Kemenkes Gelar Operasi Katarak Gratis bagi Warga Purwokerto
PURWOKERTO — Kolaborasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Noor Dubai Foundation, Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI), dan Rumah Sakit Khusus Mata (
PURWOKERTO — Kolaborasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Noor Dubai Foundation, Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI), dan Rumah Sakit Khusus Mata (RSKM) Purwokerto menggelar program operasi katarak gratis pada Jumat (8/8/2026). Program yang digulirkan di fasilitas layanan mata andalan Banyumas ini menargetkan ratusan pasien dari kelompok masyarakat tidak mampu yang selama ini tertunda akses pengobatannya akibat keterbatasan biaya.
Latar Belakang: Memutus Rantai Buta Katarak
Katarak masih mendominasi daftar penyebab kebutaan di Indonesia yang sebenarnya bisa dicegah. Berdasarkan data Kemenkes, sekitar 81 persen kasus buta di negara ini disebabkan oleh katarak, sementara kebutuhan operasi katarak nasional mencapai 350.000 prosedur per tahun. Sayangnya, banyak pasien di daerah terpencil atau berpenghasilan rendah harus menunda pengobatan karena biaya operasi yang masih di luar jangkauan.
Menyikapi kondisi tersebut, Kemenkes menjalin kemitraan strategis dengan Noor Dubai Foundation, lembaga filantropi asal Uni Emirat Arab yang fokus pada pencegahan kebutaan di negara berkembang. Di tingkat pelaksanaan, PERDAMI menyediakan jaringan dokter spesialis mata sukarelawan, sementara RSKM Purwokerto menyiapkan infrastruktur ruang operasi, peralatan phacoemulsification, serta tim anestesi dan perawat yang berpengalaman. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya percepatan eliminasi buta yang dapat dihindari (avoidable blindness) sesuai target World Health Organization (WHO).
Kronologi Pelaksanaan dari Pagi hingga Sore
Operasi katarak gratis yang berlangsung di kompleks RSKM Purwokerto mengikuti protokol ketat untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pasien. Berikut rangkuman alur kegiatan sepanjang hari:
- 06.30 WIB: Tim medis RSKM Purwokerto bersama relawan PERDAMI mulai mempersiapkan ruang operasi dan mengecek kalibrasi peralatan phacoemulsification serta ECCE (Extracapsular Cataract Extraction) yang akan digunakan selama program berlangsung.
- 07.00 – 08.00 WIB: 142 pasien terdaftar menjalani pemeriksaan akhir tensi mata, gula darah, dan tanda vital untuk memastikan kelayakan operasi sebelum masuk ke ruang bedah.
- 08.30 WIB: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas bersama perwakilan Kemenkes dan Noor Dubai Foundation melakukan pembukaan resmi di aula RSKM Purwokerto, sekaligus meninjau kesiapan ruang pemulihan dan farmasi.
- 09.00 – 15.00 WIB: Sesi operasi utama berlangsung intensif di tiga ruang bedah yang disiagakan. Sepuluh dokter spesialis mata dari PERDAMI bergiliran menangani pasien dengan didampingi tim anestesi lokal dan perawat instrumentator.
- 15.30 – 16.30 WIB: Seluruh pasien yang telah dioperasi dikumpulkan di ruang pemulihan untuk pemeriksaan tekanan bola mata pertama (T0) dan penyerahan obat tetes mata antibiotik serta steroid yang harus digunakan selama empat minggu ke depan.
Seleksi Pasien dan Dampak Sosial
Proses seleksi pasien untuk program ini telah dimulai sejak dua pekan sebelum pelaksanaan operasi. Tim layanan masyarakat RSKM Purwokerto bersama jaringan puskesmas di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya melakukan skrining door-to-door guna mendata warga lanjut usia dan ekonomi lemah yang mengalami penurunan penglihatan akibat katarak matur. Sebanyak 142 pasien lolos verifikasi, dengan rentang usia dominan 50 hingga 75 tahun, sebagian besar merupakan petani dan buruh yang belum pernah menjalani pemeriksaan mata komprehensif.
Salah satu pasien, Sutini (68), warga Desa Karangturi, Kecamatan Kembaran, mengaku sudah lima tahun mengalami kabur pada mata kanannya. Ia terpaksa mengurangi aktivitas menenun anyaman bambu karena kesulitan melihat benang. “Sebelumnya saya dengar biaya operasi katarak bisa mencapai jutaan rupiah. Saya tidak punya uang sebanyak itu. Alhamdulillah, hari ini saya dibantu tanpa dipungut biaya sama sekali,” ujarnya usai menjalani prosedur selama 20 menit di ruang pemulihan.
Harapan Pascaoperasi dan Komitmen Berkelanjutan
Direktur Utama RSKM Purwokerto, dr. Yudhi Prasetyawan, Sp.M(K), menyampaikan bahwa seluruh pasien akan menjalani pemeriksaan ulang (follow-up) pada satu hari, satu minggu, dan satu bulan pascaoperasi. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah operasi yang tuntas, tetapi juga dari stabilitas penglihatan pasien dalam jangka menengah. Tingkat keberhasilan operasi katarak di fasilitasnya mencapai 95 persen pada kelompok pasien tanpa komorbid berat.
Perwakilan Noor Dubai Foundation menambahkan bahwa kerja sama dengan Kemenkes dan PERDAMI akan diperluas ke lima kota lain di Pulau Jawa dan Sumatera pada kuartal pertama 2027. Sementara itu, Kemenkes menegaskan bahwa program serupa akan terus diintegrasikan dalam agenda transformasi layanan primer dan rujukan nasional, dengan harapan beban buta katarak dapat diturunkan secara signifikan dalam dekade mendatang.
Dengan digelarnya operasi katarak gratis di Purwokerto, langkah konkret dalam meratakan akses kesehatan mata semakin terlihat nyata. Program ini tidak hanya mengembalikan fungsi penglihatan, tetapi juga memberikan harapan baru bagi para lansia dan pekerja informal untuk kembali produktif beraktivitas.
Kategori
Popular Posts
Related Posts
Popular Posts