Oct 08, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Kabut Asap Karhutla Pekat, UIN Raden Fatah Palembang Alihkan Kuliah ke Daring

Peningkatan polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang mengubah metode perkuliahan menjadi dalam jaringan (daring). Berdasark...

Kabut Asap Karhutla Pekat, UIN Raden Fatah Palembang Alihkan Kuliah ke Daring

Peningkatan polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang mengubah metode perkuliahan menjadi dalam jaringan (daring). Berdasarkan verifikasi terhadap edaran resmi kampus, keputusan ini berlaku setelah kualitas udara di kawasan Sumatera Selatan dinyatakan berada pada level tidak sehat.

Kebijakan tersebut diterbitkan oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang sebagai respons terhadap kondisi kabut asap yang semakin pekat. Data menunjukkan indeks standar pencemar udara (ISPU) di Palembang mengalami lonjakan signifikan, sehingga aktivitas tatap muka dianggap berisiko bagi kesehatan sivitas akademika.

Kronologi Penerbitan Edaran

Klaim bahwa kampus menghentikan sementara perkuliahan tatap muka dibuktikan melalui surat edaran resmi yang ditandatangani Rektor. Faktanya adalah edaran ini bukan penghentian kegiatan akademik, melainkan pengalihan metode menjadi kuliah daring. Sumber resmi dari pihak rektorat menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk melindungi mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan dari paparan partikel berbahaya dalam kabut asap.

Verifikasi terhadap dokumen edaran menunjukkan bahwa masa berlaku kebijakan bersifat situasional, bergantung pada perkembangan kualitas udara. Artinya, kuliah daring dapat dihentikan dan diganti kembali menjadi tatap muka apabila kondisi atmosfer membaik. Tidak ditemukan bukti bahwa edaran menetapkan tenggat waktu permanen.

Dampak Kesehatan dan Aktivitas Kampus

Berdasarkan data dari instansi lingkungan, kabut asap karhutla mengandung partikel PM2.5 yang dapat menembus saluran pernapasan dan memicu gangguan kesehatan. Bukti dari laporan kesehatan menunjukkan bahwa paparan berkepanjangan berpotensi meningkatkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti mahasiswa dengan riwayat asma.

Klaim: Kampus meliburkan seluruh kegiatan akademik. Fakta: Kampus mengalihkan perkuliahan ke metode daring, sementara kegiatan administratif dan layanan esensial tetap berjalan dengan protokol kesehatan.

Keputusan UIN Raden Fatah sejalan dengan langkah sejumlah institusi pendidikan lain di wilayah terdampak. Namun, verifikasi lapangan menunjukkan tidak semua kampus di Palembang menerapkan kebijakan serupa secara serentak. Perbedaan ini menyesatkan sebagian publik yang menganggap seluruh perguruan tinggi di kota tersebut tutup total.

Respons Sivitas Akademika dan Catatan Verifikasi

Berdasarkan penelusuran, mahasiswa menyambut kebijakan ini dengan beragam reaksi. Sebagian mengapresiasi langkah perlindungan kesehatan, sementara sebagian lain menyoroti kendala teknis seperti koneksi internet dan keterbatasan kuota data. Data menunjukkan keluhan tersebut bukan indikasi penolakan terhadap kebijakan, melainkan kebutuhan penyesuaian sarana pendukung pembelajaran daring.

Sumber resmi menegaskan bahwa monitoring kualitas udara dilakukan berkala bersama pihak berwenang. Faktanya adalah keputusan pembukaan kembali kampus akan mengacu pada hasil pemantauan tersebut, bukan pada tekanan atau spekulasi di media sosial. Verifikasi terhadap narasi yang beredar menemukan sejumlah unggahan yang membesar-besarkan situasi, misalnya klaim bahwa seluruh kota lumpuh total akibat asap.

Meski demikian, klaim bahwa kabut asap karhutla menjadi penyebab utama kebijakan daring terbukti akurat. Bukti dari edaran rektorat secara eksplisit menyebut faktor kualitas udara sebagai dasar pengambilan keputusan. Tidak ada indikasi bahwa kebijakan ini dipicu oleh alasan lain di luar kondisi lingkungan.

Kesimpulan

Berdasarkan verifikasi terhadap dokumen dan data resmi, klaim bahwa UIN Raden Fatah Palembang menerapkan kuliah daring akibat kabut asap karhutla dinyatakan BENAR. Edaran rektor mengonfirmasi pengalihan metode pembelajaran sebagai upaya mitigasi risiko kesehatan. Masyarakat diimbau tidak menyesatkan diri dengan narasi yang menyebut kampus tutup permanen atau kegiatan akademik berhenti total. Verifikasi lanjutan tetap diperlukan untuk memantau perkembangan kualitas udara dan kemungkinan perubahan kebijakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User