Mas Dhito Berangkatkan LBB SMA, Titip Dua Pesan Krusial

KEDIRI — Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito, secara resmi memberangkatkan para peserta kegiatan LBB tingkat SMA. Dalam momen pelepasan tersebut, orang nomor satu d...

Mas Dhito Berangkatkan LBB SMA, Titip Dua Pesan Krusial

KEDIRI — Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito, secara resmi memberangkatkan para peserta kegiatan LBB tingkat SMA. Dalam momen pelepasan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu tidak sekadar melepas keberangkatan para pelajar, tetapi juga menitipkan dua pesan krusial yang dinilai menjadi fondasi penting bagi masa depan generasi muda, yakni menjauhi segala bentuk perundungan atau bullying serta menghindari pergaulan bebas.

Pelepasan tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat. Para pelajar yang menjadi peserta tampak antusias mengikuti arahan sebelum berangkat. Mas Dhito menegaskan bahwa kegiatan semacam ini bukan sekadar ajang kebersamaan, melainkan juga sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan bagi pelajar yang kelak akan menjadi penerus estafet pembangunan daerah.

Pesan Pertama: Jauhi Perundungan dalam Segala Bentuknya

Pesan pertama yang disampaikan Mas Dhito adalah agar seluruh pelajar menjauhi perilaku perundungan. Ia mengingatkan bahwa bullying tidak hanya berwujud kekerasan fisik, tetapi juga dapat muncul dalam bentuk ejekan, hinaan, pengucilan, hingga perundungan di dunia maya yang kerap luput dari perhatian orang dewasa.

Menurutnya, perundungan merupakan persoalan serius yang dapat meninggalkan luka mendalam bagi korbannya. Dampaknya tidak main-main: korban dapat mengalami tekanan psikologis, kehilangan rasa percaya diri, gangguan kecemasan, hingga penurunan prestasi belajar. Dalam jangka panjang, pengalaman menjadi korban perundungan bahkan dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang hingga ia dewasa.

Mas Dhito menegaskan, lingkungan pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi setiap pelajar untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, ia meminta para pelajar tidak hanya menahan diri untuk tidak menjadi pelaku, tetapi juga berani bersikap ketika menyaksikan perundungan terjadi di sekitarnya. Diam dan membiarkan, menurutnya, sama saja memberi ruang bagi perundungan untuk terus berlangsung.

Ia juga mengajak para pelajar membangun budaya saling menghormati dan menghargai perbedaan. Menurutnya, keberagaman latar belakang, kemampuan, maupun kondisi fisik bukanlah alasan untuk merendahkan orang lain, melainkan justru kekayaan yang harus disyukuri dan dijaga bersama.

Pesan Kedua: Hindari Pergaulan Bebas yang Merusak Masa Depan

Pesan kedua yang tak kalah penting adalah agar para pelajar menjauhi pergaulan bebas. Mas Dhito mengingatkan bahwa masa remaja merupakan fase penuh pencarian jati diri yang kerap dibarengi rasa ingin tahu yang besar. Tanpa benteng pendirian yang kuat, fase ini berisiko menyeret pelajar ke dalam lingkaran pergaulan yang merusak, mulai dari penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman beralkohol, hingga perilaku menyimpang lainnya.

Ia menekankan bahwa sekali seseorang terjerumus ke dalam pergaulan bebas, dampaknya bisa menghancurkan masa depan yang telah dibangun bertahun-tahun. Risiko yang mengintai bukan hanya soal kesehatan fisik dan mental, tetapi juga rusaknya reputasi, terputusnya pendidikan, serta beban sosial yang harus ditanggung keluarga.

Karena itu, Mas Dhito berpesan agar para pelajar pandai memilih lingkungan dan teman bergaul. Ia mendorong mereka mengisi masa muda dengan kegiatan positif, seperti olahraga, seni, organisasi, serta berbagai kegiatan kepemudaan yang mampu menyalurkan energi dan kreativitas ke arah yang produktif. Dukungan keluarga dan guru juga disebutnya menjadi kunci agar pelajar memiliki pegangan kuat dalam menghadapi berbagai godaan.

LBB sebagai Wahana Pembentukan Karakter Pelajar

Keberangkatan peserta LBB tingkat SMA ini sendiri dipandang sebagai bagian dari ikhtiar pembinaan generasi muda di Kabupaten Kediri. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan dapat menempa diri, melatih kedisiplinan, membangun kekompakan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan.

Mas Dhito berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menjaga nama baik daerah. Ia juga meminta para pelajar menjadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga, bukan sekadar seremoni belaka. Nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan yang diperoleh diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Komitmen Membangun Generasi Muda Berkarakter

Dua pesan yang disampaikan Mas Dhito mencerminkan perhatian pemerintah daerah terhadap kualitas generasi muda. Persoalan perundungan dan pergaulan bebas dinilai sebagai tantangan nyata yang dihadapi pelajar saat ini, sehingga pembinaan karakter menjadi agenda yang tidak bisa ditawar.

Dengan bekal moral dan karakter yang kuat, generasi muda Kabupaten Kediri diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berprestasi, dan berakhlak mulia. Pelepasan peserta LBB ini pun menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa masa depan daerah sangat ditentukan oleh kualitas anak-anak mudanya hari ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User