Sep 02, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Mitos atau Fakta: Apakah Tepung Ubi Bisa Memadamkan Kebakaran

Di tengah maraknya informasi tentang cara memadamkan kebakaran yang beredar di media sosial, muncul klaim menarik perhatian publik Indonesia. Beberapa video viral menunjukkan tepung ubi atau tepung ta...

Mitos atau Fakta: Apakah Tepung Ubi Bisa Memadamkan Kebakaran

Di tengah maraknya informasi tentang cara memadamkan kebakaran yang beredar di media sosial, muncul klaim menarik perhatian publik Indonesia. Beberapa video viral menunjukkan tepung ubi atau tepung tapioka digunakan sebagai alat pemadam api tradisional. Klaim tersebut menyatakan bahwa bahan dapur yang umum ditemukan di setiap rumah tangga ini mampu meredam api secara efektif. Namun, benarkah pernyataan tersebut sesuai dengan fakta ilmiah?

Klaim tentang Tepung Ubi sebagai Pemadam Api

Klaim yang beredar di berbagai platform digital menyebutkan bahwa tepung ubi kayu atau yang dikenal sebagai tepung tapioka memiliki kemampuan untuk memadamkan kebakaran. Pemilik akun media sosial tertentu bahkan mendemonstrasikan langsung bagaimana mereka menaburkan tepung ini ke atas api kecil dan mengklaim api tersebut padam. Klaim ini tentu menarik perhatian banyak orang karena tepung ubi merupakan bahan makanan yang murah dan mudah diperoleh di seluruh Indonesia.

Berdasarkan verifikasi yang dilakukan terhadap berbagai sumber ilmiah, anggapan bahwa tepung ubi dapat memadamkan api ternyata tidak sepenuhnya akurat. Bahan tersebut justru memiliki sifat yang bertentangan dengan fungsi alat pemadam api. Tepung ubi termasuk dalam kategori bahan yang mudah terbakar karena kandungan patinya yang tinggi. Ketika ditaburkan di dekat sumber panas, tepung ini justru dapat menjadi bahan bakar tambahan bagi api.

Fakta Ilmiah tentang Sifat Terbakar Tepung

Penelitian di bidang ilmu combustion dan keselamatan kebakaran menunjukkan bahwa bahan berbasis pati seperti tepung terigu, tepung beras, dan tepung ubi memiliki titik nyala yang relatif rendah. Titik nyala merupakan suhu minimum di mana suatu bahan mulai menghasilkan uap yang dapat menyala secara spontan. Dalam kasus tepung ubi, partikel-partikel halusnya dapat membentuk campuran debu yang mudah terbakar jika tersebar di udara.

Fenomena ini dikenal sebagai bahaya debu tepung dalam industri. Ketika konsentrasi debu tepung dalam ruangan mencapai tingkat tertentu dan bertemu dengan sumber penyalaan, dapat terjadi ledakan debu yang sangat berbahaya. Hal ini menunjukkan bahwa tepung ubi jelas bukan bahan yang aman untuk digunakan mendekati api, apalagi sebagai alat pemadam.

Inovasi Pati Tapioka dalam Teknologi Pemadam Modern

Meskipun tepung ubi biasa tidak efektif untuk memadamkan api, ada temuan menarik dari penelitian terbaru di bidang material tahan api. Para ilmuwan berhasil mengembangkan hidrogel tahan api berbasis pati tapioka yang memiliki kemampuan retardansi api. Hidrogel ini bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung yang menghambat proses pembakaran dan mengurangi transfer panas.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pati tapioka memiliki potensi besar sebagai bahan dasar produk pemadam api ramah lingkungan. Berbeda dengan tepung ubi biasa yang mudah terbakar, hidrogel berbasis pati ini melalui proses modifikasi khusus sehingga memiliki sifat tahan panas dan mampu memadamkan api secara efektif. Inovasi ini menjadi bukti bahwa bahan alami dari pertanian Indonesia memiliki nilai riset yang tinggi dalam pengembangan teknologi keselamatan.

Berdasarkan verifikasi menyeluruh terhadap klaim yang beredar, dapat disimpulkan bahwa anggapan tepung ubi dapat memadamkan api merupakan informasi yang menyesatkan. Faktanya, tepung ubi termasuk bahan yang mudah terbakar dan berbahaya jika digunakan di dekat sumber api. Namun, penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa derivatif pati tapioka melalui proses modifikasi tertentu dapat diolah menjadi material tahan api yang bermanfaat untuk keselamatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User