Sep 13, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Jakarta — Fadli Zon Umumkan Revitalisasi Total Galeri Nasional Indonesia

Di sudut kawasan Gambir, Jakarta Pusat, dinding-dinding tua Galeri Nasional Indonesia kembali menyerap riuh langkah para pecinta seni. Namun, kehangatan pa

Jakarta — Fadli Zon Umumkan Revitalisasi Total Galeri Nasional Indonesia

Di sudut kawasan Gambir, Jakarta Pusat, dinding-dinding tua Galeri Nasional Indonesia kembali menyerap riuh langkah para pecinta seni. Namun, kehangatan pameran tunggal seniman ternama Nasirun bertajuk "Nasirun: Bersimpuh di Kaki Para Guru" kali ini membawa aura yang agak berbeda. Di balik deretan kanvas bermandikan warna dan narasi spiritual tersebut, tersirat sebuah pengumuman penting yang akan mengubah wajah pusat seni rupa terbesar tanah air secara mendasar.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melontarkan kabar besar saat membuka perhelatan tersebut pada Sabtu (12/9/2026). Lembaga tempat bersemayamnya ribuan karya maestro seni rupa tanah air itu bakal menghentikan sementara aktivitas pameran publik demi menjalani agenda perombakan fisik dan tata kelola secara menyeluruh.

Pameran Terakhir Sebelum Wajah Baru Galeri Nasional

Pameran penghormatan bagi maestro Nasirun yang dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh ini dikonfirmasi menjadi pergelaran pamungkas sebelum mesin-mesin renovasi mulai beroperasi di kompleks galeri.

"Saya umumkan bahwa ini adalah pameran terakhir sebelum Galeri Nasional direvitalisasi. Pameran ini akan berlangsung kurang lebih satu bulan, setelah itu Galeri Nasional akan direvitalisasi sehingga menjadi lebih representatif," tegas Fadli Zon di hadapan para perupa dan perwakilan komunitas seni.

Langkah penutupan sementara ini diambil guna memastikan proyek perombakan skala besar tidak mengganggu keselamatan karya seni yang dipamerkan maupun kenyamanan para pengunjung. Segera setelah kurun waktu satu bulan pameran karya Nasirun berakhir, penataan ulang area museum akan langsung dieksekusi.

Proyeksi Gedung A: Etalase Mahakarya dan Koleksi Istana

Fokus utama dari langkah revitalisasi ini berpusat pada optimalisasi fungsi ruang serta pembenahan sistem peragaan koleksi negara. Selama berdekade-dekade, keterbatasan ruang kerap menjadi tantangan utama bagi Galeri Nasional Indonesia dalam menyajikan mahakarya secara permanen kepada publik.

Dalam rencana strategis Kementerian Kebudayaan, penataan ulang ini diproyeksikan bakal memperluas area peragaan publik serta menyediakan ruang khusus untuk pameran tetap (permanent exhibition). Salah satu perubahan paling signifikan menyasar fungsi Gedung A yang berlokasi strategis di bagian depan kompleks galeri.

"Fadli menambahkan nantinya penataan ulang tersebut akan memperluas area ruang pamer serta menyediakan ruang untuk pameran tetap. Bahkan Gedung A diproyeksikan menjadi etalase utama karya-karya terbaik koleksi negara dan Istana Kepresidenan," jelas Menbud.

Selama ini, ratusan koleksi bernilai sejarah amat tinggi milik Istana Kepresidenan Republik Indonesia—seperti karya Raden Saleh, Basoeki Abdullah, hingga S. Sudjojono—jarang bisa diakses masyarakat luas secara berkelanjutan karena minimnya infrastruktur yang berstandar museum kelas dunia. Dengan memproyeksikan Gedung A sebagai etalase utama, masyarakat nantinya dapat menyaksikan jejak visual kebudayaan bangsa tanpa harus menunggu momen perayaan nasional tertentu.

Menjawab Tantangan Infrastruktur Kebudayaan Nasional

Langkah perombakan ini dinilai sebagai jawaban atas perlunya pembaruan sarana kebudayaan nasional agar berdaya saing internasional. Penataan ini mencakup peningkatan sistem tata cahaya, pengatur suhu dan kelembapan udara (HVAC), hingga modernisasi keamanan lingkungan museum untuk menjaga daya tahan fisik karya seni bernilai tinggi.

Berikut adalah poin-poin fokus pembenahan dalam revitalisasi Galeri Nasional Indonesia:

  • Perluasan Ruang Pameran Permanen: Menyediakan galeri khusus agar karya maestro Indonesia dapat dipajang dan dinikmati sepanjang tahun tanpa tergeser pameran temporer.
  • Integrasi Koleksi Istana Kepresidenan: Membuka akses publik terhadap karya maestro pilihan koleksi negara dan Istana di Gedung A.
  • Peningkatan Kualitas Tata Ruang dan Preservasi: Penerapan standar tata pamor dan iklim mikro yang lebih presisi untuk melindung koleksi fisik dari kerusakan alami.
  • Fasilitas Edukasi Kebudayaan: Menjadikan galeri sebagai ruang belajar interaktif bagi akademisi, peneliti, dan masyarakat umum.
Aspek Penataan Kondisi Saat Ini Proyeksi Pasca-Revitalisasi
Peran Gedung A Fasilitas Pameran Temporer Etalase Utama Koleksi Negara & Istana Kepresidenan
Format Pameran Didominasi Pameran Berkala / Bergantian Keseimbangan Pameran Permanen & Pameran Khusus
Akses Koleksi Istana Terbatas pada Momen Khusus Terintegrasi dan Dapat Diakses Publik secara Berkala

Melalui langkah besar ini, Kementerian Kebudayaan menaruh harapan agar Galeri Nasional Indonesia tidak sekadar menjadi tempat pajang karya visual, melainkan bertransformasi menjadi episentrum inspirasi, pusat regenerasi perupa muda, sekaligus mercusuar seni rupa Indonesia di tingkat dunia. Titik mula penataan telah diumumkan di atas kanvas Nasirun; kini publik menunggu hadirnya ruang baru bagi peradaban visual Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User