Sep 10, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

JAKARTA — Shin Tae-yong Kaget Persija Tujuh Tahun Absen Jamu Persib

Kabar mengejutkan menyelimuti panggung sepak bola nasional ketika pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, melontarkan keterkejutannya terkait rekor laga ka

JAKARTA — Shin Tae-yong Kaget Persija Tujuh Tahun Absen Jamu Persib

Kabar mengejutkan menyelimuti panggung sepak bola nasional ketika pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, melontarkan keterkejutannya terkait rekor laga kandang timnya. Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengaku terperangah setelah mengetahui fakta sejarah bahwa Macan Kemayoran sudah tujuh tahun tidak pernah menjamu rival abadi mereka, Persib Bandung, di ibu kota Jakarta. Temuan ini membuka kembali tabir rumitnya tata kelola kompetisi dan perizinan keamanan di Indonesia.

Fakta bahwa laga bertajuk El Clásico Indonesia tersebut harus terus mengungsi keluar dari Jakarta mengindikasikan adanya kendala struktural yang menahun. Selama kurun waktu tujuh tahun terakhir, Persija kerap terpaksa menggelar laga kandang melawan Persib di luar ibu kota, seperti di Bekasi, Solo, hingga Bali, akibat sulitnya mengantongi izin keramaian dari kepolisian setempat.

Tabir Kerumitan Izin Keamanan dan Rivalitas Suporter

Penelusuran mendalam menunjukkan bahwa absennya duel panas ini di Jakarta bukan disebabkan oleh ketidaksiapan stadion, melainkan dinamika keamanan yang sangat kompleks. Polda Metro Jaya berulang kali mengeluarkan rekomendasi risiko tinggi (high-risk match) yang membuat laga sulit digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) maupun Jakarta International Stadium (JIS).

Shin Tae-yong menegaskan bahwa situasi ini sangat tidak wajar dalam dunia sepak bola profesional modern. Bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter merupakan hak fundamental setiap klub dalam sebuah kompetisi liga yang sehat.

"Saya sangat terkejut saat pertama kali mendengar fakta ini dari manajemen. Bagaimana mungkin klub sebesar Persija, yang berbasis di ibu kota negara, tidak bisa menjamu rival utamanya di rumah sendiri selama tujuh tahun? Ini situasi yang sangat aneh bagi sepak bola profesional," ujar Shin Tae-yong dengan nada heran saat ditemui di fasilitas latihan tim.

Faktor Kunci Pengasingan Laga Kandang Persija

Berdasarkan analisis rekam jejak kompetisi sejak 2017, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan Persija terus "terusir" dari Jakarta saat menghadapi Persib:

  • Izin Kepolisian yang Ketat: Kepolisian sering kali tidak mengeluarkan izin keramaian di Jakarta demi mengantisipasi gesekan antarsuporter di jalanan ibu kota.
  • Konflik Penjadwalan Stadion: Penggunaan SUGBK untuk agenda politik, konser musik, maupun kegiatan kenegaraan sering kali berbenturan dengan jadwal Liga 1.
  • Trauma Gesekan Antar-Kelompok Suporter: Rivalitas sengit antara The Jakmania dan Bobotoh membuat otoritas keamanan mengambil jalan pintas dengan memindahkan lokasi pertandingan.

Tantangan Tata Kelola Sepak Bola Nasional

Reaksi Shin Tae-yong menjadi cermin besar bagi PSSI dan operator PT Liga Indonesia Baru (LIB). Keberadaan pelatih berkelas dunia yang menyoroti anomali ini seharusnya menjadi pemicu reformasi sistem keamanan pertandingan. Pengasingan laga sebesar Persija vs Persib dari ibu kota tidak hanya merugikan klub secara finansial, tetapi juga merusak nilai komersial dan estetika Liga 1 di mata dunia internasional.

Kini, publik sepak bola tanah air menanti langkah konkret manajemen Persija dan pihak kepolisian. mampukah Shin Tae-yong memutus tren buruk ini dan akhirnya memimpin anak asuhnya berlaga melawan Persib di hadapan puluhan ribu Jakmania di Jakarta?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User