Panduan Lengkap MPLS Ramah 2026: Jadwal 13–17 Juli untuk Semua Jenjang
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan pedoman penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026. Program orientasi bagi peserta didik ba...
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan pedoman penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026. Program orientasi bagi peserta didik baru ini dijadwalkan berlangsung serentak selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, untuk seluruh jenjang—dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Mengusung konsep “Ramah”, MPLS edisi kali ini menekankan terciptanya suasana aman, inklusif, dan jauh dari praktik perundungan.
Melalui surat edaran resmi, pemerintah meminta satuan pendidikan merancang kegiatan yang tidak hanya memperkenalkan budaya sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai toleransi, kesehatan mental, serta kecakapan digital. Kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi MPLS yang dalam beberapa tahun terakhir terus diperbaiki untuk menghapus stigma negatif orientasi sekolah yang kerap diwarnai kekerasan simbolik maupun fisik.
Tujuan MPLS Ramah 2026
Secara garis besar, MPLS Ramah ingin membekali siswa baru dengan pemahaman menyeluruh tentang lingkungan belajar tanpa menimbulkan rasa takut. Pengenalan lingkungan fisik seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas lain dilakukan dengan metode yang menyenangkan, misalnya melalui permainan kolaboratif atau tur interaktif yang dipandu guru dan kakak kelas terlatih.
Selain itu, panduan Kemendikdasmen mewajibkan sesi khusus yang membahas pencegahan perundungan dan kekerasan seksual. Materi ini diberikan dengan pendekatan sesuai usia: untuk jenjang TK dan SD kelas rendah digunakan cerita bergambar dan boneka, sementara untuk SMP dan SMA diskusi dipandu oleh konselor atau psikolog. Sekolah juga diimbau melibatkan orang tua dalam sesi pembuka dan penutup guna membangun sinergi pengawasan antara rumah dan institusi pendidikan.
Aspek lain yang ditekankan adalah pengenalan metode pembelajaran yang akan diterapkan di kelas, termasuk kurikulum baru jika ada, sistem penilaian, hingga pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, siswa tidak kaget dan dapat beradaptasi lebih cepat.
Jadwal Harian MPLS Ramah 2026
Berikut ini rincian kegiatan harian yang disusun berdasarkan panduan resmi, dengan alokasi waktu sekitar lima sampai enam jam per hari.
Senin, 13 Juli 2026 – Hari Pertama: Membangun Keakraban
Hari pertama diawali dengan upacara pembukaan yang dihadiri seluruh warga sekolah. Setelah itu, siswa baru dikelompokkan ke dalam kelompok heterogen dan mengikuti sesi perkenalan yang dikemas dalam bentuk permainan tim. Fokus utama adalah menumbuhkan rasa nyaman dan saling mengenal antarindividu. Diskusi ringan tentang tata tertib dan budaya sekolah juga disampaikan secara partisipatif.
Selasa, 14 Juli 2026 – Hari Kedua: Kesadaran Sosial dan Anti-Kekerasan
Materi inti hari kedua adalah pencegahan perundungan, kekerasan, dan diskriminasi. Siswa diajak mengidentifikasi bentuk-bentuk kekerasan—fisik, verbal, dan daring—serta dampaknya. Untuk jenjang TK dan SD, kegiatan dilakukan melalui dongeng dan role play. Sementara di tingkat SMP dan SMA, diadakan studi kasus serta simulasi pelaporan. Sesi ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk berbagi pengalaman dan harapan akan lingkungan sekolah yang aman.
Rabu, 15 Juli 2026 – Hari Ketiga: Pengenalan Akademik dan Literasi Digital
Hari ketiga berfokus pada aspek akademik. Siswa diperkenalkan dengan guru mata pelajaran, jadwal pelajaran, dan sistem pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Khusus untuk jenjang menengah, ada sesi literasi digital yang membahas penggunaan perangkat sekolah, platform pembelajaran daring, etika berinternet, dan bahaya hoaks. Aktivitas ini bertujuan membangun kesiapan belajar sekaligus meningkatkan kecakapan digital sejak dini.
Kamis, 16 Juli 2026 – Hari Keempat: Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan
Nilai-nilai kebangsaan menjadi pokok bahasan di hari keempat. Kegiatan meliputi menyanyikan lagu wajib nasional, diskusi tentang Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta pengenalan tokoh inspiratif. Sekolah didorong untuk menghadirkan narasumber dari komunitas lokal yang dapat memberi teladan tentang integritas dan kerja keras. Bagi TK dan SD, kegiatan diselingi permainan tradisional yang sarat nilai kerjasama.
Jumat, 17 Juli 2026 – Hari Kelima: Refleksi dan Pentup
Hari terakhir diisi dengan evaluasi kegiatan, penulisan kesan-pesan, dan penyampaian komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah. Acara ditutup secara resmi oleh kepala sekolah, dihadiri perwakilan orang tua, dengan pesan agar semangat inklusivitas dan saling menghargai terus dihidupkan selama masa pembelajaran.
Aktivitas Wajib Sesuai Panduan
Panduan Kemendikdasmen menetapkan sejumlah aktivitas wajib yang harus ada dalam setiap pelaksanaan MPLS Ramah. Pertama, sesi pengenalan lingkungan sekolah yang bebas dari intimidasi. Kedua, edukasi anti-kekerasan, termasuk penyampaian saluran pengaduan resmi di sekolah. Ketiga, sosialisasi hak dan kewajiban peserta didik yang disesuaikan dengan tata tertib sekolah. Keempat, orientasi orang tua yang dilakukan secara terpisah atau terintegrasi pada hari pertama dan terakhir, untuk menyamakan visi pendidikan.
Pihak sekolah juga wajib memastikan kelengkapan sarana pendukung, seperti ruang belajar yang aksesibel bagi siswa difabel, penyediaan materi dalam format ramah anak, serta pelibatan tenaga kesehatan jika ada sesi pemeriksaan ringan. Pengawasan ketat diterapkan: panitia MPLS terdiri dari guru yang telah mendapatkan pembekalan, sementara keterlibatan kakak kelas dibatasi pada fungsi pendampingan dan dilarang menciptakan ritual yang merendahkan martabat.
Dampak dan Harapan
Penerapan MPLS Ramah diyakini menjadi fondasi awal pembentukan karakter siswa yang lebih berempati dan menghargai perbedaan. Dengan jadwal yang terstruktur dan materi yang menekankan keselamatan, orientasi sekolah tak lagi menjadi momok, melainkan jembatan transisi yang positif. Sekolah diimbau untuk tidak menambahkan kegiatan di luar panduan yang berpotensi memicu kegaduhan, seperti tugas-tugas yang memberatkan atau atribut yang tidak relevan.
Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua, MPLS Ramah 2026 diharapkan mencetak generasi pelajar yang tidak hanya siap belajar, tetapi juga tumbuh dalam ekosistem pendidikan yang memanusiakan.
Baca juga:
Comments (0)