Sep 13, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

MANDALIKA — Marc Marquez Perpanjang Catatan Buruk DNF di GP Mandalika

Deru mesin Desmosedici menggema di sepanjang pesisir Pantai Kuta Lombok, namun bagi Marc Marquez, Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika kembali menjadi

MANDALIKA — Marc Marquez Perpanjang Catatan Buruk DNF di GP Mandalika

Deru mesin Desmosedici menggema di sepanjang pesisir Pantai Kuta Lombok, namun bagi Marc Marquez, Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika kembali menjadi panggung mimpi buruk. Pada balapan utama MotoGP Mandalika 2025 yang berlangsung Minggu (5/10/2025), pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut harus kembali menelan pil pahit. Ia gagal menyentuh garis finis dan memperpanjang catatan *Did Not Finish* (DNF) yang seolah menjadi bayang-bayang kelam dalam kariernya di Indonesia.

Terik matahari Nusa Tenggara Barat yang memanaskan lintasan tak mampu menolong ekspektasi tinggi publik. Padahal, kepindahannya ke pabrikan Ducati digadang-gadang bakal memutus tren negatif sang juara dunia delapan kali tersebut di lintasan sepanjang 4,31 kilometer ini. Nyatanya, Mandalika kembali terbukti menjadi salah satu sirkuit paling menantang dan tak ramah bagi gaya balap agresif penunggang nomor 93 itu.

Drama Sejak Sesi Pemanasan Hingga Balapan Utama

Sinyal kecemasan sebenarnya sudah menyeruak sejak sesi *Warm Up* menjelang balapan. Meski menunjukkan kecepatan yang menjanjikan saat memacu motor Ducati miliknya di bawah pengawalan ketat tim mekanik, Marquez tampak berjuang keras menemukan titik pengereman yang pas pada tikungan-tikungan cepat Mandalika. Kondisi angin pesisir dan temperatur aspal yang ekstrem kembali memakan korban.

Saat lampu hijau menyala di balapan utama, penampakan dominan Marquez hanya bertahan beberapa putaran sebelum insiden fatal memaksa sang pembalap menyudahi perlawanan lebih awal. Kegagalan ini melengkapi deretan kepedihan sejarah Marquez sejak Sirkuit Mandalika pertama kali menggelar balapan kasta tertinggi pada tahun 2022 silam.

Anatomi Rekor Buruk: Mengapa Mandalika Begitu Menaklukkan Marquez?

Analisis mendalam terhadap rekam jejak Marc Marquez di Sirkuit Pertamina Mandalika memperlihatkan pola yang cukup memprihatinkan. Lintasan yang memiliki 17 tikungan ini menuntut keseimbangan antara *cornering speed* dan kelembutan kontrol ban—dua hal yang sering kali berbenturan dengan karakter agresif sang pembalap.

Berikut adalah perbandingan catatan perjalanan Marc Marquez di Sirkuit Mandalika dari tahun ke tahun:

Tahun Musim Tim / Motor Status Balapan Utama Catatan Utama
2022 Repsol Honda DNS (Did Not Start) Highside parah di sesi Warm Up, mengalami diplopia.
2023 Repsol Honda DNF (Gagal Finis) Terjatuh di tikungan awal saat berjuang masuk 10 besar.
2024 Gresini Racing (Ducati) DNF (Gagal Finis) Kerusakan mekanis dan insiden mesin terbakar di tengah race.
2025 Factory Ducati DNF (Gagal Finis) Kehilangan kendali roda depan (*lowside*) pada pertengahan balapan.

Pola di atas menunjukkan bahwa kendala Marquez di Mandalika bukan sekadar masalah keberuntungan atau performa motor semata, melainkan adanya ketidakcocokan mendasar antara karakter lintasan dengan gaya eksekusinya.

Analisis Pakar: Kombinasi Karakter Aspal dan Tekanan Mental

Kegagalan beruntun ini mengundang perhatian berbagai pengamat balap internasional. Kecepatan Ducati Desmosedici yang di atas kertas mendominasi seluruh sirkuit musim ini seolah tak berdaya ketika dipaksa menaklukan tikungan mengalir (*flowing corners*) sektor tiga dan empat Mandalika di tangan Marquez.

"Mandalika membutuhkan ritme mengalir yang konsisten tanpa paksaan berlebih pada bagian ban depan. Marc selalu berusaha menembus batas limit pada area di mana sirkuit ini justru menuntut kehalusan manuver. Ketika Anda memaksa Ducati di aspal Mandalika yang panas, risikonya hanya dua: menang atau meledak di area gravel," ungkap seorang analis teknis senior paddock MotoGP.

Kegagalan di Mandalika edisi 2025 ini secara langsung memberikan pukulan telak bagi perolehan poin Marquez di papan klasemen sementara. Kerugian poin kunci ini memaksa tim Ducati untuk kembali mengevaluasi setelan telemetri serta strategi gaya balap Marquez jelang seri-seri penutup di Asia dan Australia.

Bagi para penggemar di Indonesia, pemandangan Marquez yang kembali berjalan layu menuju *pit garage* meninggalkan rasa penasaran yang mendalam. Publik masih harus menunggu setahun lagi untuk menyaksikan apakah *The Baby Alien* mampu mematahkan "kutukan" pasir pantai Lombok, ataukah Mandalika akan selamanya menjadi benteng yang tak pernah bisa ia taklukkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User