Sep 11, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Pemerintah Lanjutkan Penutupan Satuan Pelayanan Gizi Tanpa Sertifikat Sanitasi

Langkah tegas pemerintah dalam menertibkan tata kelola penyediaan makanan bergizi kian tak terbendung. Penutupan dan penyaringan terhadap Satuan Pelayanan

Pemerintah Lanjutkan Penutupan Satuan Pelayanan Gizi Tanpa Sertifikat Sanitasi

Langkah tegas pemerintah dalam menertibkan tata kelola penyediaan makanan bergizi kian tak terbendung. Penutupan dan penyaringan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi tanpa mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dipastikan bakal terus bergulir di berbagai daerah, menyusul temuan sejumlah dapur umum yang belum memenuhi standar kelayakan kesehatan.

Sikap tanpa kompromi ini diambil demi mencegah risiko kontaminasi pangan massal yang dapat mengancam kesehatan penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah dan kelompok rentan. Tanpa sertifikasi resmi, rantai pasok dan metode pengolahan makanan dinilai berada di bawah standar operasional yang membahayakan.

Audit Ketat Demi Keamanan Pangan

Pemerintah melalui kementerian terkait secara intensif melakukan inspeksi mendadak dan audit berkala ke berbagai titik dapur SPPG. Dari hasil evaluasi lapangan, masih ditemukan fasilitas pengolahan pangan yang mengabaikan protokol dasar kebersihan, mulai dari sumber air yang tidak teruji laboratorium, penyimpanan bahan baku yang tercampur, hingga ketiadaan sertifikasi higienitas bagi para penjamah makanan.

"Standar kebersihan bukan formalitas administratif di atas kertas. Keberadaan SLHS adalah jaminan mutlak bahwa makanan yang disajikan aman dikonsumsi dan bebas dari potensi cemaran biologis maupun kimiawi," tegas Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq.

Operasi penertiban ini tidak sekadar menutup unit-unit yang membandel, melainkan memberikan batas waktu perbaikan sistem sanitasi sebelum izin operasional dicabut secara permanen. Pengawasan ekstra diperketat pada seluruh alur kerja dapur produksi.

Poin Krusial Pengawasan Sanitasi SPPG

Dalam investigasi kelayakan fasilitas pemenuhan gizi, terdapat sejumlah parameter kritis yang menjadi dasar evaluasi tim pengawas:

  • Kualitas Air dan Sanitasi: Pengujian laboratorium berkala terhadap pasokan air bersih yang digunakan untuk mencuci serta mengolah makanan.
  • Sertifikasi Penjamah Pangan (Food Handlers): Kewajiban seluruh juru masak dan staf pengemas mengikuti pelatihan standar higiene.
  • Manajemen Rantai Dingin: Penyimpanan bahan baku segar seperti daging dan sayur pada suhu yang tepat guna mencegah perkembangbiakan bakteri.
  • Pengendalian Hama dan Limbah: Sistem pembuangan limbah tertutup serta proteksi area dapur dari potensi infestasi vektor penyakit.

Bagi penyedia layanan yang tidak mampu memenuhi tenggat perbaikan, sanksi administratif berupa penghentian total pasokan diberlakukan tanpa pengecualian. Integritas dan keselamatan anak bangsa adalah prioritas yang tidak dapat dinegosiasikan dengan efisiensi biaya yang serampangan.

Dorongan Percepatan Sertifikasi di Daerah

Kementerian Koordinator Bidang Pangan menginstruksikan dinas kesehatan di tingkat kabupaten/kota untuk jemput bola mempercepat proses verifikasi SLHS bagi unit-unit dapur yang beritikad baik memperbaiki standarnya. Langkah pembinaan tetap dibuka, namun pintu toleransi ditutup rapat bagi pengelola yang mengabaikan keselamatan konsumen.

Dengan berlanjutnya langkah penertiban ini, pemerintah berharap seluruh ekosistem pemenuhan gizi nasional berjalan di atas fondasi standar higienitas tertinggi, memastikan program nutrisi benar-benar mendatangkan kesehatan, bukan ancaman penyakit.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User