Minibus Bawa BBM Terbakar di SPBU Nganjuk, Dua Korban Terluka

Sebuah minibus yang membawa puluhan jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) ludes terbakar di halaman SPBU Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu s

Jul 13, 2026 - 13:52
0 0
Minibus Bawa BBM Terbakar di SPBU Nganjuk, Dua Korban Terluka

Sebuah minibus yang membawa puluhan jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) ludes terbakar di halaman SPBU Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu siang. Insiden dahsyat itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB dan memicu kepanikan di sepanjang Jalan Raya Sukomoro, hingga memaksa dua penumpang kendaraan–termasuk seorang anak berusia sembilan tahun–dilarikan ke puskesmas terdekat.

Api pertama kali terlihat mengepul dari bagian belakang minibus berwarna silver dengan nomor polisi AG 1234 D. Dalam hitungan menit, api membesar dan melahap seluruh badan kendaraan yang sarat dengan deretan jeriken plastik 30 liter berisi BBM jenis pertalite dan solar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dua penumpang yang duduk di kursi tengah mengalami luka bakar ringan dan shock berat, sehingga harus segera mendapat perawatan medis di Puskesmas Sukomoro. Sang anak, yang duduk di pangkuan ibunya, disebut menangis histeris saat si jago merah merambat.

Kronologi: Jeriken Meledak Satu per Satu

Menurut keterangan saksi mata, minibus yang dikemudikan oleh seorang pria paruh baya terlihat memasuki area SPBU sekitar 15 menit sebelum kebakaran. Pengemudi sempat turun dan membuka pintu belakang untuk memeriksa tumpukan jeriken yang disusun tanpa sekat pengaman. Beberapa saat kemudian, kepulan asap muncul dari bawah jok penumpang dan disertai bunyi letupan kecil.

“Saya sedang mengisi bensin motor, tiba-tiba terdengar suara ledakan kecil dari mobil itu. Sekejap asap hitam langsung mengepul dan api membesar. Semua orang lari, panik,” ujar Sutrisno, salah satu pengunjung SPBU.

Petugas operator SPBU yang menyadari bahaya langsung menekan tombol darurat mematikan aliran listrik dan mengarahkan mobil pemadam portable ke titik api. Namun, api sudah telanjur membesar karena jeriken demi jeriken meledak dan menambah suplai bahan bakar. Dalam waktu kurang dari 10 menit, minibus tersebut berubah menjadi kerangka besi yang hangus, sementara dua pemadam kebakaran dari Pos Sukomoro tiba untuk memastikan api tidak merambat ke dispenser SPBU.

Dua Korban: Bocah dan Ibunya Selamat

Manager Puskesmas Sukomoro, dr. Ayu Lestari, memastikan kondisi dua korban tidak kritis. “Korban laki-laki dewasa hanya mengalami luka lecet dan shock, sedangkan anak perempuan mengalami luka bakar ringan di tangan kiri dan trauma psikis. Kami sudah berikan penanganan awal, untuk luka bakarnya akan dirujuk ke RSUD Nganjuk jika diperlukan,” terangnya saat ditemui di ruang UGD.

Keluarga korban yang segera berdatangan tampak histeris namun lega setelah tahu keduanya bisa diselamatkan oleh petugas SPBU. Sang ibu, yang tak bisa menyembunyikan air mata, terus menggendong anaknya yang masih gemetar. “Saya tidak tahu ada api, tiba-tiba panas dan langsung lari sambil gendong dia. Alhamdulillah selamat,” ucapnya terbata.

SPBU Ditutup Sementara, Penyelidikan Berjalan

Pasca kejadian, manajemen SPBU Sukomoro langsung menutup total operasional untuk sterilisasi. Area pompa yang berjarak hanya lima meter dari titik kebakaran disentuh api, namun dispenser berhasil diselamatkan oleh sistem proteksi otomatis yang mematikan katup bawah tanah. Petugas juga melakukan pengukuran gas dan suhu di sekitar tangki pendam untuk memastikan tidak ada kebocoran yang bisa memicu ledakan susulan.

Tim Inafis Polres Nganjuk dan Laboratorium Forensik Polda Jatim dikerahkan untuk menyelidiki asal mula api. “Kami menemukan puluhan jeriken yang sudah meleleh, beberapa di antaranya masih berisi sisa bensin. Dugaan sementara api berasal dari konsleting listrik di bawah jok penumpang yang memercik dan menyambar uap BBM dari jeriken yang terbuka. Tetapi belum bisa kami pastikan, perlu uji laboratorium,” kata Kasatlantas Polres Nganjuk, AKP Febrianto.

