Oct 08, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Pemerintah Revisi Perpres Program Makan Bergizi Gratis

Rencana penyusunan ulang aturan pelaksanaan program makan bergizi gratis mengemuka setelah sejumlah temuan lembaga pengawas hak asasi manusia menyoroti persoalan serius dalam implementasinya di lapang...

Pemerintah Revisi Perpres Program Makan Bergizi Gratis

Rencana penyusunan ulang aturan pelaksanaan program makan bergizi gratis mengemuka setelah sejumlah temuan lembaga pengawas hak asasi manusia menyoroti persoalan serius dalam implementasinya di lapangan. Badan Gizi Nasional disebut-sebut tengah menyiapkan revisi peraturan presiden sebagai dasar perbaikan tata kelola program yang menyerap anggaran besar tersebut.

Latar Belakang Revisi Aturan

Dalam perkembangannya, kebijakan pemberian makanan bergizi kepada siswa sekolah dasar dan menengah telah berjalan di berbagai daerah sejak tahun berjalan. Namun pelaksanaannya tidak berjalan mulus. Sejumlah insiden keracunan massal yang menimpa puluhan hingga ratusan pelajar di beberapa wilayah memicu sorotan publik terhadap standar keamanan pangan dalam rantai distribusi makanan sekolah.

Temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menunjukkan bahwa permasalahan tidak berhenti pada aspek keamanan pangan semata. Lembaga tersebut mengidentifikasi indikasi pelanggaran sistemik yang meliputi ketidakjelasan pembagian peran antarlembaga, lemahnya pengawasan mutu bahan baku, serta minimnya mekanisme pertanggungjawaban yang transparan. Seluruh temuan itu menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah untuk membuka kembali naskah peraturan pelaksana.

Kebutuhan revisi juga didorong oleh dinamika di lapangan, di mana penyelenggaraan makanan di sekolah-sekolah sangat bergantung pada kapasitas penyedia jasa katering lokal. Banyak di antara penyedia tersebut belum memiliki sertifikasi higiene sanitasi yang memadai, sehingga risiko kontaminasi silang dan penanganan bahan makanan yang tidak sesuai standar menjadi sulit dikendalikan.

Poin-poin yang Akan Diubah

Salah satu fokus perubahan yang dikabarkan akan masuk dalam naskah revisi menyangkut perbaikan prosedur pemilihan penyedia layanan makanan. Aturan terbaru berpeluang mewajibkan penyedia jasa memenuhi kriteria tertentu sebelum diizinkan menyalurkan porsi makanan ke satuan pendidikan. Kriteria tersebut mencakup legalitas usaha, izin edar, hingga rekam jejak penanganan pangan.

Selain itu, mekanisme pengawasan juga disiapkan agar tidak lagi bersifat sporadis. Sistem pemantauan berkala direncanakan melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pihak sekolah dalam satu kerangka koordinasi. Dengan begitu, setiap laporan dugaan penyimpangan dapat dilacak hingga ke akar permasalahannya.

Aspek lain yang tak kalah penting adalah ketentuan mengenai ganti rugi dan perlindungan bagi korban. Selama ini, penanganan korban keracunan kerap bergantung pada kesigapan pihak sekolah dan penyedia, tanpa adanya standar kompensasi yang baku. Pemerintah menyiapkan skema agar korban memperoleh penanganan medis dan pendampingan secara terukur.

Tanggapan Berbagai Pihak

Rencana revisi ini mendapat respons beragam. Sebagian kalangan menilai langkah tersebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memperbaiki kelemahan yang terbukti selama ini. Mereka menilai bahwa tanpa perubahan aturan, risiko insiden serupa akan terus berulang mengingat skala program yang sangat luas.

Sisi lain, sejumlah pengamat menekankan bahwa revisi aturan saja tidak cukup jika tidak diiringi penegakan yang konsisten. Mereka menilai bahwa persoalan utama bukan hanya pada redaksi peraturan, melainkan pada kapasitas aparatur pelaksana di lapangan yang kerap kekurangan sumber daya untuk mengawasi ribuan satuan pendidikan sekaligus.

Langkah Berikutnya

Proses penyusunan naskah kini memasuki tahap koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Setelah finalisasi, dokumen tersebut akan diajukan untuk ditandatangani sebagai pengganti atau perubahan atas aturan yang berlaku saat ini. Pemerintah berharap aturan baru mampu menyeimbangkan antara kecepatan pelaksanaan program dan jaminan mutu makanan yang disajikan kepada anak-anak.

Perbaikan tata kelola dipandang sebagai kunci agar manfaat program benar-benar dirasakan tanpa mengorbankan keselamatan penerimanya. Publik kini menanti sejauh mana revisi tersebut mampu menjawab celah yang selama ini teridentifikasi, sekaligus memastikan bahwa setiap porsi makanan yang sampai ke meja siswa memenuhi standar keamanan dan gizi yang dijanjikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User