Mengapa Kapal Tak Pernah Pakai Kata Kiri dan Kanan?
Dalam dunia pelayaran, instruksi untuk mengarahkan kapal tidak pernah menggunakan kata "kiri" atau "kanan". Pelaut di seluruh dunia justru menggunakan istilah port dan starboard. Berdasarkan verifikas...
Dalam dunia pelayaran, instruksi untuk mengarahkan kapal tidak pernah menggunakan kata "kiri" atau "kanan". Pelaut di seluruh dunia justru menggunakan istilah port dan starboard. Berdasarkan verifikasi terhadap sejarah maritim dan regulasi navigasi internasional, klaim bahwa istilah ini lahir dari kebutuhan teknis untuk menghindari kebingungan adalah benar, namun faktanya lebih kompleks dari sekadar preferensi bahasa.
Akar Sejarah: Dari Kemudi Sisi Kanan
Klaim bahwa istilah starboard berasal dari posisi kemudi kapal kuno adalah akurat. Pada era kapal kayu sebelum abad ke-13, kemudi berupa dayung besar yang dipasang di sisi kanan buritan. Dalam bahasa Inggris Kuno, istilah steorbord berarti "sisi tempat kemudi berada". Karena mayoritas pelaut saat itu tidak kidal, dayung kemudi ditempatkan di sisi kanan agar mudah dikendalikan. Sebaliknya, sisi kiri disebut larboard, yang berasal dari kata ladebord — sisi tempat kapal memuat muatan karena aman dari kemudi. Data menunjukkan bahwa pada abad ke-16, istilah larboard mulai ditinggalkan karena terlalu mirip dengan starboard saat diteriakkan dalam badai. Pada tahun 1844, Angkatan Laut Inggris secara resmi mengganti larboard dengan port, merujuk pada sisi yang menghadap dermaga saat kapal berlabuh.
Fungsi Navigasi Modern: Mencegah Salah Tafsir
Faktanya adalah bahwa penggunaan port dan starboard bukan sekadar tradisi, melainkan standar keselamatan yang diatur dalam Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) dan Peraturan Navigasi Internasional (COLREGs) yang dikeluarkan Organisasi Maritim Internasional (IMO). Aturan ini menetapkan bahwa instruksi arah harus merujuk pada sisi kapal, bukan arah kompas atau posisi relatif awak kapal. Mengapa demikian? Karena kata "kiri" dan "kanan" bersifat subjektif — tergantung pada arah hadap orang yang berbicara. Jika seorang kapten berkata "belok kiri", awak yang menghadap ke buritan akan menafsirkan arah yang berbeda dari awak yang menghadap ke haluan. Sementara itu, port dan starboard merujuk pada titik tetap pada struktur kapal: port selalu sisi kiri kapal jika menghadap haluan, dan starboard selalu sisi kanan. Data menunjukkan bahwa dalam kondisi visibilitas rendah atau situasi darurat, kejelasan ini mencegah kesalahan fatal yang dapat menyebabkan tabrakan atau kandas.
Perbedaan dengan Penerbangan dan Standar Global
Klaim bahwa istilah ini dipertahankan untuk mencegah salah tafsir dalam navigasi modern perlu diverifikasi lebih lanjut. Faktanya adalah bahwa industri penerbangan juga menggunakan sistem serupa, namun dengan istilah left dan right yang merujuk pada posisi pilot. Perbedaan ini justru menegaskan bahwa standar maritim lebih ketat karena kapal tidak memiliki titik referensi tetap seperti kokpit pesawat. Dalam sistem kapal, lampu navigasi juga diatur berdasarkan sisi: lampu merah di port dan lampu hijau di starboard. Aturan ini tertuang dalam COLREGs Rule 21 dan diakui secara universal, memungkinkan kapal dari negara mana pun untuk berkomunikasi tanpa ambiguitas. Sumber resmi seperti International Hydrographic Organization dan U.S. Coast Guard Navigation Center menegaskan bahwa penggunaan istilah ini adalah bagian dari standar operasional yang wajib dipatuhi oleh semua kapal niaga dan militer.
Kesimpulan Verifikasi
Berdasarkan verifikasi terhadap dokumen sejarah dan regulasi internasional, klaim bahwa istilah port dan starboard lahir dari sejarah kemudi dan dipertahankan demi mencegah salah tafsir adalah BENAR. Data menunjukkan bahwa evolusi dari larboard ke port pada abad ke-19 adalah respons langsung terhadap kecelakaan yang disebabkan oleh kemiripan fonetik. Lebih dari itu, standar modern yang diatur oleh IMO menjadikan istilah ini sebagai elemen wajib dalam komunikasi navigasi, bukan sekadar pilihan gaya. Namun, perlu dicatat bahwa meskipun istilah ini efektif, tidak ada bukti bahwa penggunaannya menghilangkan semua risiko salah tafsir — tetap diperlukan disiplin dan pelatihan yang ketat. Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan mengapa pelaut tidak menggunakan kata kiri dan kanan adalah karena sistem yang lebih presisi telah terbukti menyelamatkan nyawa dan aset di laut selama lebih dari satu abad.
Comments (0)