Menkeu Beri Penghargaan Tertinggi untuk Pegawai Bea Cukai yang Gugur
Pengorbanan di Garis Depan PengawasanMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi menganugerahkan penghargaan Nagara Dana Ksatria Dharma kepada almarhum Aditya Waskita Jauhari, seorang pegawai D...
Pengorbanan di Garis Depan Pengawasan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi menganugerahkan penghargaan Nagara Dana Ksatria Dharma kepada almarhum Aditya Waskita Jauhari, seorang pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang gugur saat menjalankan tugas negara. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari Kementerian Keuangan atas dedikasi dan pengorbanan jiwa raga yang ditunjukkan oleh sang petugas dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan keamanan nasional.
Upacara penyerahan berlangsung khidmat di Aula Cakti Buddhi Bhakti, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta. Hadir dalam kesempatan tersebut keluarga almarhum, para pejabat eselon I Kementerian Keuangan, serta rekan-rekan sejawat dari unit operasional Bea Cukai. Suasana haru menyelimuti ruangan ketika nama Aditya Waskita Jauhari disebut sebagai salah satu putra terbaik bangsa yang rela menyerahkan nyawa demi mempertahankan integritas wilayah pabean Indonesia.
Kronologi Peristiwa
Berdasarkan laporan internal yang dihimpun, Aditya Waskita Jauhari bertugas di salah satu unit pengawasan laut wilayah timur Indonesia. Pada pertengahan tahun lalu, ia bersama timnya terlibat dalam operasi penindakan terhadap kapal asing yang diduga membawa barang selundupan bernilai miliaran rupiah. Saat melakukan pemeriksaan rutin, kapal tersebut melakukan manuver berbahaya dan melawan petugas. Dalam insiden itu, Aditya terjatuh ke laut dan mengalami luka serius akibat benturan dengan lambung kapal. Meskipun segera dievakuasi dan mendapat perawatan medis intensif, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Investigasi internal Bea Cukai bersama aparat penegak hukum lainnya kemudian mengungkap bahwa kapal tersebut bagian dari jaringan penyelundupan rokok ilegal dan bahan baku tekstil yang telah lama menjadi target operasi. Tindakan berani Aditya dan timnya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang yang berpotensi merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah dari sisi penerimaan cukai dan bea masuk.
Profil Singkat Almarhum
Aditya Waskita Jauhari lahir 32 tahun silam dan mengawali karier sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan pada tahun 2015. Setelah menempuh pendidikan dasar kepabeanan, ia ditempatkan di berbagai unit operasional yang menuntut kewaspadaan tinggi, mulai dari pengawasan pelabuhan kecil hingga patroli laut lepas. Rekan-rekannya mengenang Aditya sebagai pribadi yang disiplin, tangguh, dan memiliki naluri investigatif tajam. Di luar jam kerja, ia aktif dalam kegiatan sosial kemaritiman di komunitas pesisir, mengajarkan pentingnya kepatuhan pabean kepada masyarakat lokal.
Keluarga almarhum yang menerima langsung penghargaan ini menyampaikan rasa bangga sekaligus duka mendalam. Mereka berharap pengorbanan Aditya menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa tugas menjaga perbatasan dan penerimaan negara bukanlah pekerjaan ringan. Seringkali, para petugas harus mempertaruhkan keselamatan pribadi di medan yang penuh risiko.
Makna di Balik Nagara Dana Ksatria Dharma
Penghargaan Nagara Dana Ksatria Dharma bukan sekadar simbol seremonial. Dalam tradisi Kementerian Keuangan, penghargaan ini hanya diberikan kepada pegawai yang menunjukkan tindakan heroik, pengorbanan luar biasa, atau gugur dalam menjalankan mandat menjaga keuangan dan kekayaan negara. Nama Aditya Waskita Jauhari kini tercatat dalam daftar kehormatan penerima penghargaan tersebut, sejajar dengan beberapa nama lain yang telah mendahului.
Menteri Keuangan dalam sambutannya menegaskan bahwa negara tidak akan pernah melupakan jasa para pahlawan pabean. Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk terus meningkatkan perlindungan dan keselamatan kerja bagi seluruh pegawai Bea Cukai yang bertugas di lapangan. Modernisasi alat pengawasan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kerja sama antarlembaga menjadi prioritas agar kejadian serupa dapat diminimalkan.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai menambahkan bahwa semangat dan dedikasi Aditya akan terus dikenang melalui program beasiswa bagi anak-anak pegawai yang gugur dalam tugas serta penguatan tradisi penghormatan internal setiap tahunnya. Institusi berkomitmen menjadikan pengorbanan almarhum sebagai bahan refleksi dan motivasi bagi generasi penerus pengawas perbatasan.
Pesan untuk Seluruh Negeri
Kisah Aditya Waskita Jauhari adalah potret dari ribuan pegawai Bea Cukai yang sehari-hari bekerja dalam sunyi, memastikan tidak ada barang ilegal masuk atau keluar wilayah Indonesia tanpa pengawasan. Mereka bertugas di pelabuhan, bandara, perbatasan darat, hingga laut lepas, sering kali di bawah tekanan dan ancaman yang tidak terlihat oleh publik. Penghargaan ini, menurut Kementerian Keuangan, adalah pesan tegas bahwa setiap tetes keringat dan darah yang tercurah demi negara akan dicatat dan dihormati.
Publik diimbau untuk turut berperan aktif dalam mendukung tugas Bea Cukai, baik melalui kepatuhan sukarela terhadap aturan kepabeanan dan cukai, maupun dengan melaporkan setiap indikasi pelanggaran. Hanya dengan sinergi antara negara dan masyarakat, pengorbanan seperti yang dilakukan Aditya tidak akan sia-sia dan kedaulatan ekonomi Indonesia akan tetap kokoh berdiri.
Baca juga:
Comments (0)