Di tengah dinamika pasar energi global yang terus bergejolak, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas produksi minyak dan gas bumi (migas) sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Dalam ajang Public Expose Live 2026 yang digelar secara virtual pada Rabu (9/9/2026), jajaran manajemen emiten energi multinasional ini membeberkan peta jalan operasional serta efisiensi anggaran perseroan.
Hadir mewakili manajemen, Direktur & Chief Operating Officer (COO) PT Medco Energi Internasional Tbk, Amri Siahaan, memaparkan pencapaian operasional perseroan sepanjang tahun berjalan serta memproyeksikan target-target strategis hingga akhir 2026. Lurusin.com mencatat bahwasanya Medco terus berupaya mengoptimalkan portofolio aset energi yang dimilikinya, baik di dalam negeri maupun di ranah internasional, demi menjaga imbal hasil bagi para pemegang saham.
Optimasi Produksi Migas dan Efisiensi Operasional
Amri Siahaan menjelaskan bahwa fokus utama eksekusi operasional Medco Energi saat ini tertuju pada peningkatan keandalan fasilitas produksi dan penemuan cadangan baru melalui kegiatan eksplorasi yang terukur. Langkah ini diambil untuk merespons kebutuhan energi nasional yang tetap tinggi di tengah transisi energi global yang sedang berlangsung.
"Kami terus berfokus pada eksekusi proyek-proyek kunci dengan disiplin modal yang ketat. Kinerja operasional hingga kuartal ini mencerminkan efisiensi biaya yang makin solid serta keandalan aset migas kami di berbagai blok utama," ujar Amri Siahaan dalam paparan publik tersebut.
Beberapa poin penting dari capaian dan target operasional yang disampaikan manajemen antara lain:
- Target Produksi: Mempertahankan volume produksi migas di kisaran 160 hingga 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd) secara konsisten.
- Pengembangan Aset Utama: Memaksimalkan pengeboran dan optimasi di Blok Corridor, Natuna South East Asia, serta pengembangan lapangan gas baru.
- Alokasi Anggaran (Capex): Menjaga disiplin belanja modal dengan porsi terbesar dialokasikan untuk kegiatan pengembangan eksplorasi dan produksi (E&P).
Akselerasi Transisi Energi dan Komitmen Hijau
Tak hanya bertumpu pada bisnis fosil, Medco Energi melalui anak usahanya, Medco Power Indonesia, juga gencar mengembangkan portofolio energi terbarukan. Laporan kinerja perusahaan menunjukkan adanya pergeseran alokasi investasi secara bertahap ke arah proyek berbasis ramah lingkungan, seperti pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Amri menegaskan bahwa integrasi antara bisnis migas tradisional dan energi terbarukan merupakan langkah krusial untuk menjaga kelangsungan bisnis jangka panjang. Penurunan emisi karbon di area operasional (decarbonization of operations) menjadi prioritas utama yang diselaraskan dengan target net zero emission pemerintah Indonesia.
Tantangan Ketidakpastian Global dan Navigasi Bisnis
Fluktuasi harga komoditas global, gejolak geopolitik, dan ketatnya suku bunga perbankan internasional menjadi tantangan nyata bagi industri hulu migas. Namun, Lurusin.com mengamati bahwa Medco Energi memiliki rekam jejak ketahanan finansial yang cukup baik berkat strategi lindung nilai (hedging) serta pengelolaan utang yang pruden.
Melalui forum Public Expose Live 2026 ini, manajemen memberikan sinyal optimistis kepada para investor bahwa struktur permodalan perusahaan tetap sehat. Kemampuan perseroan untuk menjaga arus kas operasional tetap positif menjadi fondasi utama dalam menghadapi ketidakpastian pasar energi hingga beberapa tahun mendatang.
Comments (0)