Suasana haru dan ketegangan menyelimuti ruang pertemuan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, saat kedua orang tua dari almarhumah Dokter Icha akhirnya tampil di hadapan publik. Didampingi langsung oleh tim kuasa hukum, pihak keluarga membeberkan sejumlah kejanggalan serta menuntut kepastian hukum dan transparansi penuh dari aparat penegak hukum atas insiden tragis yang menimpa putri mereka.
Langkah ini diambil setelah pihak keluarga menilai proses penanganan perkara berjalan lamban dan meninggalkan banyak tanda tanya besar. Di hadapan awak media, orang tua korban tak kuasa menahan emosi ketika menceritakan kembali detik-detik terakhir komunikasi mereka dengan almarhumah sebelum kabar duka tersebut mengguncang keluarga besar.
Kronologi dan Rentetan Fakta di Lapangan
Tim kuasa hukum memaparkan serangkaian kronologi kejadian yang menurut mereka memerlukan penyelidikan mendalam (indepth investigation) serta pembuktian ilmiah berbasis scientific crime investigation:
- Komunikasi Terakhir: Korban sempat melakukan kontak dengan keluarga dalam kondisi normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda depresi atau keluhan medis darurat beberapa jam sebelum insiden.
- Kabar Kematian Mendadak: Pihak keluarga menerima informasi resmi mengenai kondisi kritis hingga meninggalnya Dokter Icha dari pihak ketiga, bukan melalui prosedur medis darurat yang semestinya.
- Dugaan Kejanggalan Fisik: Ditemukan indikasi ketidaksesuaian antara laporan awal penyebab kematian dengan kondisi fisik korban saat pertama kali diperiksa oleh pihak keluarga.
- Desakan Penyelidikan: Kuasa hukum resmi melayangkan surat permohonan gelar perkara khusus dan keterbukaan hasil visum/otopsi ke Polda NTT.
"Kami tidak mencari sensasi, kami hanya mencari kebenaran materiil. Mengapa seorang tenaga medis muda berdedikasi tinggi harus berpulang dengan begitu banyak teka-teki yang belum terjawab? Kami meminta kepolisian bertindak profesional tanpa intervensi," tegas perwakilan kuasa hukum keluarga di hadapan jurnalis di Kupang.
Desakan Uji Forensik Independen dan Perlindungan Saksi
Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya menegaskan perlunya pelibatan tim forensik independen guna memastikan penyebab pasti kematian Dokter Icha. Transparansi rekam medis, log panggilan telepon, serta rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dinilai menjadi bukti krusial yang harus segera diamankan oleh penyidik.
Selain menuntut pembongkaran fakta secara terbuka, kuasa hukum juga menyoroti aspek keselamatan sejumlah saksi kunci yang mengetahui aktivitas almarhumah sesaat sebelum kejadian. Poin-poin tuntutan utama keluarga mencakup:
- Gelar Perkara Terbuka: Mengundang pihak keluarga dan tim ahli independen untuk menyaksikan pemaparan bukti perkara.
- Penyitaan Bukti Digital: Melacak jejak digital percakapan serta aktivitas ponsel korban secara forensik digital.
- Pemeriksaan Saksi Menyeluruh: Memeriksa seluruh pihak yang berada di lingkungan almarhumah tanpa terkecuali.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi mendapatkan keadilan sejati dan mengembalikan martabat almarhumah Dokter Icha.
Comments (0)