Triyono: Profil dan Kinerja Jamdatun

Triyono: Profil dan Kinerja Jamdatun Triyono merupakan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) yang menjabat sejak akhir 2024, menggantikan Prof. Dr. R. Narendra Jatna yang memasuki masa purna tugas. Pria kelahiran Klaten, 12 Maret

Jul 12, 2026 - 18:55
0 0

Triyono: Profil dan Kinerja Jamdatun

Triyono merupakan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) yang menjabat sejak akhir 2024, menggantikan Prof. Dr. R. Narendra Jatna yang memasuki masa purna tugas. Pria kelahiran Klaten, 12 Maret 1968 ini dikenal sebagai jaksa karir dengan spesialisasi panjang di bidang perdata dan tata usaha negara. Sebelum menjabat Jamdatun, Triyono pernah menduduki posisi Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (2022–2024) dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (2020–2022). Rekam jejaknya di bidang litigasi negara dan pemulihan kerugian keuangan negara membuat namanya mencuat sebagai salah satu Jaksa Agung Muda yang paling produktif dalam penanganan perkara perdata pemerintah.

Profil dan Latar Belakang

Triyono menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Diponegoro (lulus 1991), kemudian melanjutkan Magister Hukum di Universitas Indonesia (2002) dan Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Gadjah Mada (2010). Karirnya di Kejaksaan dimulai pada 1993 sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri Semarang. Ia tercatat pernah bertugas di berbagai daerah, antara lain sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara di Kejaksaan Negeri Surakarta (2000–2003), Kepala Kejaksaan Negeri Tegal (2008–2011), serta Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (2015–2018). Pada periode 2018–2020, ia dipercaya sebagai Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, sebelum akhirnya diangkat menjadi Kajati. Pendidikan dan pengalaman panjangnya di ranah perdata negara menjadi bekal utama saat ia dipercaya memimpin Jamdatun.

Kinerja dan Kasus Besar

Sejak menjabat Jamdatun, Triyono berhasil membawa beberapa capaian signifikan. Pada tahun 2025 saja, Jamdatun berhasil menyelamatkan aset negara senilai lebih dari Rp12,3 triliun melalui penanganan 2.874 perkara litigasi dan non-litigasi. Salah satu kasus besar yang menonjol adalah penyelesaian sengketa arbitrase internasional antara Pemerintah Indonesia dengan perusahaan tambang asal Inggris Raya, Churchill Mining, di mana tim Jamdatun berhasil mengamankan kemenangan dengan nilai sengketa mencapai US,3 miliar. Triyono juga memperkuat peran Jamdatun dalam pemulihan aset BUMN macet, termasuk pendampingan hukum revitalisasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk serta penyelesaian kewajiban PT Asuransi Jiwasraya melalui mekanisme restrukturisasi utang dan penagihan piutang negara. Di bawah kepemimpinannya, unit Kerja Sama Internasional Jamdatun juga semakin aktif dalam merespons ancaman gugatan investor asing di forum ICSID.

Tantangan dan Kontroversi

Kendati kinerjanya relatif cemerlang, masa kepemimpinan Triyono tidak lepas dari tantangan. Pertama, kritik sempat muncul terkait penunjukan dirinya yang dianggap kurang memenuhi siklus rotasi berbasis meritokrasi, karena posisi Jamdatun kerap diisi oleh jaksa yang berlatar akademisi atau birokrat. Kedua, ia menghadapi tekanan besar dalam penyelesaian sengketa lahan proyek strategis nasional seperti Jalan Tol Trans-Sumatera, di mana 27 perkara masih bergulir di pengadilan hingga awal 2026. Ketiga, publik menyoroti lambatnya penyelesaian gugatan tata usaha negara terhadap izin tambang yang bermasalah, meskipun Jamdatun berdalih bahwa kendala utama terletak pada keterbatasan personel dan tumpang tindih aturan sektoral. Di sisi lain, upaya Triyono mendorong digitalisasi sistem penanganan perkara e-Jamdatun mendapat apresiasi, meskipun implementasinya belum merata di seluruh daerah. Dengan sisa masa jabatan yang masih panjang, tantangan terbesarnya adalah menjaga keseimbangan antara kepentingan negara dan transparansi hukum di tengah tuntutan publik yang kian kritis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User