Sep 13, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Modi dan Xi Sepakat Redakan Ketegangan Batas di KTT BRICS

Ketegangan geopolitik antara dua raksasa Asia, India dan China, akhirnya menunjukkan sinyal deeskalasi nyata. Di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)

Modi dan Xi Sepakat Redakan Ketegangan Batas di KTT BRICS

Ketegangan geopolitik antara dua raksasa Asia, India dan China, akhirnya menunjukkan sinyal deeskalasi nyata. Di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Kazan, Rusia, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan bilateral formal pertama mereka dalam lima tahun terakhir untuk meredakan sengketa di sepanjang Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control/LAC).

Investigasi diplomatik menunjukkan bahwa pertemuan puncak ini merupakan hasil negosiasi intensif di balik layar yang berlangsung berbulan-bulan antarpejabat militer dan kementerian luar negeri kedua belah pihak. Langkah ini membuka lembaran baru pemulihan hubungan diplomatik, stabilitas perbatasan, serta relasi ekonomi bilateral yang sempat membeku pascabentrokan berdarah di Lembah Galwan.

Kronologi Ketegangan: Dari Galwan Hingga Meja Perundingan Kazan

Rekonsiliasi ini tidak terjadi dalam semalam. Perselisihan teritorial kedua negara telah mengunci puluhan ribu personel militer dalam status siaga tempur di kawasan Himalaya barat:

  1. Mei–Juni 2020: Terjadi bentrokan fisik mematikan di Lembah Galwan, Ladakh timur, yang menewaskan sedikitnya 20 tentara India dan empat prajurit China. Peristiwa ini memicu pembekuan hubungan diplomatik tingkat tinggi dan pengetatan investasi ekonomi China di India.
  2. 2021–2023: Puluhan putaran dialog militer tingkat korps dan diplomatik digelar, menghasilkan penarikan pasukan bertahap di beberapa titik gesekan seperti Danau Pangong Tso, meski ketidakpercayaan strategis tetap tinggi.
  3. Oktober 2024: Menjelang KTT BRICS, New Delhi dan Beijing mengumumkan kesepakatan teknis terkait patroli di sepanjang LAC, memulihkan status quo operasional seperti sebelum krisis 2020.
"Menjaga perdamaian dan stabilitas di perbatasan harus tetap menjadi prioritas utama kami. Kepercayaan bersama, saling menghormati, dan kepekaan timbal balik harus menjadi fondasi hubungan bilateral," tegas Narendra Modi dalam pembukaan dialog bilateral.

Fokus Normalisasi: Keamanan Perbatasan dan Pemulihan Ekonomi

Kesepakatan yang diraih kedua pemimpin tidak hanya menyasar aspek militer, tetapi juga mencakup normalisasi hubungan ekonomi strategis. India dan China merupakan dua entitas ekonomi terbesar di blok BRICS, sehingga stabilitas hubungan bilateral keduanya menjadi penentu arah integrasi ekonomi kawasan Selatan Global (Global South).

  • Mekanisme Patroli Bersama: Pasukan kedua negara diizinkan kembali berpatroli di titik-titik sengketa utama di Ladakh sesuai jadwal yang disepakati untuk menghindari gesekan mendadak.
  • Reaktivasi Dialog Khusus: Pembukaan kembali saluran komunikasi antara Wakil Khusus Perbatasan (Special Representatives) untuk menetapkan demarkasi wilayah jangka panjang.
  • Peluang Relaksasi Ekonomi: India membuka peluang evaluasi pembatasan izin investasi asing langsung (FDI) dan pemulihan penerbangan langsung penumpang antara kedua negara.
"China dan India adalah peradaban kuno dan negara berkembang utama. Kita harus saling mendukung dalam mengejar modernisasi serta bekerja sama menjaga tatanan multipolar dunia," ujar Xi Jinping dalam pernyataan resminya.

Dengan disepakatinya komitmen ini, kedua negara bertekad mempercepat stabilisasi rantai pasok regional dan mencegah persaingan geopolitik regional merusak agenda pembangunan domestik masing-masing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User