Pihak kepolisian juga akan memeriksa pengemudi minibus sebagai saksi, namun hingga petang kemarin yang bersangkutan masih menjalani perawatan karena syok. Polisi mencurigai minibus ini digunakan untuk menimbun dan menjual BBM secara ilegal karena jumlah jeriken yang dibawa melebihi batas wajar untuk konsumsi pribadi. Apalagi, SPBU Sukomoro diketahui pernah melaporkan adanya pembelian BBM dalam jumlah besar oleh orang tak dikenal dengan modus serupa.

Bahaya Modus Penimbunan BBM di Kendaraan Pribadi

Fenomena mobil pribadi yang dijadikan “gudang” BBM ilegal semakin marak di Jawa Timur, terutama di daerah perbatasan yang pasokan BBM-nya fluktuatif. Para penimbun memanfaatkan celah dengan membeli BBM subsidi menggunakan banyak jeriken yang disembunyikan di dalam minibus yang sudah dimodifikasi. Praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menciptakan bom berjalan di jalan raya.

Berikut ini fakta risiko yang dijelaskan oleh Damkar Kabupaten Nganjuk:

  • Uap BBM sangat mudah terbakar – hanya butuh percikan kecil dari kelistrikan mobil atau gesekan jeriken untuk menyulut api.
  • Tidak ada sistem ventilasi dalam kabin yang penuh jeriken – uap BBM mengumpul dan menciptakan tekanan tinggi yang bisa meledak sewaktu-waktu.
  • Korban berlipat – satu jeriken meledak akan memicu jeriken lain, memperluas jangkauan api secara eksponensial.
  • Risiko ke SPBU sangat tinggi – jika terjadi di dekat dispenser, api bisa menyambar ke tangki pendam yang berisi ribuan liter BBM dan menimbulkan bencana besar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Nganjuk, Bambang Suratman, menyebut insiden ini sebagai “peringatan keras” agar petugas SPBU lebih ketat menolak kendaraan yang membawa jeriken dalam jumlah mencurigakan. “Kami akan berkoordinasi dengan SPBU se-Nganjuk untuk menerapkan larangan total kendaraan jeriken di area dispenser, sesuai Perda No. 7/2022 tentang Pengamanan BBM,” tegasnya.

Dampak Lalu Lintas dan Kerugian Material

Selain korban luka, kebakaran ini mengakibatkan kemacetan panjang di Jalan Raya Sukomoro–Warujayeng hingga hampir satu jam karena petugas harus melakukan buka-tutup jalan saat proses pendinginan dan evakuasi bangkai mobil. Kerugian material ditaksir mencapai Rp150 juta, mencakup hangusnya minibus, 40 jeriken penuh dan kosong, serta kerusakan aspal di depan SPBU akibat suhu api yang tinggi.

Mobil derek yang disebutkan datang dari Unit Laka Polres membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk mengangkat kerangka minibus yang masih panas. Tim pemadam dan relawan juga menyebarkan pasir untuk menetralisir ceceran BBM yang menggenang di selokan pinggir SPBU, menghindari risiko terpelesetnya pengendara atau pencemaran lingkungan.

Masyarakat Diimbau Waspada

Insiden di Nganjuk menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat agar tidak sembarangan membawa BBM dalam jumlah besar di kendaraan, apalagi di lokasi pengisian bahan bakar. Kejadian serupa pernah terjadi di Sidoarjo dua tahun silam ketika sebuah truk pengangkut BBM oplosan meledak di tengah permukiman padat, menewaskan dua orang. Maka respons cepat petugas SPBU Sukomoro patut diapresiasi karena berhasil menghindarkan potensi tragedi yang jauh lebih besar.

Bagi warga yang mengetahui adanya praktik penimbunan BBM mencurigakan, polisi mengimbau segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui call center 110. “Sekecil apapun informasi sangat berharga mencegah bencana seperti ini terulang lagi,” pungkas AKP Febrianto.

[SOCIAL_TWEET]: Minibus angkut puluhan jeriken BBM terbakar hebat di depan SPBU Sukomoro, Nganjuk. Dua penumpang, termasuk anak 9 tahun, luka bakar dan shock. Praktik penimbunan BBM ilegal kembali memakan korban. #Kebakaran #Nganjuk #BBMIlegal[SOCIAL_TG]: 🚒 Api melalap minibus berisi puluhan jeriken BBM di SPBU Sukomoro, Nganjuk. Dua korban luka, satu anak trauma. Diduga dari konsleting listrik. Waspada modus mobil gudang bensin!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User