Medan — Wamendagri Bima Arya Ungkap Empat Kerentanan Fundamental Sistem Pangan Nasional

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memaparkan empat kerentanan struktural yang mengancam sistem pangan nasional dalam Forum Pangan pada rangkaia

Jul 10, 2026 - 21:12
0 0
Medan — Wamendagri Bima Arya Ungkap Empat Kerentanan Fundamental Sistem Pangan Nasional
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memaparkan empat kerentanan struktural yang mengancam sistem pangan nasional dalam Forum Pangan pada rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan, Senin (29/6/2026). Analisis tersebut disampaikan berdasarkan kajian terbaru Kementerian Dalam Negeri terhadap ketahanan pangan di 98 kota se-Indonesia. Bima Arya menekankan bahwa persoalan pangan bukan sekadar fluktuasi harga atau gangguan distribusi musiman, melainkan persoalan struktural yang memerlukan intervensi kebijakan jangka panjang. "Kita tidak bisa lagi menyelesaikan persoalan pangan dengan cara-cara lama. Ada empat kerentanan yang harus menjadi perhatian bersama pemerintah pusat dan daerah," ujar Bima dalam forum tersebut.

Empat Kerentanan yang Diidentifikasi

Pertama, perubahan iklim yang mengganggu siklus tanam dan menyebabkan ketidakpastian produksi. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan anomali curah hujan di sentra-sentra produksi pangan meningkat 37% dalam satu dekade terakhir, mengakibatkan gagal panen di beberapa wilayah. Kedua, alih fungsi lahan produktif yang terus berlangsung tanpa pengendalian memadai. Berdasarkan data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), konversi lahan sawah mencapai rata-rata 100.000 hektar per tahun, menggerus kapasitas produksi domestik. Ketiga, melemahnya peran Bulog sebagai stabilisator harga dan penjaga stok penyangga. Bima menyoroti bahwa penugasan Bulog seringkali tidak diiringi instrumen fiskal dan regulasi yang memadai. "Bulog kehilangan gigi. Mereka diberi tugas tapi tidak diberi kewenangan penuh," tegasnya. Keempat, asimetri rantai pasok yang menciptakan disparitas harga ekstrem antara produsen dan konsumen. Margin perdagangan dan pengangkutan (MPP) komoditas pangan strategis di beberapa kota tercatat mencapai 300-400%, mengindikasikan inefisiensi distribusi yang sistemik.

Analisis Dampak pada Ketahanan Pangan Perkotaan

Identifikasi empat kerentanan ini memiliki implikasi langsung terhadap kota-kota sebagai pusat konsumsi. Dengan tingkat urbanisasi diproyeksikan mencapai 70% pada 2045, ketergantungan kota terhadap pasokan dari wilayah hinterland semakin absolut. Bima Arya mendorong pemerintah kota untuk mengembangkan kebijakan pangan berbasis data, termasuk pemetaan kebutuhan riil, diversifikasi sumber pasokan, dan penguatan cadangan pangan daerah. Ia juga menyinggung pentingnya revisi kebijakan tata ruang untuk melindungi lahan pertanian produktif yang tersisa di kawasan perkotaan dan penyangga. "Paradigma lama melihat pangan sebagai urusan sektoral. Paradigma baru harus melihatnya sebagai isu keamanan nasional yang melibatkan seluruh tingkatan pemerintahan," ujar Bima. Forum Pangan ini merupakan salah satu sesi utama dalam Rakernas XVIII APEKSI yang berlangsung di Medan pada 28-30 Juni 2026, dihadiri oleh wali kota dan pejabat terkait dari seluruh Indonesia. Rakernas ini menjadi platform strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan. [TAGS]: Wamendagri Bima Arya, APEKSI, ketahanan pangan, Rakernas APEKSI XVIII, Forum Pangan [SOCIAL_TWEET]: Wamendagri Bima Arya ungkap 4 kerentanan sistem pangan RI: perubahan iklim, alih fungsi lahan 100.000 ha/tahun, Bulog kehilangan kewenangan, dan rantai pasok timpang. "Ini isu keamanan nasional," tegasnya di Rakernas APEKSI Medan. #KetahananPangan #APEKSI2026 #Wamendagri [SOCIAL_FB]: Wakil Menteri Dalam Negeri membongkar empat ancaman serius di balik sistem pangan Indonesia. Dari perubahan iklim hingga Bulog yang "kehilangan gigi", temuan ini mengubah cara pandang tentang keamanan pangan nasional. Simak analisis lengkapnya. [SOCIAL_TG]: 🔴 Wamendagri Bima Arya pamerkan data mengejutkan soal kerentanan pangan nasional di Forum Pangan Rakernas APEKSI, Medan. Empat masalah struktural teridentifikasi — dan semuanya butuh solusi jangka panjang. [SOCIAL_THREADS]: Wamendagri Bima Arya baru aja spill empat masalah serius sistem pangan kita di Forum Pangan APEKSI Medan. Honestly, data alih fungsi lahan 100 ribu hektar per tahun itu alarming banget. Dan Bulog? Katanya sih udah "kehilangan gigi." Curious? Baca thread ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User