Mubasyier Fatah, Praktisi Siber yang Perkuat ISNU
Di era digital yang semakin kompleks, kehadiran figur yang mampu menjembatani dunia teknologi dan organisasi sosial keagamaan menjadi krusial. Salah satu tokoh yang menonjol dalam peran ganda tersebut...
Di era digital yang semakin kompleks, kehadiran figur yang mampu menjembatani dunia teknologi dan organisasi sosial keagamaan menjadi krusial. Salah satu tokoh yang menonjol dalam peran ganda tersebut adalah Mubasyier Fatah, seorang praktisi keamanan siber yang saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum Pimpinan Pusat Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU). Pria yang dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap keamanan data dan jaringan ini bukan hanya sekadar teknisi, melainkan juga pemikir strategis yang melihat keamanan siber sebagai bagian dari ketahanan nasional.
Mubasyier Fatah telah malang melintang di dunia keamanan siber selama lebih dari satu dekade. Berbekal keahlian di bidang network security, penetration testing, dan incident response, ia kerap menjadi konsultan bagi berbagai institusi pemerintah maupun swasta. Latar belakang pendidikannya di bidang teknik informatika dan sertifikasi internasional yang dimilikinya menjadikannya salah satu praktisi yang disegani. Namun, yang membedakan Mubasyier dari profesional TI kebanyakan adalah komitmennya untuk membawa literasi keamanan siber ke kalangan nahdliyin, komunitas Islam terbesar di Indonesia.
Sebagai Bendahara Umum PP ISNU, Mubasyier Fatah memegang tanggung jawab besar dalam mengelola keuangan organisasi. Namun, perannya tidak terbatas pada urusan finansial semata. Ia kerap menjadi motor penggerak program-program digitalisasi di lingkungan ISNU. Salah satu inisiatif terbarunya adalah pengembangan platform manajemen anggota berbasis cloud yang aman, yang dirancang untuk melindungi data pribadi puluhan ribu sarjana NU di seluruh Indonesia. “Keamanan data bukan hanya urusan perusahaan teknologi, melainkan juga organisasi kemasyarakatan yang memiliki basis data besar seperti NU,” ujar Mubasyier dalam sebuah forum diskusi daring bertajuk “Transformasi Digital Organisasi Islam” yang diselenggarakan pada awal tahun 2025.
Keahlian Mubasyier di bidang keamanan siber menjadi semakin relevan mengingat meningkatnya serangan siber terhadap organisasi masyarakat sipil di Indonesia. Menurut data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), terjadi peningkatan serangan ransomware sebesar 35% pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Di tengah ancaman tersebut, Mubasyier aktif memberikan pelatihan kepada pengurus ISNU di berbagai daerah tentang praktik keamanan digital dasar, seperti penggunaan kata sandi yang kuat, verifikasi dua langkah, dan deteksi penipuan phishing. Ia percaya bahwa kunci pertahanan siber yang kuat terletak pada sumber daya manusia yang sadar dan terlatih.
Selain fokus pada aspek teknis, Mubasyier Fatah juga mendorong pengembangan etika digital yang sejalan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Ia sering menulis artikel opini yang membahas pentingnya menjaga adab dan akhlak di ruang digital, seraya menyoroti bahaya ujaran kebencian, hoaks, dan cyberbullying. Pendekatan holistik antara teknologi dan spiritualitas ini menjadi ciri khasnya. “Kita tidak hanya butuh firewall yang kuat, tapi juga tameng moral agar teknologi tidak disalahgunakan,” tegasnya. Dengan peran gandanya, Mubasyier Fatah diharapkan mampu membawa ISNU menjadi organisasi yang lebih modern, transparan, dan aman di era digital.
[TAGS]: Mubasyier Fatah, ISNU, keamanan siber, praktisi siber, sarjana NU, literasi digital [SOCIAL_TWEET]: Mubasyier Fatah, praktisi keamanan siber dan Bendahara Umum PP ISNU, mengawinkan teknologi dan tradisi untuk memperkuat ketahanan digital warga nahdliyin. [SOCIAL_FB]: Dari firewall hingga fatwa digital, Mubasyier Fatah buktikan bahwa organisasi keagamaan pun butuh benteng siber yang kokoh. Simak kiprahnya di ISNU. [SOCIAL_TG]: Praktisi keamanan siber Mubasyier Fatah, yang kini menjabat Bendahara Umum PP ISNU, mengingatkan pentingnya literasi keamanan digital di era serangan ransomware. Baca selengkapnya. [SOCIAL_THREADS]: Keamanan data bukan cuma urusan startup. Mubasyier Fatah, praktisi siber sekaligus Bendahara Umum PP ISNU, ajak sarjana NU lebih melek digital. Sepak terjangnya patut disimak.
Comments (0)