Kane Sebut Bellingham Pembeda Kemenangan Inggris atas Norwegia
Tim nasional Inggris meraih kemenangan penting atas Norwegia dalam lanjutan fase grup Liga Negara UEFA, dengan Jude Bellingham sebagai bintang utama berkat gol penyelamat yang dramatis. Kapten Harry K...
Tim nasional Inggris meraih kemenangan penting atas Norwegia dalam lanjutan fase grup Liga Negara UEFA, dengan Jude Bellingham sebagai bintang utama berkat gol penyelamat yang dramatis. Kapten Harry Kane tak ragu menyebut gelandang Real Madrid itu sebagai sosok pembeda yang mengubah jalannya pertandingan di Stadion Wembley, Jumat (14/10). Pertandingan yang berakhir 2-1 untuk kemenangan tuan rumah ini menegaskan status Bellingham sebagai pemain kunci di tim asuhan Gareth Southgate.
Gol Penyelamat di Ujung Babak Pertama
Inggris menghadapi tekanan tak terduga setelah Norwegia, yang tampil disiplin dan berbahaya lewat serangan balik, berhasil unggul lebih dulu melalui sundulan Erling Haaland pada menit ke-23. Gol tersebut memanfaatkan celah di lini belakang The Three Lions, membuat pendukung tuan rumah terdiam. Hingga menit-menit akhir babak pertama, pasukan Southgate kesulitan menciptakan peluang bersih. Namun, tepat saat papan injury time menampilkan tambahan dua menit, Bellingham mengambil alih kendali. Menerima bola di sepertiga akhir, gelandang bernomor punggung 10 itu melewati dua bek Norwegia dengan sentuhan presisi, lalu dengan dingin menaklukkan kiper Ørjan Nyland melalui tembakan rendah ke sudut kanan bawah. Gol di menit 45+2 itu membawa skor imbang 1-1 dan mengubah atmosfer pertandingan secara total.
Pujian Kapten dan Rekan Setim
Usai laga, Harry Kane yang kemudian mencetak gol kemenangan lewat eksekusi penalti di menit ke-67, tak segan mengapresiasi kontribusi Bellingham. “Jude menunjukkan kualitas kelas dunia malam ini. Golnya adalah momen kunci—bukan hanya karena waktunya, tapi bagaimana ia tetap tenang dan membuat keputusan sempurna di bawah tekanan. Dia pembeda,” ujar Kane dalam sesi wawancara usai pertandingan. Kane juga menambahkan bahwa kehadiran Bellingham memberikan dimensi baru bagi serangan Inggris.
Manajer Gareth Southgate, meski tidak hadir dalam konferensi pers karena skorsing, melalui asisten pelatih Steve Holland menyatakan bahwa gol Bellingham adalah refleksi dari kematangan yang terus berkembang. “Dia baru 21 tahun, tapi bermain seperti veteran. Gol itu murni kualitas individu—visi, keberanian, dan eksekusi. Tim ini beruntung memilikinya,” kata Holland membacakan pesan Southgate.
Respons Rendah Hati Sang Bintang Muda
Bellingham, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan, menanggapi pujian dengan rendah hati. “Saya hanya mencoba melakukan hal yang sama seperti setiap pertandingan lainnya—membantu tim dengan cara apa pun yang saya bisa. Gol itu adalah hasil dari kerja keras semua pemain; saya beruntung bisa berada di posisi tepat dan menyelesaikannya,” ujarnya kepada awak media. Ia menekankan bahwa tim tidak panik setelah kebobolan lebih dulu. “Kami tahu kualitas kami. Kami terus percaya pada rencana permainan, dan itu membuahkan hasil.” Gelandang muda itu juga memuji dukungan suporter yang tak henti meneriakkan namanya sepanjang laga.
Dominasi Babak Kedua dan Kemenangan yang Layak
Gol penyama kedudukan Bellingham menjadi titik balik yang jelas. Memasuki babak kedua, Norwegia mulai kehilangan intensitas, sementara Inggris meningkatkan tekanan. Dominasi penguasaan bola mencapai 68 persen dan serangan bertubi-tubi menghasilkan beberapa peluang matang. Pada menit ke-67, Declan Rice dijatuhkan di kotak penalti saat berusaha menerima umpan silang Bukayo Saka. Wasit menunjuk titik putih tanpa ragu. Kane, yang dikenal dingin mengeksekusi penalti, mengarahkan bola ke sisi berlawanan dari gerakan kiper. Skor 2-1 dan itu menjadi gol terakhir.
Sepanjang sisa laga, Bellingham terus menunjukkan performa solid: visi kreatifnya membuka ruang, intersepsi cermat memutus alur serangan lawan, dan ketenangannya menjaga tempo permainan. Statistik mencatat, ia menyelesaikan 92 persen operan, menciptakan empat peluang, dan melakukan dua kuncian antisipasi. Penampilan all-round ini membuktikan bahwa kontribusinya jauh melampaui sekadar gol penyelamat.
Implikasi dan Sorotan ke Depan
Kemenangan ini menempatkan Inggris di posisi puncak grup dengan selisih poin yang nyaman, memperlebar peluang lolos ke babak final. Namun yang lebih penting adalah kemunculan Bellingham sebagai pemimpin di lapangan. Pergeseran dari pemain potensial menjadi figur penentu kemenangan telah terlihat sejak musim perdananya di Spanyol, dan malam di Wembley ini semakin menegaskan statusnya sebagai aset tak tergantikan bagi Three Lions menjelang turnamen besar mendatang.
Kane, yang telah menyaksikan langsung evolusi Bellingham dari debutnya hingga kini, menegaskan bahwa tim harus membangun momentum di sekitar pemain seperti Bellingham. “Kami punya banyak talenta muda, tapi Jude memiliki sesuatu yang berbeda—mentalitas pemenang. Itu yang membuatnya istimewa,” pungkas kapten.
Sementara itu, Norwegia harus menerima kekalahan dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan sengit, terutama di babak pertama. Haaland tampak frustrasi seiring berjalannya waktu karena pasokan bola terputus. Ketidakmampuan mereka mempertahankan intensitas selama 90 menit penuh menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Ståle Solbakken.
Baca juga:
Comments (0)