adalah pengalihan dilakukan dengan komunikasi yang masif dan penambahan akses antarmoda," katanya.
Komitmen Transjakarta Pasca Acara
Transjakarta berjanji akan melakukan normalisasi rute segera setelah jalan dibuka. Mereka juga akan mengevaluasi dampak penyesuaian ini sebagai dasar untuk antisipasi serupa di masa depan. "Kami terus berbenah. Kegiatan seperti Sky Fun Run bagian dari dinamika kota. Justru dari sini kami belajar bagaimana tetap melayani warga dengan gangguan minimal," kata Humas Transjakarta.
Untuk informasi lebih lanjut, penumpang dapat menghubungi pusat layanan 24 jam atau mengakses situs resmi Transjakarta. Sementara itu, warga diimbau menyesuaikan jadwal perjalanan atau memanfaatkan moda lain seperti MRT Jakarta yang tidak terpengaruh penutupan jalan.
Baca juga:
Comments (0)