Oct 08, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Pekalongan — MUI Kecam Karnaval Horor Saat Peringatan Maulid Nabi

Perarakan obor dan alunan shalawat yang seharusnya membumbung tinggi menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Pekalongan mendadak berubah

Pekalongan — MUI Kecam Karnaval Horor Saat Peringatan Maulid Nabi

Perarakan obor dan alunan shalawat yang seharusnya membumbung tinggi menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Pekalongan mendadak berubah menjadi tirakatan mencekam. Acara bertajuk Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 yang digelar di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, menyulut kontroversi hebat di tengah masyarakat. Alih-alih menampilkan seni kebudayaan Islam atau simbol kearifan lokal, pawai tersebut justru didominasi oleh kostum-kostum bernuansa okultisme, sosok menyeramkan, hingga visualisasi yang dinilai mirip "ritual satanic".

Di balik gemerlap lampu sorot dan dentuman musik yang membahana, tontonan malam itu mengundang kecaman tajam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta tokoh agama setempat. Pekalongan, yang selama ini menyandang predikat julukan Kota Santri, mendadak gempar ketika potongan video karnaval tersebut viral di berbagai platform media sosial.

Pergeseran Nilai di Kota Santri

Penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa ajang tahunan yang mulanya diniatkan untuk mempererat silaturahmi warga dan menyemarakkan bulan kelahiran Nabi, telah bergeser dari esensi utamanya. Elemen visual bertema keagamaan tergerus oleh dominasi estetika horor pop-kultur yang tidak relevan dengan syiar Islam.

Beberapa peserta pawai terlihat mengarak replika simbol-simbol berhala purba dan sosok beruang hitam bermata merah dengan tanduk bercabang. Penampilan ini memicu kegelisahan mendalam di kalangan ulama dan tetua adat yang menilai estetika kegelapan tersebut sangat tidak etis ditampilkan dalam momen keagamaan.

"Momentum peringatan Maulid Nabi seharusnya diisi dengan pembacaan sirah nabawiyah, shalawat, dan refleksi akhlakul karimah. Ketika panggung tersebut diisi dengan visualisasi mistis dan bernuansa kegelapan yang mendekati unsur satanisme, hal itu jelas tidak sesuai dengan syariat dan melukai kesucian syiar Islam," ungkap perwakilan pengurus MUI wilayah setempat dalam keterangannya.

Perbandingan Transformasi Konsep SKNC

Untuk memahami pergeseran makna dalam ajang kebudayaan warga ini, berikut adalah matriks perbandingan antara nilai tradisi yang diharapkan dan fakta pelaksanaan SKNC 2026:

Indikator Esensi Tradisi Agamis Pelaksanaan SKNC 2026
Fokus Utama Syiar Islam, Shalawat, & Sejarah Nabi Atraksi Horor & Seni Bebas Populer
Visual & Kostum Pakaian Adat, Busana Muslim, Symbol Islami Kostum Okultisme, Mitos Horor, & Simbol Gelap
Dampak Sosial Kedamaian & Kekhusyukan Warga Kecaman MUI & Polemik Media Sosial

Desakan Evaluasi Total dan Kurasi Izin Event

Fenomena SKNC 2026 menjadi sinyal penting bagi perlindungan identitas budaya dan agama lokal. Publik kini mempertanyakan bagaimana proses kurasi panitia penyelenggara hingga konsep pertunjukan yang memicu kegaduhan ini bisa lolos dan ditampilkan ke hadapan masyarakat umum.

Beberapa warga lokal mengaku terkejut ketika rombongan karnaval melintas di jalan utama. "Kami mengira acara ini seperti tahun-tahun lalu yang penuh dengan pesan damai dan keindahan tradisi Islam. Namun malam itu kami justru merasa prihatin melihat anak-anak muda memakai kostum seram yang menyimbolkan kegelapan," ujar Ahmad (42), salah satu warga Kecamatan Buaran yang menyaksikan langsung pergelaran tersebut.

MUI mendesak pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan tokoh masyarakat untuk melakukan evaluasi total. Pengawasan ketat dinilai sangat krusial agar kegiatan yang mengasumsikan diri sebagai perayaan keagamaan atau kebudayaan tidak lagi ditunggangi oleh konten-konten yang memicu degradasi moral dan erosi keimanan.

Kegagalan panitia dalam menyaring tema seni ini menyisakan pekerjaan rumah besar. Tanpa koreksi mendasar, garis batas antara kebebasan berekspresi dan norma agama akan semakin kabur di tengah desakan sensasi media sosial.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User