Pemkot Tangsel Tata Kampung Kota Keranggan dengan Infrastruktur Baru

TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memulai babak baru penataan kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Kota, Kelurahan Ke

Jul 13, 2026 - 19:31
0 1
Pemkot Tangsel Tata Kampung Kota Keranggan dengan Infrastruktur Baru

TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memulai babak baru penataan kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Kota, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Program ini menyasar pembangunan infrastruktur dasar yang selama puluhan tahun menjadi persoalan akut warga setempat.

Awal Mula: Pemetaan dan Identifikasi Masalah

Sejak awal tahun, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Tangsel sudah menurunkan tim teknis ke lapangan. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa Kampung Kota Keranggan mengalami tiga masalah utama: jalan lingkungan rusak parah, drainase tidak memadai, dan sanitasi minim. Sekitar 60 persen permukiman di sana belum memiliki akses air bersih layak, sementara 40 persen rumah tangga masih mengandalkan jamban darurat di bantaran Kali Cisadane.

"Kami lihat langsung kondisi di sana. Beberapa titik jalan tanah becek saat hujan, saluran air tersumbat sampah dan lumpur, penerangan jalan juga minim. Ini prioritas yang harus segera ditangani," ujar Kepala DPRKP Tangsel, Andi Patiwi, saat ditemui di sela peninjauan proyek, Selasa (15/4/2025).

Proyek Infrastruktur Dasar Dimulai

Pembangunan fisik resmi dimulai pada 10 Maret 2025. Proyek ini dikerjakan secara bertahap dengan pendanaan dari APBD Tangsel tahun anggaran 2025 senilai Rp7,8 miliar. Cakupan pekerjaan meliputi:

  • Pengerasan dan pavingisasi 2,3 kilometer jalan lingkungan di tiga RW
  • Pembangunan saluran drainase beton sepanjang 1,8 kilometer
  • Instalasi sistem penyediaan air minum (SPAM) jaringan perpipaan untuk 150 kepala keluarga
  • Pemasangan 75 tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya
  • Pembangunan dua unit MCK komunal plus instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sederhana

Kepala Seksi Penataan Kawasan Permukiman DPRKP Tangsel, Yulianto, menjelaskan bahwa seluruh material sudah didatangkan dan kontraktor pelaksana telah menaikkan alat berat untuk penggalian drainase. "Target kami, 70 persen pekerjaan fisik selesai akhir Juni, dan seluruhnya tuntas sebelum September 2025," katanya.

Pelibatan Warga dan Padat Karya

Menariknya, proyek ini tidak sepenuhnya dikerjakan oleh kontraktor besar. Pemerintah Kota Tangsel membuka skema padat karya yang merekrut 40 warga Kelurahan Keranggan sebagai tenaga kerja lokal. Mereka dilibatkan dalam pembuatan paving block, pemasangan batu kali, dan penghijauan. Hal ini sekaligus menjadi pemasukan tambahan bagi masyarakat selama masa konstruksi.

"Alhamdulillah, saya jadi bisa kerja dekat rumah, nggak perlu ke luar kota. Penghasilannya lumayan, bisa buat nambah biaya sekolah anak," ujar Suratman (48), salah satu warga RW 05 yang menjadi pekerja proyek.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, dalam sambutannya saat peletakan batu pertama menegaskan bahwa penataan Kampung Kota Keranggan adalah bagian dari komitmen menjadikan Tangsel kota layak huni yang merata. "Jangan sampai ada gap lebar antara kawasan perumahan elite dan kampung kota. Semua warga berhak atas lingkungan yang sehat dan nyaman," tegasnya.

Dampak dan Harapan Baru

Warga mengaku sudah lama mendambakan infrastruktur dasar. Sebelum proyek ini, mereka mengandalkan swadaya seadanya. Jalan rusak membuat ongkos angkut hasil pertanian mikro dan ikan kolam mahal. Genangan air kerap memicu demam berdarah. Dengan pavingisasi dan drainase baru, risiko banjir lokal diharapkan turun drastis.

Selain fisik, kehadiran SPAM perpipaan diharapkan memutus ketergantungan warga terhadap air tanah yang sebagian tercemar limbah domestik. MCK komunal yang dilengkapi IPAL akan menghentikan praktik buang air besar sembarangan yang masih terjadi di beberapa titik. Penerangan jalan bertenaga surya juga mendorong aktivitas ekonomi malam hari dan meningkatkan keamanan.

Pengerjaan tahap awal difokuskan di RW 01 dan 02 yang kondisinya paling parah. Warga di dua RW tersebut menyambut gembira. "Ini mimpi kami jadi kenyataan. Semoga cepat selesai dan tidak ada kendala. Kami siap guyub gotong royong menjaga hasil pembangunan ini nanti," ujar Ketua RW 02, Saeful Bahri.

Rencana Lanjutan dan Pemberdayaan

Pemerintah Kota Tangsel tidak hanya membangun infrastruktur fisik. Dalam roadmap penataan kampung kota, akan disusul program pemberdayaan ekonomi warga. Dinas Koperasi dan UKM akan memberikan pelatihan kewirausahaan, terutama bagi perempuan dan pemuda. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup akan mendampingi pengelolaan sampah berbasis sumber dan bank sampah.

"Kami ingin setelah infrastrukturnya bagus, mental dan ekonominya juga tertata. Kampung Keranggan harus jadi contoh kampung kota mandiri dan berkelanjutan di Tangsel," jelas Wali Kota.

Dengan stimulan awal yang kuat ini, masyarakat Kampung Keranggan kini menatap masa depan dengan optimisme baru. Proyek infrastruktur bukan sekadar beton dan aspal, melainkan fondasi kebangkitan kawasan yang lama terpinggirkan di tengah pesatnya pembangunan Tangerang Selatan.

[SOCIAL_TWEET]: Jalanan rusak dan banjir tahunan segera berlalu! Pemkot Tangsel gelontorkan Rp7,8 M untuk bangun paving, drainase, air bersih, PJU surya, dan MCK komunal di Kampung Keranggan. Warga dilibatkan lewat padat karya. #TangselMembangun #InfrastrukturMerata #KampungKotaNaikKelas[SOCIAL_TG]: 🏗️🚰 Warga Kampung Keranggan sumringah! Pemkot Tangsel bangun jalan paving 2,3 km, drainase, SPAM, PJU surya, dan MCK komunal. Anggaran Rp7,8 M, warga ikut padat karya. Salut!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User