Aug 29, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Kepala BPS Jelaskan Alasan Format Desil DTSEN Berubah Jadi Rentang

Badan Pusat Statistik (BPS) buka suara terkait perubahan tampilan pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Format penyajian desil kesejahteraan yang sebelumnya tampil dalam angka tunggal kin...

Kepala BPS Jelaskan Alasan Format Desil DTSEN Berubah Jadi Rentang

Badan Pusat Statistik (BPS) buka suara terkait perubahan tampilan pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Format penyajian desil kesejahteraan yang sebelumnya tampil dalam angka tunggal kini diubah menjadi rentang. Perubahan ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya bagi penerima manfaat program perlindungan sosial yang selama ini memantau posisi desil keluarganya di dalam basis data tersebut.

Alasan BPS Mengubah Format Desil

Kepala BPS mengungkapkan bahwa perubahan format tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi data yang masih berjalan. Berdasarkan keterangan resmi, data dalam DTSEN saat ini bersifat dinamis dan tengah dimutakhirkan secara berkala. Dalam kondisi semacam ini, penyajian desil dalam angka tunggal dinilai belum tepat karena berpotensi memberi kesan bahwa posisi kesejahteraan rumah tangga telah final dan tidak akan berubah lagi.

Format rentang dipilih karena dianggap lebih mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Dengan tampilan rentang, pengguna data dapat memahami bahwa posisi kesejahteraan suatu rumah tangga masih mungkin bergeser hingga proses pemutakhiran dinyatakan tuntas. Penjelasan ini menegaskan bahwa perubahan format bukan sekadar perubahan tampilan antarmuka, melainkan bagian dari prinsip kehati-hatian dalam penyajian data statistik resmi negara.

Mengenal DTSEN dan Konsep Desil Kesejahteraan

DTSEN merupakan basis data tunggal yang dibangun untuk menyatukan berbagai sumber data sosial ekonomi nasional. Data ini menjadi rujukan utama pemerintah dalam menargetkan penerima bantuan sosial serta berbagai program penanggulangan kemiskinan. Sebelum keberadaan DTSEN, data kesejahteraan tersebar dalam beberapa sistem, antara lain Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data P3KE atau Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Konsep desil sendiri berasal dari pengelompokan rumah tangga ke dalam sepuluh lapisan kesejahteraan. Desil 1 menandai kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah, sedangkan desil 10 menandai kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. Posisi desil menjadi dasar penentuan prioritas penerima berbagai program bantuan. Dengan berubahnya format menjadi rentang, setiap pembaca data diharapkan memaknai informasi tersebut sebagai indikasi sementara yang masih terbuka untuk diperbarui, bukan sebagai angka mutlak yang bersifat permanen.

Pemutakhiran Data sebagai Kunci Keakuratan

Kunci dari perubahan format ini terletak pada proses pemutakhiran data yang tengah berjalan. Data yang bersifat dinamis berarti angka-angka di dalamnya dapat berubah setiap kali proses pemutakhiran dilakukan. BPS bersama kementerian dan lembaga terkait terus menyempurnakan data agar semakin akurat, mutakhir, dan tepat sasaran dalam mendukung kebijakan publik.

Proses pemutakhiran melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting melalui mekanisme pengaduan, sanggahan, serta verifikasi lapangan. Hingga proses tersebut selesai, tampilan rentang akan tetap digunakan agar tidak terjadi kesalahan tafsir di kalangan pengguna data, termasuk pemerintah daerah yang memakai DTSEN sebagai dasar penetapan penerima manfaat bantuan sosial.

Implikasi bagi Penyaluran Bantuan Sosial

Perubahan format ini berimplikasi pada cara masyarakat membaca posisi mereka dalam data kesejahteraan. Sebagian pihak menilai langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga akurasi data, sementara sebagian lain berharap proses pemutakhiran segera tuntas agar kepastian posisi desil dapat segera diperoleh. Hal tersebut wajar mengingat posisi desil berhubungan langsung dengan kelayakan seseorang atau keluarga untuk menerima bantuan.

Berdasarkan verifikasi atas keterangan resmi yang disampaikan, perubahan format desil menjadi rentang merupakan respons atas kondisi data yang belum final. Langkah ini sejalan dengan prinsip transparansi, bahwa pemerintah tidak ingin menampilkan angka yang masih mungkin berubah sebagai sesuatu yang pasti. Publik diharapkan memahami konteks tersebut sehingga tidak terjadi salah tafsir atas perubahan tampilan pada DTSEN.

Langkah Selanjutnya

Ke depan, publik menantikan penyelesaian proses pemutakhiran data. Penyelesaian tersebut diharapkan membawa dua manfaat sekaligus: data yang lebih akurat serta kepastian informasi bagi masyarakat. Selama proses berlangsung, transparansi penyampaian informasi menjadi kunci agar setiap perubahan yang dilakukan pemerintah dapat dipahami dengan baik oleh seluruh pengguna data, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dengan demikian, perubahan format desil menjadi rentang bukanlah kemunduran, melainkan bagian dari siklus perbaikan data yang sedang berjalan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan resmi dari BPS dan kanal resmi pemerintah terkait perkembangan DTSEN hingga seluruh proses pemutakhiran dinyatakan selesai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User