Oct 04, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Menimbang Manfaat dan Risiko Pohon Tepi Jalan Raya

Peran Pohon dalam Menjaga Keseimbangan Lingkungan PerkotaanPohon yang tumbuh di sepanjang tepi jalan raya memiliki peran penting dalam mendukung kualitas lingkungan di kawasan perkotaan. Kehadiran veg...

Menimbang Manfaat dan Risiko Pohon Tepi Jalan Raya

Peran Pohon dalam Menjaga Keseimbangan Lingkungan Perkotaan

Pohon yang tumbuh di sepanjang tepi jalan raya memiliki peran penting dalam mendukung kualitas lingkungan di kawasan perkotaan. Kehadiran vegetasi ini berkontribusi terhadap penyerapan karbon dioksida, penyaringan partikel udara, serta pengurangan suhu lingkungan melalui proses evapotranspirasi. Di banyak wilayah dengan kepadatan lalu lintas tinggi, pepohonan juga berfungsi sebagai peredam kebisingan alami yang membantu mengurangi intensitas suara kendaraan. Selain itu, sistem perakaran pohon dapat memperlambat aliran air hujan, sehingga berpotensi mengurangi risiko genangan dan erosi permukaan tanah di sekitar badan jalan.

Manfaat tersebut menjadikan penanaman pohon di tepi jalan sebagai salah satu strategi yang kerap diterapkan dalam upaya perencanaan kota yang berkelanjutan. Namun, efektivitas dari manfaat ini sangat bergantung pada perencanaan yang matang. Tanpa pertimbangan teknis yang memadai, apa yang dirancang untuk melindungi lingkungan justru dapat menimbulkan permasalahan baru bagi infrastruktur jalan dan pengguna jalan itu sendiri.

Dampak Negatif Akibat Perencanaan yang Kurang Tepat

Salah satu permasalahan yang paling umum terjadi adalah kerusakan fisik pada permukaan jalan akibat pertumbuhan akar pohon. Proses ini kerap dikenal sebagai root heave, yaitu kondisi di mana akar pohon yang terus berkembang mendorong lapisan tanah ke atas, sehingga menyebabkan jalan bergelombang, retak, atau bahkan terangkat. Kerusakan semacam ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan berkendara, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor atau kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Selain kerusakan jalan, pertumbuhan akar yang tidak terarah juga berpotensi mengganggu sistem utilitas bawah tanah, seperti pipa air, saluran drainase, kabel listrik, dan jaringan telekomunikasi. Akar pohon dapat masuk melalui celah kecil pada pipa, memperbesar retakan, hingga menyebabkan kebocoran atau penyumbatan. Di sisi lain, pohon dengan kanopi yang terlalu lebar atau dahan yang rendah dapat mengurangi jarak pandang pengendara, terutama di tikungan, persimpangan, atau area dekat rambu lalu lintas. Faktor keselamatan ini perlu menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan jenis pohon untuk ditanam di sepanjang jalan raya.

Permasalahan lain yang kerap muncul adalah beban pemeliharaan jangka panjang. Pohon yang tidak sesuai dengan kondisi ruang tumbuh akan membutuhkan pemangkasan rutin, penanganan akar, hingga perbaikan infrastruktur yang berulang. Hal ini menambah kebutuhan sumber daya bagi pengelola jalan tanpa menjamin keberlanjutan fungsi pohon itu sendiri.

Solusi Berbasis Perencanaan Teknis

Untuk menyeimbangkan manfaat ekologis dengan kebutuhan infrastruktur, diperlukan pendekatan perencanaan yang terintegrasi. Langkah pertama adalah pemilihan jenis pohon yang tepat. Jenis pohon dengan sistem perakaran dalam, pertumbuhan kanopi terkontrol, serta tidak bersifat invasif secara akar akan jauh lebih aman untuk ditanam di tepi jalan. Pemilihan ini harus disesuaikan dengan lebar jalur hijau, kedalaman tanah, dan keberadaan utilitas bawah tanah di lokasi tersebut.

Selain pemilihan jenis, penerapan teknologi pengendalian akar juga dapat menjadi solusi efektif. Penggunaan root barrier atau penghalang akar berbahan tahan lama dapat membatasi arah pertumbuhan akar ke area yang tidak membahayakan struktur jalan. Pendekatan lain yang dapat diterapkan adalah penggunaan struktur tanah yang diperkuat, yaitu campuran tanah dengan material berpori yang memungkinkan akar tumbuh ke bawah secara terarah tanpa mendorong lapisan perkerasan jalan ke atas.

Perencanaan tata ruang juga memegang peranan penting. Penyediaan jalur hijau dengan lebar memadai, penentuan jarak tanam yang sesuai, serta koordinasi antara instansi pengelola jalan, pengelola utilitas, dan pihak terkait lainnya menjadi prasyarat mutlak. Tanpa koordinasi ini, upaya penanaman pohon berpotensi bertabrakan dengan rencana pemeliharaan infrastruktur di masa mendatang.

Menuju Penanaman Pohon yang Berkelanjutan

Penanaman pohon di tepi jalan raya bukanlah persoalan sederhana antara menanam atau tidak menanam. Persoalannya terletak pada bagaimana proses tersebut dirancang, dilaksanakan, dan dipelihara. Dengan menerapkan prinsip perencanaan berbasis bukti teknis, manfaat pohon dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan keamanan jalan dan keberlangsungan infrastruktur.

Pendekatan holistik ini membutuhkan komitmen jangka panjang, mulai dari kajian lokasi, pemilihan spesies, penerapan teknologi perlindungan, hingga pemantauan rutin pasca penanaman. Melalui langkah-langkah tersebut, jalur hijau di sepanjang jalan raya dapat berfungsi sesuai tujuan awalnya, yaitu menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung sistem transportasi yang aman dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User