Aug 26, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Kedubes Ukraina Gelar Pameran Foto, Kisah Perang Vietnam hingga Kyiv

JAKARTA — Duta Besar Ukraina untuk Indonesia menggelar pameran fotografi bertema perang dan perlawanan kemanusiaan di Jakarta, Senin (24/8/2026). Pameran t

Kedubes Ukraina Gelar Pameran Foto, Kisah Perang Vietnam hingga Kyiv

JAKARTA — Duta Besar Ukraina untuk Indonesia menggelar pameran fotografi bertema perang dan perlawanan kemanusiaan di Jakarta, Senin (24/8/2026). Pameran tersebut menampilkan puluhan dokumentasi foto yang membentang lintas zaman, mulai dari gerakan anti-perang Vietnam pada era 1960-an hingga perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung hingga hari ini.

Salah satu foto utama yang dipajang adalah rekaman arsip dari Associated Press (AP) yang menampilkan demonstrasi anti-perang Vietnam di Trafalgar Square, London. Ribuan massa terlihat memenuhi lapangan ikonik ibu kota Inggris itu, membawa spanduk dan menuntut penghentian perang. Foto tersebut dipilih sebagai jembatan naratif antara sejarah dan masa kini.

"Perang tidak pernah menjadi solusi. Apa yang terjadi di Trafalgar Square puluhan tahun lalu adalah suara nurani dunia, dan suara itu sama dengan apa yang kita dengar hari ini untuk Ukraina," ujar Duta Besar Ukraina dalam sambutan pembukaan pameran.

Kehadiran foto-foto tersebut dirangkai secara tematik agar pengunjung dapat melihat kesinambungan antara perlawanan rakyat terhadap perang di masa lampau dengan penderitaan yang dialami rakyat Ukraina saat ini. Kurasi ini menegaskan bahwa pesan kemanusiaan lintas generasi tetap relevan.

Dari Trafalgar Square ke Ruang Pamer Jakarta

Pemilihan foto demonstrasi di Trafalgar Square bukan tanpa alasan. Gerakan anti-perang Vietnam merupakan salah satu mobilisasi massa terbesar dalam sejarah modern Eropa dan Amerika Serikat. Gelombang protes itu akhirnya berkontribusi pada tekanan politik global yang mengakhiri keterlibatan militer besar-besaran di Vietnam.

Melalui pemajangan arsip tersebut, kurator ingin menunjukkan bahwa suaru publik internasional memiliki kekuatan mengubah jalannya sejarah. Pengunjung yang datang ke pameran diajak merefleksikan bagaimana solidaritas warga dunia dapat mendorong perdamaian.

Sejumlah pengunjung yang hadir pada hari pembukaan mengaku tersentuh oleh perbandingan visual antara arsip era 1960-an dan foto-foto terkini dari Ukraina. Banyak di antara mereka berhenti lama di depan foto Trafalgar Square, memperhatikan detail wajah-wajah demonstran yang penuh tekad.

Pesan Kemanusiaan Lintas Zaman

Selain arsip perang Vietnam, pameran juga menyajikan rangkaian foto kondisi terkini Ukraina, mulai dari kehancuran infrastruktur, perjuangan warga sipil, hingga semangat pemulihan di tengah serangan yang belum usai. Setiap foto dilengkapi keterangan yang menjelaskan konteks dan lokasi pengambilan gambar.

Beberapa poin kunci yang diangkat dalam pameran antara lain:

  • Kesinambungan sejarah — perbandingan langsung antara gerakan damai era Perang Dingin dan resistensi Ukraina masa kini.
  • Suara sipil — penekanan bahwa perubahan besar kerap bermula dari tekanan masyarakat, bukan hanya meja diplomasi.
  • Diplomasi budaya — fotografi sebagai medium menjembatani pemahaman antara bangsa yang jauh dari zona konflik.
  • Refleksi bagi Indonesia — pengingat nilai perdamaian dan kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia.

Para tamu undangan yang hadir mencakup diplomat negara sahabat, akademisi, seniman fotografi, serta aktivitas kemanusiaan. Suasana pameran berlangsung khidmat; sebagian pengunjung terlihat mencatat kutipan-kutipan yang dipajang di sepanjang dinding galeri.

"Ketika saya melihat foto demonstrasi di London tahun 1960-an, saya teringat bahwa orang-orang biasa selalu punya kekuatan. Itu pesan yang ingin kami sampaikan kepada generasi muda Indonesia," tambah sang duta besar.

Diplomasi Budaya di Tengah Perang

Pameran ini juga menjadi bagian dari upaya diplomasi publik Ukraina untuk mempertahankan perhatian dunia internasional terhadap perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Melalui jalur seni dan budaya, Kyiv berupaya membangun simpati serta dukungan dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Indonesia sendiri konsisten menempuh posisi netral aktif, mendukung penyelesaian damai atas konflik Rusia-Ukraina sesuai prinsip-prinsip Piagam PBB. Kehadiran pameran ini dinilai pengamat sebagai ruang dialog alternatif yang memperkaya wacana perdamaian di kalangan masyarakat sipil.

Pameran dibuka untuk umum selama beberapa pekan ke depan dengan pintu masuk gratis. Penyelenggara berharap kunjungan pelajar dan mahasiswa dapat menjadi agenda edukatif, agar kisah perang yang terekam dalam lensa kamera tidak sekadar menjadi kenangan, melainkan pelajaran bagi generasi penerus.

Di akhir acara, duta besar menutup sambutannya dengan harapan sederhana namun mendalam: semoga foto-foto perang suatu hari nanti hanya tinggal arsip sejarah, dan dunia tidak lagi menambah koleksi barunya.

[SOCIAL_TWEET]: Kedubes Ukraina gelar pameran foto di Jakarta: dari demonstrasi anti-perang Vietnam di Trafalgar Square hingga perang di Kyiv. Pesan kemanusiaan lintas zaman. #Ukraina #PameranFoto[SOCIAL_TG]: 📸 Pameran foto Kedubes Ukraina hadir di Jakarta — menyandingkan arsip protes anti-perang Vietnam 1960-an dengan realita perang di Ukraina hari ini. Baca kisah lengkapnya di Lurusin.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User