Aug 29, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Menjelang Maulid Nabi 2026: 12 Bacaan Doa, Arab, Latin, dan Arti

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali menyapa umat Islam. Pada tahun 2026, peringatan ini diperkirakan berlangsung pada akhir Agustus, tepatnya saat 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah menurut perhitung...

Menjelang Maulid Nabi 2026: 12 Bacaan Doa, Arab, Latin, dan Arti

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali menyapa umat Islam. Pada tahun 2026, peringatan ini diperkirakan berlangsung pada akhir Agustus, tepatnya saat 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah menurut perhitungan kalender Islam. Penetapan tanggal resmi tetap menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat, sebab awal bulan Hijriah ditentukan berdasarkan hasil pemantauan hilal. Di tengah momen tersebut, umat Islam di berbagai daerah menggelar pengajian, pembacaan Barzanji, doa bersama, hingga pembacaan kitab maulid sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW.

Dalam setiap rangkaian peringatan Maulid, bacaan doa dan shalawat menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Berdasarkan verifikasi terhadap kebiasaan yang berkembang di masyarakat, bacaan doa Maulid Nabi terbagi dalam beberapa jenis. Ada yang selalu dibaca saat salat, seperti shalawat Ibrahimiyah yang diucapkan pada tahiyat akhir. Ada pula yang dibaca khusus di luar salat, baik saat pengajian, wirid harian, maupun acara peringatan Maulid itu sendiri.

Doa Maulid Nabi Bukan Satu Bacaan Tunggal

Klaim bahwa doa Maulid Nabi hanya merujuk pada satu bacaan tidak akurat. Faktanya adalah istilah ini mencakup beragam shalawat dan doa yang dipanjatkan untuk memuliakan Nabi Muhammad SAW, terutama pada bulan kelahirannya. Sebagian besar bacaan tersebut bersumber dari tradisi ulama dan kitab-kitab shalawat yang tersebar luas, bukan satu doa baku yang ditetapkan secara resmi.

Shalawat Ibrahimiyah menjadi contoh bacaan yang paling sering diucapkan. Dalam tahiyat akhir, setiap muslim membaca shalawat ini sebagai bagian dari rangkaian salat lima waktu. Keberadaannya yang melekat dalam salat menjadikannya doa Maulid yang paling rutin dibaca sepanjang tahun oleh umat Islam di seluruh dunia.

Dua Belas Bacaan Doa Maulid yang Populer

1. Shalawat Ibrahimiyah. Lafaznya, Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid. Artinya, ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Bacaan ini diucapkan pada tahiyat akhir dalam salat.

2. Shalawat Nariyah. Dibuka dengan lafaz Allahumma shalli shalatan kamilatan wa sallim salaman tamman 'ala sayyidina Muhammad. Kandungannya memohon rahmat yang sempurna kepada Nabi SAW, yang dengan beliau kesulitan terurai dan hajat dapat terpenuhi. Shalawat ini kerap diamalkan sebelas kali atau seratus kali setelah salat fardu.

3. Shalawat Munjiyat. Dimulai dengan lafaz Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin shalatan tunjina biha min jami'il ahwal wal afat. Isinya adalah permohonan keselamatan dari segala musibah dan penyakit, terpenuhinya segala kebutuhan, serta diangkatnya derajat di sisi Allah.

4. Shalawat Thibbil Qulub. Lafaz pembukanya, Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa'iha. Maknanya, memohon agar Nabi SAW menjadi obat hati dan penawarnya, penyehat tubuh, serta cahaya penglihatan bagi yang membacanya.

5. Shalawat Fatih. Memuat pujian kepada Nabi SAW sebagai pembuka segala yang terkunci dan penutup para nabi terdahulu. Bacaan ini banyak diamalkan sebagai wirid harian oleh sebagian kalangan karena diyakini memiliki keutamaan yang besar.

6. Shalawat Badriyyah. Populer di Indonesia, dibuka dengan lafaz Shalatullahi salamullahi 'ala Thaha rasulillah. Syair pujian ini sering dilantunkan dalam acara Maulid dan memuat tawasul serta permohonan ampunan kepada Allah melalui kemuliaan Rasulullah SAW.

7. Shalawat Nuril Anwar. Memuat pujian kepada Nabi SAW sebagai sumber cahaya bagi alam semesta. Bacaan ini banyak ditemukan dalam kitab-kitab maulid dan dibaca untuk memohon cahaya iman serta ketenangan hati.

8. Shalawat Ummi. Merupakan shalawat dengan lafaz yang pendek sehingga mudah dihafal. Bacaan ini banyak diamalkan sebagai wirid harian oleh umat Islam di berbagai daerah.

9. Shalawat Kamilah. Berisi permohonan agar rahmat dan kesejahteraan tercurah secara sempurna kepada Nabi SAW, keluarga, serta para sahabat beliau. Bacaan ini sering menjadi bagian dari rangkaian doa dalam pengajian.

10. Shalawat Ta'dzimul Qiyam. Dibaca ketika jamaah berdiri dalam pembacaan Maulid Simtudduror sebagai bentuk penghormatan kepada kelahiran Nabi SAW. Momen ini dikenal dengan istilah qiyam dalam tradisi peringatan Maulid.

11. Shalawat Al-Hijir. Termasuk bacaan yang diriwayatkan dari tradisi ulama dan dibaca dalam berbagai kitab maulid. Kandungannya berupa pujian serta permohonan syafaat kepada Rasulullah SAW.

12. Doa Penutup Maulid. Rangkaian doa yang dibaca setelah pembacaan Barzanji atau Diba' selesai. Isinya memuat permohonan syafaat, ampunan, dan keberkahan bagi seluruh umat Islam.

Landasan Anjuran Memperbanyak Shalawat

Data menunjukkan bahwa anjuran memperbanyak shalawat bersandar pada Al-Qur'an, yakni Surah Al-Ahzab ayat 56 yang artinya, sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Ayat ini kerap menjadi landasan umat Islam memperbanyak shalawat, terutama saat bulan Maulid tiba.

Selain itu, para ulama menegaskan bahwa membaca shalawat merupakan bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Tradisi ini kemudian dirawat melalui berbagai kitab maulid seperti Barzanji, Diba', dan Simtudduror yang dibaca secara turun-temurun di banyak daerah. Perbedaan lafaz antarbacaan merupakan hal yang wajar karena masing-masing bersumber dari riwayat yang berbeda.

Kesimpulan

Berdasarkan verifikasi terhadap sumber-sumber bacaan yang beredar, doa Maulid Nabi tidak terbatas pada satu lafaz. Klaim bahwa hanya ada satu bacaan doa Maulid tidak akurat. Setiap bacaan memiliki keutamaan dan waktu pengamalan yang berbeda, tetapi semuanya bertujuan sama, yaitu memuliakan Nabi Muhammad SAW. Umat Islam dapat memilih bacaan yang sesuai dengan tradisi dan kemampuan masing-masing, baik dibaca dalam salat maupun di luar salat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User