Latihan Perdana Spanyol di Doha Jelang Hadapi Maroko
Tim nasional Spanyol menggelar sesi latihan resmi di kompleks Universitas Qatar, Doha, pada Senin (5/12/2022). Sesi ini menjadi persiapan krusial menjelang
Tim nasional Spanyol menggelar sesi latihan resmi di kompleks Universitas Qatar, Doha, pada Senin (5/12/2022). Sesi ini menjadi persiapan krusial menjelang pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2022 melawan Maroko. Berdasarkan foto yang dirilis oleh Associated Press melalui fotografer Julio Cortez, gelandang tengah Rodri tampak menjadi salah satu fokus dalam latihan tersebut. La Furia Roja, sebutan untuk timnas Spanyol, mengusung misi kebangkitan setelah lolos sebagai runner-up Grup E. Pertemuan dengan Maroko—yang secara mengejutkan keluar sebagai juara Grup F—diprediksi menjadi ujian berat mengingat performa impresif wakil Afrika tersebut sepanjang fase grup.
Analisis Performa dan Rekor Pertemuan
Maroko melangkah ke babak gugur dengan catatan statistik defensif yang superior. Dari tiga pertandingan Grup F, mereka hanya kebobolan satu gol—itu pun merupakan gol bunuh diri. Mereka menahan imbang Kroasia tanpa gol, mengalahkan Belgia 2-0, dan menaklukkan Kanada 2-1. Total perolehan tujuh poin menempatkan mereka di puncak klasemen grup, unggul atas Kroasia dan Belgia. Ini merupakan pencapaian tertinggi kedua Maroko di Piala Dunia sejak mencapai babak 16 besar pada 1986.
| Indikator | Maroko (Grup F) | Spanyol (Grup E) |
|---|---|---|
| Posisi Akhir | Juara Grup | Runner-up |
| Jumlah Poin | 7 | 4 |
| Gol Memasukkan | 4 | 9 |
| Gol Kemasukkan | 1 | 3 |
| Clean Sheets | 2 | 1 |
Statistik Spanyol di Grup E memiliki kontradiksi: produktivitas tinggi dengan sembilan gol—termasuk kemenangan 7-0 atas Kosta Rika—namun hanya meraih empat poin akibat hasil imbang melawan Jerman dan kekalahan dari Jepang. Menurut analis taktik sepak bola Michael Cox, “Maroko menyajikan blok pertahanan kompak yang sulit dibongkar. Spanyol akan menghadapi pertahanan terorganisir terbaik yang pernah mereka temui di turnamen ini.” Data menunjukkan Maroko mencatat rata-rata intersepsi 11,3 kali per pertandingan, tertinggi ketiga di antara seluruh peserta fase grup.
Skuad Spanyol asuhan Luis Enrique tetap mengandalkan penguasaan bola tinggi—rata-rata 78% per laga—sebagai senjata utama. Namun demikian, efisiensi serangan menjadi perhatian serius. Dari total 43 tembakan yang dilepaskan sepanjang babak grup, hanya 14 tepat sasaran di luar pertandingan kontra Kosta Rika. Ini menandakan potensi kebuntuan ketika menghadapi pertahanan rapat seperti milik Maroko. Di sisi lain, Maroko membangun kekuatan dari transisi cepat melalui gelandang Sofyan Amrabat dan kecepatan pemain sayap seperti Hakim Ziyech dan Achraf Hakimi.
Secara head-to-head, Spanyol dan Maroko memiliki sejarah pertemuan yang tipis. Keduanya terakhir kali bertemu di fase grup Piala Dunia 2018. Hasil akhir saat itu adalah imbang 2-2, dengan gol-gol dari Isco, Iago Aspas, Khalid Boutaïb, dan Youssef En-Nesyri. Pertandingan itu menunjukkan bahwa Maroko mampu memberikan tekanan signifikan terhadap lini belakang Spanyol—sebuah bayang-bayang yang mungkin kembali muncul di babak 16 besar kali ini.
[TAGS]: Spanyol, Maroko, Piala Dunia 2022, Rodri, babak 16 besar [SOCIAL_TWEET]: Spanyol gelar latihan di Doha jelang hadapi juara Grup F, Maroko. Pertahanan solid Afrika Utara jadi ujian sesungguhnya bagi dominasi bola Luis Enrique. Mampukah La Roja menaklukkan statistik? #ESPvMAR #PialaDunia2022 #FIFAWorldCup [SOCIAL_FB]: Maroko bukan sekadar kejutan—mereka tim dengan pertahanan terbaik di fase grup. Spanyol wajib membuktikan bahwa penguasaan bola 78% cukup untuk menembus tembok Afrika. Simak laporan langsung dari sesi latihan terakhir La Furia Roja di Doha. [SOCIAL_TG]: ⚽️ Latihan terakhir Spanyol di Doha sebelum lawan Maroko malam ini. Rodri jadi sorotan. Maroko cuma kebobolan 1 gol sepanjang grup—mampukah Spanyol mencetak lebih? 🧱🔥 #ESPvMAR
Comments (0)