Sep 01, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Mekanisme Seleksi Dirjen WHO 2026-2027 dan Tugasnya Setelah Terpilih

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah mempersiapkan proses pemilihan Direktur Jenderal periode 2026-2031. Mekanisme seleksi ini melibatkan seluruh negara anggota dan berlangsung secara transparan se...

Mekanisme Seleksi Dirjen WHO 2026-2027 dan Tugasnya Setelah Terpilih

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah mempersiapkan proses pemilihan Direktur Jenderal periode 2026-2031. Mekanisme seleksi ini melibatkan seluruh negara anggota dan berlangsung secara transparan sesuai ketentuan yang tertuang dalam Konstitusi WHO. Pemahaman mengenai tahapan pemilihan serta ruang lingkup tugas pemimpin tertinggi organisasi kesehatan PBB ini menjadi penting untuk diketahui publik internasional.

Tahapan Seleksi Dirjen WHO

Proses pemilihan Dirjen WHO dimulai jauh sebelum hari pemungutan suara di Majelis Kesehatan Dunia. Tahap pertama adalah nominasi, di mana setiap negara anggota memiliki hak untuk mengajukan calon yang memenuhi persyaratan dasar. Calontersebut harus memiliki kualifikasi di bidang kesehatan dan pengalaman manajerial yang cukup di sektor publik maupun internasional.

Setelah masa nominasi ditutup, Dewan Eksekutif WHO melakukan evaluasi terhadap seluruh kandidat yang diajukan. Dewan yang terdiri dari 34 anggota ini bertugas menyaring applicant berdasarkan kriteria kompetensi, pengalaman, dan kemampuan kepemimpinan. Tahap evaluasi ini mencakup wawancara mendalam serta penilaian terhadap visi dan misi masing-masing kandidat dalam memimpin organisasi.

Seleksi kemudian memasuki fase eliminasi bertahap di mana Dewan Eksekutif menyusun daftar pendek (shortlist) kandidat. Daftar ini disusun melalui serangkaian voting rahasia untuk menentukan siapa saja yang akan maju ke tahap berikutnya. Pada akhirnya, Dewan Eksekutif merekomendasikan maksimal tiga kandidat kepada Majelis Kesehatan Dunia untuk dipilih dalam forum resmi.

Daftar Kandidat yang Memenuhi Syarat

Sejumlah kandidat dari berbagai negara telah menyatakan kesiapannya untuk bersaing dalam pemilihan kali ini. Setiap kandidat membawa latar belakang dan pengalaman yang beragam di bidang kesehatan global, epidemiologi, dan manajemen organisasi internasional. Beberapa di antara mereka telah memiliki rekam jejak panjang dalam menangani krisis kesehatan di berbagai belahan dunia.

Kandidat yang berhasil masuk dalam daftar pendek harus melewati serangkaian tes kesehatan dan verifikasi dokumen secara menyeluruh. Transparansi dalam proses ini menjadi sorotan utama berbagai pihak, mengingat peran strategis WHO dalam koordinasi kesehatan global. Negara-negara anggota diharapkan mempertimbangkan secara objektif kemampuan masing-masing kandidat tanpa intervensi politik.

Proses kampanye internal juga menjadi bagian dari tahapan seleksi. Kandidat berkesempatan mempresentasikan program kerja mereka di hadapan negara-negara anggota. Presentasi ini mencakup strategi penanganan pandemi, penguatan sistem kesehatan primer, serta visi WHO dalam menghadapi tantangan kesehatan di decade mendatang.

Tugas dan Kewenangan Dirjen WHO

Berdasarkan Konstitusi WHO, Dirjen memiliki peran sentral dalam menjalankan operasional organisasi sehari-hari. Kewenangan utama mencakup pengangkatan dan pemberhentian staf sekretariat, termasuk pejabat senior di berbagai divisi. Dirjen bertanggung jawab atas efektivitas работы organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan oleh negara-negara anggota.

Dalam konteks kesehatan global, Dirjen berwenang mengeluarkan pernyataan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC). Keputusan ini memiliki implikasi besar terhadap mobilitas global dan koordinasi respons antar negara. Pengalaman pandemi COVID-19 menunjukkan betapa krusialnya peran Dirjen dalam mengkoordinasikan respons internasional.

Dirjen juga bertugas menyampaikan laporan tahunan kepada Majelis Kesehatan Dunia serta mengusulkan anggaran organisasi untuk periode berikutnya. Dalam kapasitas ini, Dirjen harus mampu membangun consensus di antara negara-negara anggota yang memiliki kepentingan berbeda. Keterampilan diplomasi tinggi menjadi mutlak diperlukan untuk menjaga neutrality organisasi.

Selain itu, Dirjen WHO memiliki peran dalam menjalin kemitraan dengan organisasi internasional lain, pemerintah nasional, LSM, dan sektor swasta. Koordinasi ini penting untuk memastikan sumber daya kesehatan terdistribusi secara merata. Dirjen juga mewakili WHO dalam forum-forum internasional dan menyampaikan posisi organisasi kepada media global.

Mekanisme akuntabilitas Dirjen mencakup pelaporan berkala kepada Dewan Eksekutif dan Majelis Kesehatan Dunia. Setiap keputusan strategis harus mendapat persetujuan dari badan pengambil keputusan yang berwenang. Sistem checks and balances ini dirancang untuk mencegah penyalahgunaan wewenang sekaligus menjaga agilitas organisasi dalam merespons krisis kesehatan.

Proses seleksi yang sedang berlangsung menjadi momentum penting bagi masa depan kesehatan global. Negara-negara anggota diharapkan memilih pemimpin yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu membawa WHO melewati berbagai tantangan kesehatan yang semakin kompleks. Transparansi dan partisipasi publik dalam memantau proses ini menjadi elemen esensial dalam memperkuat legitimasi organisasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User