Sep 16, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Jakbar — Pemkot Minta Puluhan Bangunan Liar Tambora Segera Dibongkar

Penataan ruang di kawasan padat penduduk kembali menjadi sorotan tajam di Ibu Kota. Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat melayangkan imbauan

Jakbar — Pemkot Minta Puluhan Bangunan Liar Tambora Segera Dibongkar

Penataan ruang di kawasan padat penduduk kembali menjadi sorotan tajam di Ibu Kota. Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat melayangkan imbauan tegas kepada para pemilik puluhan bangunan liar dan tempat usaha yang berdiri melanggar aturan di wilayah Kecamatan Tambora. Bangunan-bangunan tersebut terbukti menduduki serta menutupi saluran air mikro maupun makro, yang mengancam sistem drainase lingkungan setempat.

Langkah ini diambil setelah tim pengawas lapangan menemukan banyaknya alih fungsi lahan fasos-fasum menjadi tempat usaha pribadi, mulai dari warung makan, bengkel, hingga pelataran beton permanen. Praktik okupasi ilegal ini dinilai menjadi salah satu pemicu utama tersumbatnya aliran air dan memicu genangan saban kali hujan deras mengguyur kawasan pemukiman terpadat di Asia Tenggara tersebut.

Anomali Saluran dan Ancaman Bencana Sistemik

Hasil penelusuran lapangan menunjukkan bahwa okupasi saluran air oleh bangunan liar bukan sekadar pelanggaran estetika kota, melainkan ancaman keselamatan lingkungan secara langsung. Keberadaan struktur beton dan tiang pemancung di atas got membuat petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat mengalami kendala besar saat hendak melakukan pengerukan lumpur secara berkala.

Akibat tertutup rapat oleh bangunan, endapan sedimen dan sampah domestik terperangkap di bawah lantai bangsal atau warung. Hal ini menyebabkan kapasitas tampung saluran merosot drastis. "Kami menemukan banyak titik di mana saluran air tidak lagi berfungsi karena ditutup semen secara permanen oleh pemilik tempat usaha," ungkap seorang petugas lapangan yang terlibat dalam pendataan.

"Kami memberikan ruang dan waktu bagi pemilik bangunan untuk membongkar sendiri konstruksinya secara mandiri. Langkah persuasif ini penting agar fungsi saluran air sebagai pengendali banjir bisa kembali optimal sebelum puncak musim hujan," tegas pejabat Pemkot Jakarta Barat dalam keterangannya.

Persuasif Sebelum Tindakan Penertiban Tegas

Pemerintah Kota Jakarta Barat menegaskan bahwa sosialisasi dan pemberitahuan tertulis telah mulai didistribusikan kepada para pemilik bangunan liar. Pemkot berharap warga serta pelaku usaha dapat kooperatif demi kepentingan publik yang lebih luas. Namun, jika batas waktu imbauan tersebut diabaikan, tindakan tegas berupa penertiban paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan segera ditempuh.

Berikut adalah beberapa poin kunci terkait rencana penertiban dan pemulihan fungsi drainase di Tambora:

  • Target Sasaran: Puluhan tempat usaha dan lapak permanen/semi-permanen yang berdiri tepat di atas saluran air aktif.
  • Tahapan Prosedur: Pengiriman surat imbauan mandiri, Surat Peringatan (SP) 1 hingga 3, sebelum dilakukan pembongkaran paksa.
  • Fokus Utama: Pengembalian lebar dan kedalaman alami saluran drainase untuk memperlancar arus air menuju sungai utama.
  • Tindakan Lanjutan: Normalisasi dan pengerukan lumpur oleh Satgas Pasukan Biru Sudin SDA segera setelah lokasi bersih dari bangunan.

Pertaruhan Ketahanan Kota di Kawasan Padat

Kecamatan Tambora selama ini dikenal memiliki dinamika tata ruang yang sangat kompleks. Keterbatasan lahan sering kali mendorong masyarakat memanfaatkan celah-celah fasilitas umum, termasuk bantaran dan atap saluran air. Kendati demikian, pembiaran atas praktik ini berdampak fatal terhadap ribuan warga lain yang harus menanggung risiko banjir saban tahun.

Upaya ketat yang ditempuh Pemkot Jakarta Barat ini menjadi ujian konsistensi dalam melepaskan Jakarta dari bayang-bayang banjir kronis. Kesadaran kolektif dari para pemilik bangunan sangat dibutuhkan agar pemulihan fungsi ekologis saluran drainase dapat berjalan tanpa memicu konflik sosial di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User