LOS ANGELES — Keretakan hubungan antara Brad Pitt dan anak-anaknya kian mengemuka ke ranah publik. Maddox Chivan Jolie, putra sulung Angelina Jolie dan Brad Pitt, dilaporkan telah secara resmi menanggalkan nama belakang ayahnya dari dokumen identitas resminya. Langkah ini memperpanjang daftar anak-anak Jolie-Pitt yang memilih untuk memutus keterikatan simbolis dengan sang aktor peraih Oscar tersebut.
Keputusan pemuda berusia 22 tahun ini bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan puncak dari perselisihan keluarga berkepanjangan yang bermula sejak insiden dalam penerbangan jet pribadi pada 2016 silam. Berdasarkan penelusuran dokumen dan riwayat persidangan hak asuh anak, Maddox telah lama menunjukkan keengganannya menyandang nama Pitt dalam dokumen non-resmi, sebelum akhirnya kini meresmikannya.
Kronologi Keretakan Hubungan Keluarga Jolie-Pitt
Proses disintegrasi hubungan emosional dan legal antara Brad Pitt dan anak-anaknya dapat dirunut melalui rentetan peristiwa berikut:
- September 2016: Terjadi pertengkaran fisik dan verbal di dalam pesawat pribadi antara Brad Pitt dan Angelina Jolie, di mana Maddox—yang saat itu berusia 15 tahun—diduga turun tangan membela sang ibu. Beberapa hari setelah insiden tersebut, Jolie resmi mengajukan gugatan cerai.
- Maret 2021: Dalam proses persidangan hak asuh yang berlangsung sengit, Maddox memberikan kesaksian sebagai orang dewasa yang memberatkan Brad Pitt. Laporan persidangan menyebutkan Maddox tidak lagi menggunakan nama "Pitt" dalam dokumen akademik maupun sehari-hari.
- November 2023: Zahara Marley Jolie memperkenalkan dirinya tanpa nama Pitt saat resmi bergabung dengan perkumpulan mahasiswi Alpha Kappa Alpha di Spelman College, Atlanta.
- Mei 2024: Shiloh Nouvel, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-18, secara independen menyewa pengacara dan mengajukan permohonan ke pengadilan untuk menghapus nama Pitt secara legal. Di saat yang hampir bersamaan, Vivienne juga tercatat hanya menggunakan nama "Vivienne Jolie" dalam kredit pementasan teater musikal Broadway The Outsiders.
- Pertengahan 2024: Maddox meresmikan seluruh administrasi identitasnya secara mandiri, menegaskan pemisahan dirinya dari garis patronimik sang ayah.
"Anak-anak ini membuat keputusan secara sadar ketika mereka mencapai usia dewasa. Ini bukan sekadar deklarasi emosional di media sosial, melainkan tindakan hukum yang terencana dan didasari oleh pengalaman personal mereka selama bertahun-tahun," ungkap seorang sumber hukum keluarga di California.
Dampak Hukum dan Simbolis Penolakan Nama Pitt
Penghapusan nama belakang seorang figur publik ternama membawa implikasi signifikan, baik dari sudut pandang hukum perdata maupun narasi publik. Dalam hukum negara bagian California, setiap warga negara yang telah menginjak usia 18 tahun berhak mengajukan petisi perubahan nama secara mandiri tanpa memerlukan izin atau persetujuan orang tua.
Bagi Brad Pitt, langkah beruntun yang diambil oleh Maddox, Zahara, Shiloh, dan Vivienne menjadi pukulan telak di tengah sengketa hukum lain yang masih bergulir, seperti perebutan kepemilikan perkebunan anggur Château Miraval di Prancis. Pengamat industri hiburan menilai bahwa pemutusan garis nama ini menandai babak akhir dari relasi kekeluargaan yang hampir mustahil untuk dipulihkan dalam waktu dekat.
Comments (0)