Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata Dipenuhi Penghormatan
Jenazah tokoh nasional Rachmat Gobel akan dikebumikan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. Upacara pemakaman yang dijadwalkan berlangsung khidmat ini menjadi penghor...
Jenazah tokoh nasional Rachmat Gobel akan dikebumikan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. Upacara pemakaman yang dijadwalkan berlangsung khidmat ini menjadi penghormatan terakhir bagi seorang figur yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa, baik di ranah bisnis maupun pemerintahan. Sejumlah pejabat tinggi, kerabat, dan kolega telah hadir untuk menyampaikan belasungkawa dan mengiringi perjalanan terakhir almarhum.
Prosesi Pemakaman dengan Penuh Kemiliteran
Sejak pagi hari, suasana di TMP Kalibata tampak dipenuhi oleh para pelayat yang datang dari berbagai kalangan. Upacara pemakaman dipimpin oleh inspektur upacara dengan penghormatan militer, mencerminkan jasa dan kedudukan almarhum sebagai mantan menteri dan wakil rakyat. Pasukan khusus membawa peti jenazah yang ditutupi bendera Merah Putih, sementara bunyi tembakan salvo mengiringi prosesi penurunan jenazah ke liang lahat. Keluarga almarhum tampak tegar namun haru menerima ucapan duka dari para tamu yang hadir, termasuk sejumlah menteri, anggota DPR, dan tokoh masyarakat. Prosesi berlangsung dengan tertib dan penuh rasa hormat, menegaskan bahwa Rachmat Gobel adalah pribadi yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
Kenangan Mendalam dari Para Pejabat dan Kerabat
Dalam momen duka tersebut, banyak pihak yang membagikan kesan mereka tentang almarhum. Seorang pejabat tinggi yang hadir menyampaikan bahwa almarhum adalah sosok yang senantiasa dekat dengan nilai-nilai keagamaan. "Beliau selalu memulai setiap kegiatan dengan doa, dan tidak pernah meninggalkan ibadah walau di tengah kesibukannya sebagai pengusaha dan politisi," ujarnya. Sementara itu, rekan sejawatnya di kabinet mengenang Rachmat Gobel sebagai pribadi yang pekerja keras. "Tidak ada kata menyerah dalam kamus hidupnya. Setiap tugas yang diemban selalu beliau selesaikan hingga tuntas, bahkan saat menghadapi kendala sekalipun," kenangnya. Dedikasi almarhum terhadap tugas-tugas kenegaraan juga diakui oleh mantan bawahannya. "Beliau tidak pernah pandang bulu dalam bekerja. Semua diperlakukan sama dan beliau selalu turun tangan langsung jika ada masalah yang perlu dipecahkan," tutur seorang mantan staf kementerian yang ikut melayat.
Perjalanan Hidup: Dari Pengusaha hingga Abdi Negara
Rachmat Gobel dikenal luas sebagai seorang pengusaha sukses sebelum akhirnya terjun ke dunia politik. Karier bisnisnya dimulai dari perusahaan keluarganya yang bergerak di bidang perdagangan dan manufaktur, dan di bawah kepemimpinannya, perusahaan tersebut berkembang menjadi konglomerasi berskala nasional. Namun, panggilan untuk mengabdi kepada negara membawanya masuk ke pemerintahan. Ia menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, di mana ia mempelopori berbagai kebijakan perdagangan yang berpihak pada produk dalam negeri dan mendorong hilirisasi industri. Setelah tidak lagi menjabat menteri, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua MPR RI, posisi yang membuatnya semakin sering menyuarakan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah demi kemajuan ekonomi nasional. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai jembatan antara dunia usaha dan birokrasi, menjadikannya figur yang dihormati di kedua kubu.
Nilai-nilai Religius yang Menjadi Pedoman
Seluruh kenalan almarhum sepakat bahwa religiusitas adalah fondasi utama tindakannya. Setiap keputusan bisnis dan politik, menurut penuturan seorang sahabat lama, selalu dilandasi oleh pertimbangan moral dan ajaran agama. "Beliau tidak sekadar mencari keuntungan atau popularitas, tetapi selalu bertanya apakah langkahnya diridai Tuhan," kata sahabatnya tersebut. Hal ini tercermin dalam program-program sosial yang ia inisiasi, terutama di bidang pendidikan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi pesantren. Di kampung halamannya di Gorontalo, ia mendirikan sejumlah lembaga pendidikan dan pusat pelatihan keterampilan berbasis keagamaan, yang hingga kini masih terus beroperasi. Ketaatan ibadahnya juga menonjol; banyak yang mengisahkan bagaimana di sela-sela rapat maraton atau perjalanan dinas, ia selalu menyempatkan diri untuk salat tepat waktu. Karakter ini, yang kini dikenang dengan penuh hormat, memberikan teladan bahwa kesuksesan materi dan spiritual dapat berjalan beriringan.
Penghormatan Terakhir dari Tanah Air
Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan simbol pengakuan negara atas jasa-jasanya. Ribuan pelayat—baik yang hadir secara fisik maupun mendoakan dari jauh—menjadi bukti luasnya dampak yang ditinggalkan almarhum. Tangis haru dan doa-doa yang mengalir selama prosesi menunjukkan bahwa kepergiannya meninggalkan kekosongan yang sulit tergantikan. Di tengah cuaca yang cerah namun suram oleh duka, bendera setengah tiang berkibar di banyak instansi sebagai tanda berduka nasional. Usai pemakaman, keluarga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung selama masa sakit almarhum dan memberikan penghormatan terakhir. "Bapak sudah tenang di sisi Tuhan. Semua perjuangan dan pengabdiannya akan menjadi inspirasi bagi kami dan bagi bangsa," ujar salah seorang anggota keluarga dengan suara bergetar. Dengan dikuburkannya Rachmat Gobel di peristirahatan para pahlawan, ia telah menempati tempat yang selayaknya bagi seorang yang telah memberikan sebagian besar hidupnya untuk negeri ini. Kenangan tentang dirinya sebagai pribadi yang taat, tangguh, dan penuh dedikasi akan terus hidup di ingatan setiap orang yang pernah mengenalnya.
Baca juga:
Comments (0)